Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis

REDAKSI MEDAN

Sabtu, 4 April 2026 - 04:35

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Dinda Widyastika, M. Pd dan Prof. Dr. Hasratuddin, M. P

Medan, 2026 — Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan antarwilayah, mutu pembelajaran, hingga kompetensi tenaga pendidik. Hal ini terungkap dalam sebuah kajian akademik yang menyoroti perlunya langkah strategis untuk menciptakan pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan.

Dalam kajian tersebut disebutkan bahwa kondisi pendidikan di Sumatera Utara menunjukkan fenomena paradoks. Di satu sisi, wilayah perkotaan seperti Medan mengalami perkembangan pesat, terutama dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Namun di sisi lain, daerah terpencil seperti Kepulauan Nias dan wilayah pegunungan masih mengalami keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data terbaru menunjukkan adanya kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antarwilayah yang cukup signifikan. Kota Medan berada pada kategori sangat tinggi, sementara beberapa daerah lain masih tertinggal akibat hambatan geografis dan minimnya infrastruktur. Tak hanya soal akses, mutu pembelajaran juga menjadi sorotan. Sistem pendidikan dinilai masih terlalu berorientasi pada kurikulum nasional yang kurang memperhatikan konteks lokal. Akibatnya, siswa cenderung hanya menghafal materi tanpa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Selain itu, kompetensi tenaga pendidik juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak guru dinilai belum optimal dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis karakter dan teknologi. Minimnya pelatihan berkelanjutan turut memperburuk kondisi ini. Faktor lain yang memperparah kualitas pendidikan adalah kesenjangan digital. Di saat sekolah di perkotaan mulai memanfaatkan teknologi canggih, sejumlah sekolah di daerah terpencil bahkan masih kesulitan mengakses listrik dan internet.

Menanggapi kondisi tersebut, kajian ini menawarkan sejumlah gagasan strategis untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Sumatera Utara. Salah satunya adalah penerapan kurikulum berbasis konteks lokal yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya daerah ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, diperlukan pembangunan sistem berbagi sumber daya digital antar sekolah, sehingga sekolah di daerah terpencil dapat memperoleh akses materi dan metode pembelajaran dari sekolah unggulan.

Upaya lain yang dinilai penting adalah redistribusi tenaga pendidik secara lebih merata, disertai dengan pemberian insentif bagi guru yang bertugas di daerah tertinggal. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memperkuat kebijakan yang berorientasi pada keadilan distribusi anggaran pendidikan. Tak kalah penting, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kompetitif, berkarakter, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Berita Terkait

KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus
Diduga Buang Limbah Sembarangan, Pengolahan Getah Pinus Disorot
Panen Raya Jagung di Kebun SAE, Lapas Kupang Sulap Lahan Batu Karang Jadi Simbol Ketahanan Pangan NTT
SEMMI Sulsel Gelar Aksi di PT KIMA dan Kejati, Nilai Direktur Utama Gagal Total Kelola Kawasan Industri
Hanin Nailal Husna Raih Beasiswa Teladan Jalur Tahfidz 30 Juz di UIN Malang
Berita Media LensaBhayangkara Tentang Dugaan Peredaran Narkoba di Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan Dipastikan Hoaks dan Tidak Berdasar
Dukung Penuh Berdirinya SPPG Binjai 2 Kecamatan Medan Denai, Mulya Koto Angkat Bicara
Siaran Pers Tegaskan Komitmen Bersih Narkoba, HP Ilegal dan Peniouan Online, Lapas Labuhan Ruku Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:43

Jhon Travolta Tegaskan Pinjaman Rp6 Miliar Berasal dari Hasil Jual Tanah Keluarga, Bayar Bunga Rp190 Juta per Bulan dan Telah Dilunasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:09

Transparansi atau Sekadar Administrasi? KAMMI Deli Serdang Desak Pembuktian Ilmiah atas Proyek Jalan Rp1,336 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 23:06

Bhabinkamtibmas Gusung Perkuat Sinergi Warga Lewat Posko Bersama Kamtibmas

Senin, 8 Juni 2026 - 20:48

PBG Terbit, Akses Jalan Bermasalah: Warga Desak Audit Total Bumi Hartana III

Senin, 8 Juni 2026 - 11:51

Perumahan Bumi Hartana III Jadi Sorotan, Belum Miliki PBG, Drainase Umum Dipersempit dan Fasilitas Umum Dipertanyakan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:35

Propam Polda Sumut Kirim Pesan Keras: Enam Polisi Terbukti Langgar Kode Etik dan Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:45

Hendrik Simanjuntak Resmi Serahkan SK Kepengurusan Ranting IPK Desa Lama Klumpang Kebon Periode 2026–2030

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:29

MEGA SKANDAL PDAM TIRTANADI! Dugaan Kebocoran Rp450 Miliar per Tahun, Siapa Bermain di Balik Hilangnya Uang Rakyat?

Berita Terbaru