Tanpa Fakta dan Verifikasi, Isu Setoran Ratusan Juta di Lapas Binjai Resmi Dicap Hoaks

REDAKSI MEDAN

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:20

50163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINJAI — Narasi dugaan adanya aktivitas ilegal disertai klaim setoran rutin hingga Rp250 juta per bulan di dalam Lapas Kelas IIA Binjai yang beredar melalui salah satu media online, dipastikan tidak benar, menyesatkan, dan masuk kategori hoaks.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh para mantan warga binaan yang baru bebas, diperkuat oleh keluarga warga binaan aktif, serta kelompok masyarakat pemerhati pemasyarakatan di Kota Binjai yang diwawancarai dari beberapa lokasi terpisah, dalam investigasi yang dilakukan wartawan, Rabu 07/01/2026).

Para mantan warga binaan menyatakan bahwa isu yang disebarkan tidak pernah mereka alami, lihat, maupun dengar selama menjalani masa pidana di Lapas Kelas IIA Binjai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menilai pemberitaan tersebut dibangun dari asumsi sepihak, tanpa fakta lapangan, dan berpotensi mencemarkan nama baik institusi pemasyarakatan serta petugas yang bekerja profesional.

“Kami yang baru bebas justru heran membaca berita itu. Tidak ada yang namanya setoran rutin ratusan juta seperti yang dituduhkan. Itu hoaks dan fitnah, dan sangat menyakiti kami yang pernah menjalani pembinaan di dalam lapas,” tegas salah seorang mantan warga binaan.

Hal senada juga disampaikan keluarga warga binaan. Mereka menilai pemberitaan tersebut menggiring opini publik secara keliru, menimbulkan stigma negatif, serta menciptakan keresahan yang tidak berdasar di tengah masyarakat.

“Kami rutin berkomunikasi dan berkunjung sesuai prosedur resmi. Tidak pernah ada indikasi seperti yang diberitakan. Kalau isu ini dibiarkan, yang dirugikan bukan hanya lapas, tapi juga keluarga kami,” ujar perwakilan keluarga warga binaan.

Sementara itu, kelompok masyarakat pemerhati pemasyarakatan di Binjai menyebut bahwa klaim setoran Rp250 juta per bulan adalah narasi sensasional tanpa dukungan data, bukti hukum, maupun hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

Mereka menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada rilis resmi, laporan pidana, ataupun temuan audit yang membenarkan tudingan tersebut.

Kelompok ini juga mengingatkan bahwa informasi yang bersumber dari keterangan tidak resmi dan belum diverifikasi tidak layak dipublikasikan sebagai fakta, karena berpotensi menyesatkan publik dan merusak kepercayaan terhadap sistem pemasyarakatan.

Di sisi lain, pihak Lapas Kelas IIA Binjai telah secara terbuka dan tegas membantah seluruh tuduhan. Melalui pernyataan resmi, pihak lapas menegaskan bahwa tidak ada praktik setoran, peredaran narkotika, penggunaan ponsel ilegal, maupun penipuan daring (lodes) seperti yang dituduhkan.

Bantahan tersebut disampaikan berdasarkan kondisi faktual di lapangan dan mekanisme pengawasan internal yang berjalan.

Para mantan warga binaan dan elemen masyarakat menilai, bantahan tersebut sejalan dengan realitas yang mereka alami, sekaligus membuktikan bahwa pemberitaan dimaksud tidak memiliki dasar fakta yang kuat.

Mereka mendesak agar publik tidak mudah percaya pada informasi provokatif, serta meminta media agar mengutamakan prinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab jurnalistik, khususnya ketika menyangkut institusi negara dan kepentingan publik yang luas.

“Kalau ada pelanggaran, silakan buktikan dengan data dan proses hukum. Tapi jika hanya asumsi dan isu liar, maka itu jelas hoaks yang harus ditolak,” tegas mereka.

Dengan penegasan dari berbagai pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan Lapas Kelas IIA Binjai, narasi dugaan setoran ratusan juta rupiah tersebut dinilai tidak berdasar dan patut dianggap sebagai informasi keliru yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di dalam lapas.(red)

Berita Terkait

Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Rutan Tanjung Pura Gelar Gotong Royong Cegah Risiko Banjir ​
Kunker ke Rutan Tanjung Pura, Kanwil Ditjenpas Sumut Dorong Satker Lain Contoh Keberhasilan Program Ketapang
​Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Hadiri Sosialisasi Kelayan Binter, Perkuat Sinergi Reintegrasi Sosial di Langkat
Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Evaluasi Litmas Integrasi dan Pencabutan SK
Bapas Kelas I Medan Bersama Kanwil Ditjenpas Sumut Sosialisasikan Kelayan Binter Di Kabupaten Langkat
Beri Dukungan Penuh bagi Klien Pemasyarakatan, Bapas Medan Kolaborasi dengan Yayasan Perisai Indonesia
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:21

BUPATI KARO PAPARKAN USULAN KAMPUNG KREATIF KABUPATEN KARO KEPADA GUBERNUR SUMATERA UTARA DAN TIM PENILAI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17

Bupati Karo dan Kajari Karo Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Karo Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:48

PEMKAB KARO MATANGKAN RENCANA PENYIAPAN LAHAN USAHA TANI (LUT) RELOKASI TAHAP III KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

Pemkab Karo Tegaskan Komitmen Birokrasi Bersih dan Penguatan Whistleblowing System

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:53

Pemerintah Kabupaten Karo Gelar Rapat Evaluasi Hasil Monitoring Desa Percontohan PKK dan Rapat Bulanan PKK Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:56

Bupati Karo Hadiri Welcome Dinner Jelajah Wisata Nusantara Ke-4 di Berastagi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:31

Bongkar Fakta Temuan BPK, Kadis Kesehatan Karo Pastikan Pengelolaan BOK 19 Puskesmas Sesuai Prosedur

Berita Terbaru