Labuhan Bilik – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Labuhan Bilik terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan melalui penyelenggaraan pelatihan pertukangan kayu bagi warga binaan. Kegiatan yang berlangsung pada 11–15 November 2025 di workshop Lapas ini merupakan bagian dari implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang dipimpin oleh Kalapas Kelas III Labuhan Bilik, Rinaldo Adeta Noah Tarigan.
Pelatihan ini diikuti oleh warga binaan terpilih dan dipandu langsung oleh instruktur dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Labuhanbatu) yang memiliki kompetensi di bidang pertukangan dan pengolahan kayu. Program ini menjadi salah satu inovasi pembinaan berbasis peminatan dan penguatan keterampilan unggulan daerah guna meningkatkan kemampuan kerja warga binaan.
Dalam sambutannya, Kalapas Rinaldo Adeta Noah Tarigan menyampaikan bahwa pelatihan pertukangan kayu merupakan langkah konkret untuk menyiapkan warga binaan memiliki bekal praktis ketika kembali ke masyarakat. “Pelatihan ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang kerja dan usaha mandiri setelah kembali ke lingkungan sosialnya. Pertukangan kayu merupakan keterampilan yang selalu dibutuhkan dalam berbagai sektor pekerjaan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman mulai dari pengenalan alat pertukangan, teknik pemotongan, perakitan, pembentukan pola, hingga proses finishing produk kayu. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk membangun kedisiplinan, ketelitian, serta kerja sama antarpeserta.
Program pertukangan kayu ini diharapkan mampu membantu warga binaan memiliki kompetensi yang dapat diterapkan secara langsung setelah bebas, sehingga mendukung upaya Lapas dalam menekan angka residivisme. Keterampilan tersebut memberi peluang bagi mereka untuk bekerja di industri mebel, konstruksi, maupun memulai usaha kerajinan kayu secara mandiri.
Pelaksanaan pelatihan bekerjasama dengan Disnaker Labuhanbatu ini mendapat apresiasi dari mitra pembinaan dan pemerintah daerah. Inovasi tersebut dinilai selaras dengan transformasi pemasyarakatan yang lebih produktif dan berorientasi pada pemberdayaan.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Lapas Kelas III Labuhan Bilik menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dan membawa manfaat langsung bagi warga binaan maupun masyarakat luas.(AVID/rel)

























