Jembatan Gantung Desa Simpur Jaya Sudah Bisa Difungsikan, Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat

LENSA BHAYANGKARA

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:56

50116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Kabar gembira datang dari Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Jembatan gantung yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat diterjang banjir, kini telah selesai diperbaiki dan sudah dapat kembali dilalui oleh masyarakat. Kamis 19 Maret 2026

Perbaikan jembatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara personel Polres Aceh Tenggara, personel Brimob Kompi 4 Gayo Lues, serta masyarakat Desa Simpur Jaya yang secara gotong royong bahu-membahu memperbaiki akses vital tersebut.

Jembatan gantung ini memiliki peran penting sebagai penghubung utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti menuju kebun, maupun akses perekonomian lainnya. Sebelumnya, kondisi jembatan yang rusak akibat banjir sempat menghambat mobilitas warga dan menimbulkan kesulitan dalam beraktivitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat, personel kepolisian bersama warga setempat bekerja keras melakukan perbaikan hingga akhirnya jembatan tersebut kini kembali kokoh dan aman untuk dilalui.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K melalui Kabag Ops yang langsung mengecek Kondisi Jembatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan warga.

“Ini adalah wujud kepedulian dan sinergitas antara Polri dan masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dijaga bersama agar tetap aman dan tahan lama,” ujarnya.

Masyarakat Desa Simpur Jaya pun menyambut baik dan mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan Brimob. Kini, dengan telah berfungsinya kembali jembatan gantung tersebut, aktivitas warga dapat berjalan normal seperti sediakala.

Berita Terkait

Dana Pilkades Sudah Dianggarkan, Mengapa Bakal Calon Pengulu Masih Dibebani Biaya Pendaftaran?
Bupati Aceh Tenggara Atur Ketat Pembelian BBM Bersubsidi, Aturan Berlaku Mulai 21 Juli 2026
Dugaan Pungutan PIP Lima Puluh Ribu Rupiah di SDN 2 Biak Muli Minta Diusut Tuntas
Bungkamnya BSI Kutacane Atas Pesan Berantai Soal Pelecehan Jadi Preseden Buruk Etika Perbankan
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Empat Tahun Menanti Kepastian Hukum, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penanganan Kasus DPO Penipuan dan Penggelapan
Mantan Peraih Kompolnas Award 2022, IPTU Muhammad Abidinsyah Dipercaya Jabat Kasatreskrim Polres Langsa
Ramai Menuduh Aset Desa Raib, Pelapor Justru Dituding Punya Motif Pribadi dan Dendam Lama

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru