Reformasi Budaya Polri Dikawal Ketat Kapolres Pelabuhan Makassar, Tak Ada Ruang Pelanggaran

REDAKSI SULSEL

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:43

50123 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, MAKASSAR, HUMDER — Suasana tegas namun penuh semangat mewarnai arahan internal yang dipimpin langsung oleh kepada seluruh jajaran . Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres dan Polsek jajaran dalam sebuah forum konsolidasi yang sarat pesan perubahan.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Reformasi Budaya Polri bukan sekadar perubahan simbolik. Ia menekankan bahwa reformasi bukan hanya soal seragam atau sistem kerja, melainkan menyentuh hal yang paling mendasar, yakni perubahan cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Reformasi budaya bukan hanya soal seragam atau sistem kerja. Ini soal perubahan cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas AKBP Rise di hadapan seluruh peserta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tantangan Polri ke depan semakin kompleks. Masyarakat kini semakin kritis, arus informasi bergerak begitu cepat, dan setiap tindakan anggota dapat dengan mudah menjadi konsumsi publik. Dalam situasi seperti itu, reformasi budaya adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar.

“Reformasi budaya adalah keharusan, bukan pilihan,” tambahnya dengan nada serius.

Kapolres mengingatkan bahwa setiap personel harus benar-benar memahami posisi Polri sebagai pelayan masyarakat. Tidak boleh ada lagi sikap arogan, penyalahgunaan wewenang, maupun tindakan yang mencederai kepercayaan publik. Integritas, menurutnya, adalah harga mati.

“Sekali kita kehilangan kepercayaan masyarakat, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali,” ujarnya menekankan.

Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan humanis, profesional, dan proporsional dalam setiap pelaksanaan tugas. Semangat Presisi Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan harus benar-benar diwujudkan dalam praktik, bukan sekadar jargon. Pendekatan represif yang tidak perlu harus ditinggalkan, dan penegakan hukum harus dilakukan secara profesional serta berkeadilan.

Lebih lanjut, AKBP Rise menegaskan bahwa reformasi budaya harus dimulai dari pimpinan. Keteladanan menjadi kunci utama keberhasilan perubahan. Tidak boleh ada standar ganda dalam penegakan disiplin. Pimpinan wajib menjadi contoh dalam integritas, kedisiplinan, dan komitmen pelayanan.

Di sisi lain, Kapolres juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Pelayanan harus cepat, mudah, transparan, dan tanpa diskriminasi. Masyarakat harus merasakan kehadiran Polri sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi, bukan justru menjadi beban atau hambatan.

Reformasi Budaya Polri sendiri merupakan proses perubahan menyeluruh terhadap pola pikir, budaya kerja, etika, serta moralitas anggota. Tujuannya adalah membangun kepercayaan publik, mewujudkan pelayanan prima, menciptakan organisasi yang bersih dan berintegritas, meningkatkan profesionalisme anggota, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan.

Di akhir arahannya, AKBP Rise mengajak seluruh personel untuk menjaga marwah institusi dan memperkuat soliditas internal. Ia menegaskan bahwa reformasi bukan pekerjaan instan, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan keberanian untuk berubah.

“Reformasi budaya bukan pekerjaan sehari dua hari. Ini proses berkelanjutan. Kita harus berani berubah dan berani menindak setiap pelanggaran,” pungkasnya.

Dengan komitmen bersama yang terus diperkuat, Polres Pelabuhan Makassar optimistis mampu menghadirkan Polri yang benar-benar profesional, modern, dan terpercaya di tengah masyarakat./@²³

 

Info dari <a href=”https://tribratanewspolrespelabuhanmakassar.com” >Polres Pelabuhan Makassar</a>1

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Makassar Ungkap 8 Kasus Pencurian di Ujung Tanah
Puncak Perayaan HUT Ke-27 Malinau: Pesta Budaya Irau Ke-12 Sukses Meriah dan Memukau
DPW KJNI Sejumlah Provinsi Sampaikan Apresiasi, Arul Tekankan Persatuan dan Integritas
Rapat Paripurna HUT ke-14 Kaltara: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen, Pemprov Raih WTP 12 Kali Berturut-turut
Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah
KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 
KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur
Kasat Lantas AKP Abdul Malik Pimpin Pengaturan Arus, Keselamatan Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Jadi Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:21

BUPATI KARO PAPARKAN USULAN KAMPUNG KREATIF KABUPATEN KARO KEPADA GUBERNUR SUMATERA UTARA DAN TIM PENILAI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17

Bupati Karo dan Kajari Karo Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Karo Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:48

PEMKAB KARO MATANGKAN RENCANA PENYIAPAN LAHAN USAHA TANI (LUT) RELOKASI TAHAP III KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

Pemkab Karo Tegaskan Komitmen Birokrasi Bersih dan Penguatan Whistleblowing System

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:53

Pemerintah Kabupaten Karo Gelar Rapat Evaluasi Hasil Monitoring Desa Percontohan PKK dan Rapat Bulanan PKK Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:56

Bupati Karo Hadiri Welcome Dinner Jelajah Wisata Nusantara Ke-4 di Berastagi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:31

Bongkar Fakta Temuan BPK, Kadis Kesehatan Karo Pastikan Pengelolaan BOK 19 Puskesmas Sesuai Prosedur

Berita Terbaru