Janji Tinggal Janji Pembayaran Sewa Alat Escavator Pasca Bencana Semakin Tak Jelas

REDAKSI BHAYANGKARA

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:19

50116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES,(24/7/2026) —M Purba,SH Aktivis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , untuk segera melunasi biaya sewa alat berat ekskavator yang digunakan dalam penanganan darurat pasca-bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu.

 

Hingga Juli 2026, atau hampir delapan bulan pasca-kejadian, hak para pemilik alat berat lokal senilai ratusan juta rupiah dilaporkan belum juga dicairkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tersendatnya pembayaran ini dinilai memukul kelangsungan usaha kecil menengah di daerah tersebut.

 

Beban Operasional Ditanggung Mandiri Keterlambatan pencairan anggaran kebencanaan ini berdampak langsung pada arus kas para pengusaha lokal yang terlibat dalam masa tanggap darurat.

 

Sebagaimana kita ketahui Pemilik alat berat terpaksa menanggung sendiri biaya operasional yang besar, termasuk upah operator, biaya pemeliharaan unit.

 

Aktivis LIRA ini juga menyayangkan lambatnya proses verifikasi administrasi di tingkat operasional, padahal regulasi pemanfaatan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB semestinya dirancang untuk penanganan yang cepat dan taktis.

 

Ketika dikonfirmasi kepihak yang berkompeten Kalaksa BPBD Gayo Lues Muhai mengatakan bahwa SPM nya sudah di BNPB Pusat.

 

Sebagaimana kita lihat dilapangan Huntara sudah dibayarkan oleh BNPB berlanjut lagi ke Huntap,namun pembersihan/Pembukaan jalan pasca bencana seolah diabaikan.

 

Padahal tanpa alat Berat yang digerakkan pada masa bencana jalan yang dulunya terputus akan tetap terputus tanpa adanya alat yang bekerja yang kini seolah terlupakan jasanya seperti habis manis sepah dibuang.

Furcon PPK Darurat yang dikonfirmasi via Whatshap mengatakan bahwa untuk pembayaran sewa alat berat di Gayo Lues sudah diajukan ke BNBP pusat dan kebetulan untuk sewa alat berat Gayo Lues terlambat diusulkan itu kendalanya ujarnya,dan untuk yang lain sudah 100 persen di bulan januari pebruari lalu,ungkapnya(red)

Berita Terkait

Bersama LUKW Unitomo, SWI Cetak Wartawan Kompeten melalui UKW di Banjarmasin
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir
Resahkan Warga Medan! Leasing Diduga Paksa Pelunasan Total dan Sembunyikan Motor Nasabah Tanpa Surat Tugas
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tak Beri Ampun, Tim Reskrim Lebak Berantas Kejahatan yang Meresahkan Masyarakat
1,1 Ton Sabu di Pidie Terungkap, GARNIZUN: Lindungi Generasi Bangsa, Berantas Narkotika Tanpa Pandang Bulu!
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru