MEDAN –
Upaya mewujudkan reformasi birokrasi berbasis digital di lingkungan pemasyarakatan mulai menunjukkan hasil nyata. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan resmi meluncurkan Sistem Digital Kontrol Keliling (SIKOLING), sebuah inovasi yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, memperkuat transparansi, dan mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan di dalam lapas.
Melalui SIKOLING, seluruh aktivitas kontrol keliling kini terekam secara digital. Laporan yang sebelumnya dicatat manual di buku kontrol digantikan dengan sistem daring yang dapat diakses pimpinan secara real-time. Setiap patroli tercatat lengkap dengan waktu, lokasi, hingga dokumentasi visual kegiatan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Medan, Donni Isa Dermawan, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari tantangan nyata yang dihadapi pihaknya.
“Jumlah penghuni lapas yang melebihi kapasitas, keterbatasan personel pengamanan, hingga kedisiplinan petugas jaga menjadi alasan utama kami berinovasi. Sistem manual sering menimbulkan celah karena pencatatan tidak akurat dan sulit dijadikan bukti otentik saat terjadi pelanggaran,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Melalui aplikasi internal, petugas yang melakukan patroli kini cukup menginput data di lapangan. Selain mempercepat proses pelaporan, sistem ini juga meningkatkan akurasi data dan memperkuat disiplin kerja.
“Penerapan SIKOLING terbukti meningkatkan disiplin dan tanggung jawab petugas jaga secara signifikan,” tambah Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Medan.
Langkah digitalisasi pengawasan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Asta Cita, yang menekankan tata kelola pemerintahan bersih, transparan, dan berbasis teknologi.
SIKOLING juga merupakan bagian dari Aksi Perubahan dalam Program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diikuti oleh Donni Isa Dermawan. Program ini mewajibkan setiap peserta menciptakan inovasi nyata yang berdampak langsung terhadap tata kelola unit kerja.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Herry Suhasmin, menyampaikan apresiasi atas terobosan tersebut.
“Saya mendukung sepenuhnya inovasi SIKOLING. Ini langkah nyata menuju tata kelola pengamanan yang modern dan profesional,” tegasnya, Senin (27/10/2025).
Melalui SIKOLING, Lapas Kelas I Medan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari inovasi kecil di tingkat pelaksana. Transformasi digital ini menjadi langkah strategis menuju reformasi birokrasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berintegritas dan transparan.(AVID)

























