Tekan Transaksi Tunai dan Pungli, Lapas Sibolga Terapkan Transaksi Non Tunai dengan BRIZZI

REDAKSI MEDAN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:17

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sibolga, 4 Agustus 2026 —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga menggandeng Bank BRI Cabang Sibolga untuk menghadirkan layanan transaksi keuangan non tunai bagi warga binaan melalui penggunaan kartu BRIZZI. Program ini menjadi salah satu langkah Lapas Sibolga dalam meningkatkan transparansi layanan sekaligus meminimalisir transaksi tunai dan potensi pungutan liar di lingkungan Lapas.

Sosialisasi penggunaan kartu BRIZZI dilaksanakan pada Selasa (4/8) dan diikuti warga binaan yang telah terdaftar sebagai penerima layanan. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BRI Cabang Sibolga memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan BRIZZI, mulai dari aktivasi kartu, pengisian saldo atau top up, penggunaan saldo untuk transaksi, hingga ketentuan limit saldo dan dana deposit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kartu BRIZZI nantinya dapat digunakan warga binaan untuk berbelanja di kantin Lapas serta mengakses layanan Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi dengan keluarga. Dengan penerapan sistem ini, transaksi warga binaan dapat dilakukan secara non tunai tanpa harus menggunakan uang fisik.

Sebagai tahap awal penerapan program, Lapas Sibolga menyediakan 100 kartu BRIZZI secara gratis bagi kepala kamar dan warga binaan yang telah mendaftarkan namanya.
Untuk mendukung kemudahan pengisian saldo, Lapas Sibolga juga menyediakan kontak person atau narahubung yang dapat digunakan keluarga warga binaan untuk menyampaikan bukti top up. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempermudah keluarga dalam memenuhi kebutuhan saldo warga binaan sekaligus membantu menjaga transaksi tetap tertib dan terpantau.

Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, mengatakan penerapan transaksi non tunai merupakan bagian dari komitmen Lapas Sibolga untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pelayanan.

“Kami ingin membangun sistem transaksi yang lebih tertib dan transparan. Dengan transaksi non tunai, setiap penggunaan saldo dapat lebih mudah dipantau sehingga dapat meminimalisir transaksi tunai sekaligus mencegah terjadinya pungutan liar,” ujar Tri Purnomo.

Menurut Tri, penggunaan BRIZZI untuk kebutuhan warga binaan, termasuk berbelanja di kantin dan menggunakan layanan Wartelsuspas, diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus menciptakan sistem transaksi yang lebih terukur.

“Program ini bukan sekadar mengganti transaksi tunai menjadi non tunai. Kami ingin menghadirkan sistem yang memberikan kemudahan bagi warga binaan dan keluarga, tetapi tetap aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan program tersebut akan terus dievaluasi agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun keluarga.

Melalui kerja sama dengan Bank BRI Cabang Sibolga, Lapas Sibolga berharap penerapan transaksi non tunai dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola layanan pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel.

Program ini sekaligus menjadi langkah nyata Lapas Kelas IIA Sibolga dalam menghadirkan layanan yang lebih transparan, meminimalisir transaksi tunai, serta mencegah terjadinya pungutan liar di lingkungan pemasyarakatan. (AVID/Tim Humas Lasiga).

Berita Terkait

Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
Keteladanan Tokoh Pemuda: Afrizal Fadli Nasution Menghidupkan Senyum dan Kebersamaan di Medan Amplas
Rutan 1 Medan Kembali Diserang Isu Hoaks, Video di Medsos Dipertanyakan Asal-usulnya
Ryan Sinaga Biayai Sendiri Seragam Wartawan, AJMI Perkokoh Sinergi Pers dengan Kodam I/Bukit Barisan
Lapas Narkotika Langkat Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Hortikultura Pepaya California
Diskusi Santai di Warkop Dedi Cemot, Chairun Syahputra dan Darius Simanjuntak Bahas Gejala Hepatitis B
Janji Tinggal Janji Pembayaran Sewa Alat Escavator Pasca Bencana Semakin Tak Jelas

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:00

Pembayaran Sewa Alat Berat Pascabencana di Gayo Lues Tersendat Di BNPB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:58

Kombes Reza Chairul Masuk Kandidat Komandan Upacara HUT ke-81 RI, Aktivis Nasional: Bukti Kualitas Perwira Polri

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:49

Soroti Tren Belanja E-Purchasing, APH Diminta Awasi Ketat Dinas Pertanian Gayo Lues

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:28

Dari Ruang Redaksi ke Kampus, SWI dan UMJ Bangun Masa Depan Wartawan Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:19

Janji Tinggal Janji Pembayaran Sewa Alat Escavator Pasca Bencana Semakin Tak Jelas

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:39

Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:27

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Kasus Narkotika Ganja, Seorang Perempuan Diamankan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!

Berita Terbaru

DAERAH

Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol

Sabtu, 22 Agu 2026 - 22:51