DUGAAN MAFIA PERS BERKEDOK PEMERAS DENGAN ANCAMAN BERITA HOAKS

REDAKSI SULSEL

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:25

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, MAKASSAR – Pemberitaan yang dimuat salah satu media online terkait dugaan “mafia avtur” di Lanud Hasanuddin menuai perhatian publik. Pasalnya, artikel tersebut memuat tuduhan serius terhadap sejumlah pihak dan perusahaan, namun tidak terlihat memuat tanggapan maupun hasil konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam yg isi pemberitaan.

Dalam praktik jurnalistik profesional, prinsip cover both sides merupakan kewajiban moral sekaligus etika yang harus dijunjung tinggi. Setiap pihak yang disebut atau dituduh dalam suatu pemberitaan seyogianya diberi kesempatan untuk memberikan klarifikasi sebelum berita dipublikasikan, atau setidaknya dijelaskan bahwa media masih berupaya memperoleh konfirmasi.

KETUA LSM – FORUM RAKYAT BERSATU (SEMUT HITAM) SAUDARA ” HENDRA SYAM L, ST ” SALAH SATU NARA SUMBER MENAMBAHKAN BAHWA MARAKNYA OKNUM PEKERJA MEDIA MEMBERITAKAN BERITA HOAKS DENGAN MAKSUD DAN TUJUAN UNTUK MEMERAS DENGAN TIDAK MEMATUHI LAGI ATURAN SEPERTI CONTOHNYA MELAKUKAN INVESTIGASI ATAU KLARIFIKASI KEPADA PIHAK YANG DI BERITAKAN SEHINGGA DAPAT MERUGIKAN INSTITUSI ATAU LEMBAGA NEGARA TERSEBUT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SAUDARA HENDRA SYAM AKAN MENGAMBIL LANGKAH HUKUM UNTUK MEMBERIKAN 3FEK JERA BAGI OKNUM PEKERJA MEDIA YANG SERING MELAKUKAN PEMERAN

Artikel tersebut lebih banyak mengutip hasil investigasi dan pernyataan dari narasumber tertentu, sementara ruang bagi pihak yang menjadi objek tuduhan tidak tampak disajikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesan bahwa informasi yang disampaikan bersifat sepihak dan dapat membentuk opini publik sebelum adanya pembuktian melalui proses hukum.

Pakar komunikasi dan hukum pers kerap mengingatkan bahwa UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik mewajibkan wartawan menguji informasi, menyajikan berita secara berimbang, dan tidak menghakimi seseorang melalui pemberitaan.

Penggunaan istilah seperti “mafia”, “penjualan ilegal”, maupun penyebutan nama perusahaan dalam konteks dugaan tanpa diimbangi klarifikasi dari pihak terkait berpotensi menimbulkan kerugian terhadap reputasi pihak yang disebut apabila dugaan tersebut belum terbukti secara hukum.

Pers memiliki fungsi kontrol sosial, namun fungsi tersebut harus dijalankan secara profesional dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, serta penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah. Oleh karena itu, publik berharap setiap media tetap menjaga integritas jurnalistik agar informasi yang disampaikan tidak hanya cepat, tetapi juga adil, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Makassar Ungkap 8 Kasus Pencurian di Ujung Tanah
Puncak Perayaan HUT Ke-27 Malinau: Pesta Budaya Irau Ke-12 Sukses Meriah dan Memukau
DPW KJNI Sejumlah Provinsi Sampaikan Apresiasi, Arul Tekankan Persatuan dan Integritas
Rapat Paripurna HUT ke-14 Kaltara: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen, Pemprov Raih WTP 12 Kali Berturut-turut
Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah
KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 
KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur
Kasat Lantas AKP Abdul Malik Pimpin Pengaturan Arus, Keselamatan Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru