Sentuhan Teknologi Hijau UNHAS di Bulukumba: Sulap Air Kelapa Jadi Penyubur Bawang Merah

REDAKSI SULSEL

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:04

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, BULUKUMBA – Universitas Hasanuddin (UNHAS) kembali membuktikan kepedulian nyatanya dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memberdayakan warga lokal. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), UNHAS menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani melalui Budidaya Bawang Merah Pekarangan Berbasis Biostimulan Air Kelapa di Desa Bontolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba”.

 

Aksi sosial yang bergulir sejak Mei hingga November 2026 ini disokong penuh oleh pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNHAS. Langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi kampus dalam menyebarluaskan inovasi ilmiah demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat di akar rumput.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Agenda strategis ini dinakhodai oleh Prof. Dr. Ir. Fachirah Ulfa, MP, dengan diperkuat oleh jajaran pakar lainnya, yakni Prof. Dr. Ir. Elkawakib Syam, Dr. Ir. Vien Sartika Dewi, M.Si, dan Dr. Ir. Heliawaty, M.Si. Tak hanya para dosen, program ini juga memboyong mahasiswa UNHAS, Ahmad Dzaky Mubarak, yang aktif mendampingi warga dalam setiap sesi praktik di lapangan.

 

Adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Masumange Desa Bontolohe yang digandeng sebagai mitra. Selama ini, para anggotanya memiliki lahan pekarangan rumah yang cukup luas namun belum dikelola secara produktif untuk menopang dapur atau dompet keluarga. Celah inilah yang mendorong tim UNHAS untuk membagikan teknik budidaya yang praktis, murah, dan aplikatif.

 

Kepada awak media pada Sabtu (20/6/2026), Ketua Tim Pengabdian, Prof. Fachirah Ulfa, menekankan bahwa pekarangan rumah sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai benteng ketahanan pangan keluarga, khususnya di era saat lahan produktif kian menyusut dan harga pangan terus bergejolak.

 

“Jika dikelola dengan cerdas, pekarangan bukan cuma bisa memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tapi juga berpotensi jadi sumber penghasilan tambahan. Di sini, kami mengajak warga memanfaatkan potensi lokal yang melimpah dan murah, yaitu menyuburkan tanaman bawang merah lewat formula biostimulan dari air kelapa,” tutur akademisi yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 angkatan 1982 tersebut.

 

Pada hari pertama, antusiasme peserta langsung dipicu lewat pembekalan materi. Mereka diajak memahami cara memaksimalkan fungsi pekarangan, teknik menanam bawang merah menggunakan media polybag, strategi menghalau hama dan penyakit, hingga analisis peluang bisnis tani berskala rumah tangga.

 

Suasana semakin seru saat memasuki agenda berikutnya, yaitu pelatihan pembuatan biostimulan dari fermentasi air kelapa yang berfungsi sebagai vitamin penumbuh alami. Usai menguasai rumusnya, para ibu tani ini langsung mempraktikkan cara menanam bibit bawang merah ke dalam polybag yang diproyeksikan sebagai model percontohan di rumah mereka.

 

Prof. Fachirah Ulfa menambahkan, dalam sesi simulasi tersebut, Ahmad Dzaky Mubarak selaku perwakilan mahasiswa cekatan memandu emak-emak KWT mulai dari mengolah ramuan fermentasi air kelapa, meracik media tanam, hingga teknik menancapkan bibit yang benar. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi esensi dari tridarma perguruan tinggi sekaligus memberikan ruang belajar nyata di tengah masyarakat.

 

Berdasarkan kajian tim ahli UNHAS, memilih air kelapa sebagai biostimulan adalah terobosan cerdas yang ramah lingkungan sekaligus hemat biaya. Air kelapa yang kerap dibuang percuma terbukti kaya akan hormon pertumbuhan alami dan nutrisi esensial yang mampu mempercepat serta menyuburkan tanaman hortikultura, termasuk komoditas bawang merah.

 

Lewat program jangka panjang ini, para anggota KWT diharapkan tidak hanya membawa pulang ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga mampu menciptakan kawasan percontohan (demplot) tanaman bawang merah di lingkungan mereka, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya memanfaatkan bahan-bahan lokal demi ketahanan pangan mandiri.

 

Bukan sekadar memberi dampak instan bagi warga Desa Bontolohe, program PKM ini juga ditargetkan menelurkan berbagai output akademik dan publikasi. Di antaranya meliputi jurnal ilmiah, rilis media massa, video dokumentasi, poster edukasi, hingga cetak biru (blueprint) model pemberdayaan masyarakat berbasis biostimulan air kelapa.

 

“Melalui metode yang mengedepankan partisipasi aktif warga dan ditopang oleh riset ilmiah, Universitas Hasanuddin optimis program ini dapat menjadi pemantik serta contoh nyata bagaimana halaman rumah bisa diubah menjadi sumber pangan mandiri, pendongkrak ekonomi, dan pilar pembangunan desa yang berkelanjutan,” pungkasnya optimis. (*)

Berita Terkait

Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Cafe di Jl. AP Pettarani Makassar Dirusak Orang Tak Dikenal, Pemilik Resmi Lapor Polisi
Tender Dermaga Kajang Rp30,9 Miliar Dipertanyakan, JAS Soroti Rekam Jejak dan Afiliasi Peserta
Bobol Toko Baja di Talaga dan Gasak Rp 285 Juta, 3 Komplotan Residivis Lintas Daerah Diringkus Polres Majalengka
Tujuh Orang Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Semangat Kemerdekaan Satukan Warga Babakan Talang ,  Karang Taruna RW 02 Desa Bojongkoneng Gelar Pesta Rakyat Penuh Kebersamaan
Sorotan pelayanan PO BINTANG TIMUR, penumpang tujuan makassar-Malili luwu timur keluhkan dugaan pelayanan kurang baik
Ransus Damkar Kodim 1408/Makassar Turut Padamkan Kebakaran di Jalan Kandea, 38 Rumah Terdampak

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:06

Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 08:33

Putusan MA Tegaskan Kewajiban Rp1,128 Miliar, Kuasa Hukum Minta Segera Dilaksanakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:21

Tujuh Orang Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:37

Laksanakan Komsos ,Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Berikan Sosialisasi Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kampar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:41

Jumat Berkah GRIB Jaya Medan di Masjid Al Baitul Amin, Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan untuk Jamaah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:21

*9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat  Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan** 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:39

Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:53

Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog

Berita Terbaru