Janda Dua Anak Lawan Dugaan Perampasan Mobil di Jalan, Perkara Debt Collector Kini Disidangkan di PN Semarang

REDAKSI SULSEL

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:20

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, SEMARANG – Kasus dugaan perampasan mobil oleh sekelompok debt collector yang sempat viral di media sosial kini memasuki babak baru. Seorang warga bernama Astrie Apresitha terus memperjuangkan haknya dengan menempuh jalur hukum dan berharap mendapatkan keadilan melalui proses persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada 13 November 2024 sekitar pukul 11.30 WIB di kawasan Jalan Barito Raya, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Saat itu, Astrie yang merupakan seorang janda dan tulang punggung bagi dua anaknya, termasuk seorang balita berusia sekitar dua tahun, mengaku mengalami penghentian kendaraan secara paksa di tengah perjalanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut keterangan yang disampaikan, mobil yang dikendarainya diduga dihentikan oleh sejumlah orang yang disebut sebagai debt collector. Kendaraan korban disebut dipepet oleh dua mobil lain dan satu motor sebelum akhirnya mobil yang digunakannya diambil di lokasi kejadian.

 

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan sempat ramai diperbincangkan karena menyangkut dugaan tindakan penarikan kendaraan di jalan yang dinilai tidak manusiawi, terlebih saat korban sedang bersama anak kecil.

 

Hingga 3 Juni 2026, Astrie mengaku masih berjuang mencari keadilan melalui jalur hukum. Ia berharap proses yang berlangsung di Pengadilan Negeri Semarang dapat memberikan kepastian hukum serta kejelasan atas nasib kendaraan yang menurutnya merupakan sarana penting untuk menunjang kehidupan dan kebutuhan keluarganya.

 

“Sebagai seorang ibu yang membesarkan dua anak, saya hanya berharap mendapatkan keadilan dan hak saya dapat dipulihkan melalui proses hukum yang sedang berjalan,” ungkap Astrie.

 

Perkara tersebut kini memasuki tahap persidangan dan menjadi perhatian berbagai pihak yang menantikan putusan pengadilan. Sementara itu, semua pihak yang terlibat tetap memiliki hak untuk menyampaikan keterangan dan pembelaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Tim

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Makassar Ungkap 8 Kasus Pencurian di Ujung Tanah
Puncak Perayaan HUT Ke-27 Malinau: Pesta Budaya Irau Ke-12 Sukses Meriah dan Memukau
DPW KJNI Sejumlah Provinsi Sampaikan Apresiasi, Arul Tekankan Persatuan dan Integritas
Rapat Paripurna HUT ke-14 Kaltara: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen, Pemprov Raih WTP 12 Kali Berturut-turut
Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah
KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 
KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur
Kasat Lantas AKP Abdul Malik Pimpin Pengaturan Arus, Keselamatan Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru