Pernyataan Tokoh Masyarakat Soal Penjualan Makanan Non Hala : Perlu Sikap Saling Menghormati

REDAKSI MEDAN

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:34

5097 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN : Tokoh masyarakat Sakhyan Asmara menyampaikan sebenarnya faktor utama yang membuat Umat Islam ber reaksi karena penjualan daging babi dilakukan secara terbuka di tempat umum. Hal itu dirasakan telah mengganggu aktivitas umat Islam.

Umat Islam merasa terganggu berlalu lalang, menyaksikan daging babi yang dijual di kawasan permukiman penduduk itu, dipajang, digantung tanpa penutup. Akibatnya udara dihirup, lalat-lalat berterbangan, air limbah melewati parit-parit rumah masyarakat yang diantaranya terdapat kaum muslimin. Apa lagi ada lapak penjualan yang dekat rumah sekolah, anak-anak kita menuju sekolah melewatinya bahkan ada yang sangat dekat dengan masjid.

“Jadi hal ini bukan semata persoalan cari makan bagi penjual, tapi dirasakan lebih kepada sikap seakan menafikan keberadaan umat Islam yang menurut ajarannya daging babi itu haram. Sehingga dirasa perlu adanya sikap menghargai atau menghormati,” kata Sahyan pada media Sabtu 7 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sepatutnya menurut hemat saya, persoalan penjualanan daging babi ini sebaiknya jangan hanya melihat dari kacamata sendiri, menurut ukuran sendiri, melainkan harus ada jalan tengah. Bagaimana pedagang daging babi tetap dapat berjualan, tetapi juga tetap dapat memberi ruang aktivitas yang tidak mengganggu umat lainnya khususnya umat Islam.”

Salah satu caranya kata dia adalah, relokasi tempat penjualan yang dijamin nyaman berjualan, yaitu pasar terdekat sehingga terjadi kenyamanan bagi semua. Konsumen juga dapat terjamin ketersedian untuk membeli daging yang diinginkannya.

“Sama halnya dengan penjualan daging lembu, daging kambing, daging kerbau yang hanya dapat dibeli di pasar atau istilah kita di pajak. Jadi tidak ada diskriminasi, semua diperlakukan sama yakni masing masing ada lokasinya di pasar atau pajak, bukan di tempat umum seperti yang selama ini berlangsung.
Disinilah harmonisasi itu bisa kita dapat,” tutup dia. ril/nrd

Berita Terkait

*9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat  Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan** 
Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
Keteladanan Tokoh Pemuda: Afrizal Fadli Nasution Menghidupkan Senyum dan Kebersamaan di Medan Amplas
Rutan 1 Medan Kembali Diserang Isu Hoaks, Video di Medsos Dipertanyakan Asal-usulnya
Ryan Sinaga Biayai Sendiri Seragam Wartawan, AJMI Perkokoh Sinergi Pers dengan Kodam I/Bukit Barisan
Tekan Transaksi Tunai dan Pungli, Lapas Sibolga Terapkan Transaksi Non Tunai dengan BRIZZI
Lapas Narkotika Langkat Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Hortikultura Pepaya California

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:01

Jelang Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polwan Polres Pelabuhan Makassar “Masuk Sekolah” Cegah Tawuran hingga Narkoba

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:52

Proyek Jalan Belum Diserahterimakan Sudah Retak, Siapa Pengawas dan Pelaksananya?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06

Air Mata Haru dan Doa Keberkahan Warnai Peringatan Maulid Nabi di Babakan Talang Ngamprah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:51

Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:12

Puncak AnniverSMANSAry ke-76 Menggema, Ribuan Alumni SMAN 1 Makassar Solidkan Barisan demi Bangsa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:49

Potensi Kerugian Capai Rp596 Miliar Jadi Sorotan, APMP Jatim Desak Kejati Jatim Bertindak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:06

Praperadilan A.S. di PN Tangerang, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Penetapan Tersangka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:05

Silaturahmi SWI Jabar dan Kesbangpol Perkuat Komunikasi dan Sinergi Informasi untuk Masyarakat

Berita Terbaru