Arief Martha Rahadyan: Strategi Akselarasi Pariwisata Mesin Devisa Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Yang Tangguh

REDAKSI SULSEL

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, JAKARTA – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sektor pariwisata dinilai menjadi tumpuan yang krusial bagi Indonesia.

 

Pengamat Ekonomi dan Pariwisata Arief Martha Rahadyan, menegaskan bahwa pariwisata harus diposisikan sebagai strategi utama untuk menjaga resiliensi ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Arief, ketika rupiah melemah, Indonesia membutuhkan sektor riil yang mampu menghasilkan devisa dengan cepat dan berkelanjutan.

 

“Pariwisata adalah jawaban paling rasional.

 

Pelemahan nilai tukar rupiah sebenarnya bukan sekadar tantangan, melainkan peluang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Dengan kurs yang lebih kompetitif, biaya berwisata di Indonesia menjadi jauh lebih menarik dibandingkan negara negara pesaing di Asia,” ujar Arief,” Sabtu (6/6/2026).

 

Strategi Akselerasi Pariwisata sebagai Mesin Devisa

Untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi yang tangguh, Arief memaparkan lima langkah strategis yang harus segera diimplementasikan oleh pemerintah:

 

Agresivitas Promosi Digital: Pemerintah perlu memperluas jangkauan promosi internasional ke negara negara dengan potensi pasar besar seperti India, kawasan Timur Tengah, Tiongkok, Eropa, dan Australia melalui pendekatan pemasaran digital yang lebih modern dan terintegrasi.

 

Optimalisasi Konektivitas:

 

Aksesibilitas menjadi kunci. Pemerintah harus fokus menambah frekuensi penerbangan langsung (direct flight) menuju destinasi wisata unggulan agar wisatawan mancanegara dapat menjangkau daerah tujuan dengan lebih mudah dan efisien.

 

Fokus pada Wisata Kualitas: Pergeseran tren wisatawan global saat ini mengarah pada pengalaman premium. Fokus pengembangan harus diarahkan pada wisata budaya, ekowisata, wisata kesehatan (wellness tourism), hingga sport tourism, daripada hanya sekadar wisata massal.

 

Pemberdayaan UMKM Lokal:

 

Manfaat ekonomi pariwisata harus dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Penguatan UMKM di sektor kuliner, penginapan rakyat (homestay), serta produk ekonomi kreatif daerah harus menjadi prioritas agar tercipta dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi domestik.

 

Menjamin Keamanan dan Kenyamanan: Persepsi internasional mengenai stabilitas keamanan adalah faktor penentu utama. Keamanan destinasi harus terus dijaga guna meningkatkan kepercayaan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

 

Momentum Kebangkitan Ekonomi

 

Arief optimistis bahwa jika kelima strategi tersebut dijalankan secara serius dan konsisten, sektor pariwisata tidak hanya akan menjadi penyumbang devisa yang signifikan, tetapi juga mampu meredam tekanan terhadap rupiah.

 

“Jika dikelola dengan tepat, pariwisata akan menjadi ‘mesin devisa’ baru yang memperkuat fondasi ekonomi nasional, menjaga stabilitas nilai tukar, dan sekaligus membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat.

 

Dengan sinergi antara pemerintah dan para pelaku industri, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan Indonesia dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global di masa depan,” tukas Arief Martha Rahadiyan. (Red)

Berita Terkait

Janji Tinggal Janji Pembayaran Sewa Alat Escavator Pasca Bencana Semakin Tak Jelas
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Fahd El Fouz Arafiq: Serangan terhadap Bahlil Sudah Kelewatan, Ormas Golkar Siap Melawan
DPP SWI Terima Arahan Dewan Pers, Langkah Strategis Menuju Organisasi Wartawan yang Berkualitas
Prof DR Sutan Nasomal : Indonesia Bobrok Oleh Oknum Tikus Berpesta Korupsi Di Tubuh BGN “Presiden RI Harus Lawan”
AHY dan Ibas Dinilai Taat Aturan, Pengamat: Stop Tuduhan Tak Berdasar
AHY dan Ibas Dinilai Taat Aturan, Pengamat: Stop Tuduhan Tak Berdasar
Narasi Negatif Terhadap AHY Dinilai Sarat Kepentingan dan Tidak Berdasarkan Fakta

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:19

Janji Tinggal Janji Pembayaran Sewa Alat Escavator Pasca Bencana Semakin Tak Jelas

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:40

Publik Dibuat Geger! Tuduhan Gudang BBM Milik Anggota TNI AU Berujung Klarifikasi Mengejutkan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:37

Kapolsek Panipahan Turun ke Lahan, Pastikan Tanaman Jagung Tumbuh Optimal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:08

RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan Normal di Tengah Kebijakan Pembatasan JKA

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:00

Terungkap! Kapolrestabes Medan Pernah Hubungi Ketua Umum HBB dan Ketua Umum PMS Berjanji Menyelesaikan Kasus Korban Jadi Tersangka Setelah Nangkap Maling ?

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:29

Bencana Lingkungan Mengintai Deli Serdang! GEMPAR SUMUT Tuntut Pertanggungjawaban Atas Matinya Puluhan Ton Ikan

Senin, 13 Juli 2026 - 21:34

Cegah Kriminalitas Sebelum Terjadi, Polres Pelabuhan Makassar Perkuat Patroli Malam

Senin, 13 Juli 2026 - 21:27

Polres Pelabuhan Makassar Ajak Warga Dirikan Shalat 5 Waktu, Perkuat Iman dan Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru