MEDAN –
Waktu boleh berjalan enam dekade, namun kenangan masa sekolah ternyata tetap menemukan jalannya untuk kembali hidup.
Sabtu siang (28/03/2026) di Le Polonia Hotel Medan menjadi saksi bagaimana para alumni SMP Negeri 10/12 Medan lintas generasi Angkatan 1966–2026 berkumpul dalam Temu Kangen dan Halal Bi Halal 60 Tahun Alumni, menghadirkan suasana hangat yang tidak sekadar reuni, tetapi perjalanan pulang menuju akar persahabatan.

Di antara para alumni yang hadir, sosok Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menjadi perhatian tersendiri.
Jabatan tinggi militer yang kini diembannya seolah melebur ketika ia kembali duduk bersama teman-teman lamanya—tertawa, berbagi cerita, dan mengenang masa remaja yang pernah mereka lalui bersama di Medan.Tidak ada sekat jabatan. Tidak ada jarak status. Yang tersisa hanyalah persahabatan.
Reuni yang Menyatukan Perjalanan Hidup
Para alumni datang membawa cerita panjang perjalanan hidup masing-masing: ada yang mengabdi di militer, birokrasi, dunia usaha, pendidikan, hingga organisasi sosial kemasyarakatan.
Namun semuanya seperti dalam miniatur kecil, keberagaman itu justru menjadi kekuatan utama.
Pelukan hangat antaralumni menjadi simbol bahwa nilai toleransi dan kebersamaan telah tertanam sejak mereka masih duduk di bangku SMP.
Ketua Panitia Bambang Kurnianto menyebut reuni 60 tahun ini sebagai momentum langka yang sarat makna.
“Enam puluh tahun perjalanan persahabatan ini menunjukkan bahwa hubungan yang dibangun dengan tulus tidak pernah hilang. Kami ingin menjaga semangat kebersamaan ini sebagai warisan nilai bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, alumni SMP Negeri 10/12 Medan telah lama hidup dalam keberagaman tanpa sekat perbedaan.
Pangdam dan Kenangan Masa Remaja
Kehadiran Mayjen TNI Dody Triwinarto tidak hanya membawa kebanggaan bagi para alumni, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang perjalanan hidup seorang anak bangsa.
Dari ruang kelas sederhana di Medan, perjalanan hidup membawanya hingga menjadi Pangdam XV/Pattimura—salah satu posisi strategis dalam struktur TNI.
Namun di tengah reuni itu, jabatan seakan tak lagi penting. Ia kembali menjadi sahabat lama.
Salah satu Alumni Zam Zam Jamilah, S.H., M.H mengatakan, kekuatan terbesar pertemuan ini bukanlah prestasi pribadi, melainkan kemampuan menjaga hubungan kemanusiaan selama puluhan tahun.
“Sejak dulu kami sudah hidup dalam keberagaman. Perbedaan justru mempererat persahabatan kami. Hari ini kami merasakan kembali energi masa muda itu,” ujarnya.
Halal Bi Halal dan Makna Persatuan
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai simbol saling memaafkan dan memperkuat ikatan silaturahmi lintas generasi.
Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang alumni yang tetap menjaga nilai kekeluargaan meski dipisahkan jarak, profesi, dan waktu.
Reuni ini menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: persatuan tidak lahir dari kesamaan, tetapi dari kemampuan menghargai perbedaan.
Enam Dekade Persahabatan yang Abadi
Acara ditutup dengan ramah tamah dan hiburan lagu-lagu nostalgia yang dinyanyikan bersama.
Tawa bercampur haru mengiringi perjalanan enam puluh tahun persaudaraan yang tetap hidup.
Temu Kangen dan Halal Bi Halal 60 Tahun Alumni SMP Negeri 10/12 Medan menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya melahirkan intelektual, tetapi juga membangun karakter kebangsaan.
Waktu boleh berlalu, usia boleh menua, namun persahabatan akan tetap berdiri kuat ketika keberagaman dirawat dengan hati. (red)
























