Merawat di Usia Senja: Lapas Kelas I Makassar Wujudkan Pembinaan Humanis melalui Posyandu Lansia

REDAKSI SULSEL

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:48

50129 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, MAKASSAR — Lapas Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi manusia melalui pelaksanaan Program Posyandu Lansia bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lanjut usia (lansia).

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Kelas I Makassar dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan, dengan tujuan utama untuk mengontrol kondisi kesehatan, mendeteksi dini potensi penyakit, serta mencegah penyebaran penyakit di lingkungan pemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga binaan lansia secara fisik maupun mental.

Kegiatan Posyandu Lansia ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Aula Lapas Kelas I Makassar, dan dilaksanakan oleh Tim Kesehatan Lapas Kelas I Makassar. Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, terstruktur, serta menerapkan standar pelayanan kesehatan yang baik. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah pengawasan langsung Kepala Bidang Pembinaan, Jimmy Rahmat Tumengkol, sebagai bentuk penguatan pengendalian dan tanggung jawab pelaksanaan program pembinaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun layanan yang diberikan dalam kegiatan Posyandu Lansia ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kondisi fisik umum, pemantauan penyakit kronis, konsultasi kesehatan, pemberian edukasi pola hidup sehat, pendampingan kesehatan dasar bagi warga binaan lansia serta pembagian Perlengkapan Bagi warga binaan pemasyarakatan.Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara petugas kesehatan dan warga binaan dalam menyampaikan edukasi preventif terkait pola makan, kebersihan diri, serta pencegahan penyakit menular.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang harus dipenuhi secara adil dan berkelanjutan tanpa diskriminasi, termasuk bagi kelompok lansia.

“Pelayanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga binaan. Melalui Posyandu Lansia ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan lanjut usia tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, dan pelayanan kesehatan yang layak. Pembinaan di lapas tidak hanya soal keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan,” tegas Sutarno.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan terpadu yang mengedepankan pendekatan humanis dan rehabilitatif.

“Kami ingin membangun sistem pembinaan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan warga binaan, baik fisik, mental, sosial, maupun kesehatan. Posyandu Lansia ini bukan kegiatan seremonial, tetapi program berkelanjutan yang terencana dan terstruktur,” tambahnya.

Program Posyandu Lansia ini telah diagendakan untuk dilaksanakan secara rutin setiap bulan, sebagai bentuk komitmen Lapas Kelas I Makassar dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Dengan sistem pemantauan rutin ini, kondisi kesehatan warga binaan lansia dapat terkontrol dengan baik, sehingga potensi gangguan kesehatan dapat dicegah sejak dini.

Melalui program ini, Lapas Kelas I Makassar terus berupaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, humanis, dan berorientasi pada pemulihan, sejalan dengan semangat reformasi pemasyarakatan yang menempatkan warga binaan sebagai subjek pembinaan, bukan semata objek penghukuman. Program Posyandu Lansia menjadi bukti nyata bahwa pelayanan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada aspek sosial, kesehatan, dan kemanusiaan.

Berita Terkait

Aksi Bersih Lingkungan, Polwan Polres Pelabuhan Makassar Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Nyaman
Jelang Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polwan Polres Pelabuhan Makassar “Masuk Sekolah” Cegah Tawuran hingga Narkoba
Proyek Jalan Belum Diserahterimakan Sudah Retak, Siapa Pengawas dan Pelaksananya?
Air Mata Haru dan Doa Keberkahan Warnai Peringatan Maulid Nabi di Babakan Talang Ngamprah
Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol
Puncak AnniverSMANSAry ke-76 Menggema, Ribuan Alumni SMAN 1 Makassar Solidkan Barisan demi Bangsa
Potensi Kerugian Capai Rp596 Miliar Jadi Sorotan, APMP Jatim Desak Kejati Jatim Bertindak
Praperadilan A.S. di PN Tangerang, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Penetapan Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:01

Jelang Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polwan Polres Pelabuhan Makassar “Masuk Sekolah” Cegah Tawuran hingga Narkoba

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:52

Proyek Jalan Belum Diserahterimakan Sudah Retak, Siapa Pengawas dan Pelaksananya?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06

Air Mata Haru dan Doa Keberkahan Warnai Peringatan Maulid Nabi di Babakan Talang Ngamprah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:51

Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:12

Puncak AnniverSMANSAry ke-76 Menggema, Ribuan Alumni SMAN 1 Makassar Solidkan Barisan demi Bangsa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:49

Potensi Kerugian Capai Rp596 Miliar Jadi Sorotan, APMP Jatim Desak Kejati Jatim Bertindak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:06

Praperadilan A.S. di PN Tangerang, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Penetapan Tersangka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:05

Silaturahmi SWI Jabar dan Kesbangpol Perkuat Komunikasi dan Sinergi Informasi untuk Masyarakat

Berita Terbaru