MEDAN – Suasana khusyuk dan penuh ketenangan menyelimuti Masjid At-Taibah di Lapas Kelas I Medan pada malam ke-15 Ramadhan 1447 H, Rabu (04/03/2026).
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, mengiringi pelaksanaan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah yang diikuti ratusan warga binaan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Sejak selepas azan Isya berkumandang, para jamaah tampak memadati saf-saf sholat.
Warga binaan mengenakan pakaian muslim rapi, sebagian membawa mushaf kecil di tangan.
Momen ini menjadi gambaran nyata bahwa bulan suci Ramadhan benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Wartawan yang hadir dalam kegiatan tersebut mendapat kesempatan istimewa untuk turut melaksanakan Sholat Tarawih berjamaah, setelah memperoleh izin langsung dari Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Yudi Suseno, serta Kalapas Kelas I Medan.
Kehadiran insan pers di tengah-tengah jamaah menambah kesan keterbukaan dan transparansi pembinaan kerohanian di dalam lapas.
Dalam tausiyah singkatnya, penceramah mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.
“Ramadhan adalah bulan ampunan. Siapa pun yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri, Allah akan bukakan pintu rahmat-Nya,” ujarnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian.
Suasana semakin syahdu ketika rakaat demi rakaat Tarawih dilaksanakan dengan bacaan yang tartil dan merdu.
Doa-doa yang dipanjatkan pada malam pertengahan Ramadhan itu terasa begitu menyentuh, seolah menjadi penguat harapan bagi para warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.
Program pembinaan keagamaan di Lapas Kelas I Medan memang menjadi salah satu prioritas dalam membentuk karakter warga binaan.
Selain Tarawih berjamaah, kegiatan tadarus Al-Qur’an, kultum, hingga pesantren kilat rutin digelar sepanjang bulan suci.
Malam ke-15 Ramadhan di Masjid At-Taibah bukan sekadar rangkaian ibadah rutin, tetapi menjadi simbol bahwa di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan, cahaya keimanan tetap bersinar terang.
Ramadhan menghadirkan harapan, memperkuat tekad, dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap insan berhak atas kesempatan kedua untuk menjadi pribadi yang lebih baik.(AVID)

























