KABANJAHE | Lensabhayangkara.com – Menghadapi tantangan geografis dan target pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menggelar diskusi strategis bersama Cendekiawan Karo Indonesia dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D). Pertemuan ini fokus pada perumusan mitigasi bencana serta penyusunan strategi pembangunan daerah yang selaras dengan visi-misi kepala daerah.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, S.P, dan Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM., beserta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Respons Cepat Terhadap Risiko Geografis
Dalam pemaparan teknis, terungkap bahwa Kabupaten Karo memiliki intensitas curah hujan yang sangat tinggi, berkisar antara 3.000–3.500 mm per tahun. Angka ini, ditambah dengan perubahan tata guna lahan dan kondisi topografi, menempatkan Karo pada risiko tinggi bencana banjir dan tanah longsor.
Menyikapi hal tersebut, diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi krusial bagi keselamatan publik:
▪︎ Restorasi Ekologi: Percepatan reboisasi dan penataan kawasan permukiman serta pertanian.
▪︎ Inovasi Infrastruktur: Penguatan sistem irigasi, adopsi teknologi pertanian modern, serta pembangunan shelter bencana multifungsi.
▪︎ Sistem Peringatan Dini: Penyediaan teknologi Early Warning System (EWS) di titik-titik rawan.
▪︎ Ketahanan Gempa: Penerapan standar bangunan tahan gempa (PBG) yang melibatkan tenaga ahli secara ketat serta pemanfaatan peta kawasan rawan secara presisi.

Investasi sebagai Lokomotif Ekonomi
Selain mitigasi, forum ini menyoroti pentingnya efisiensi kebijakan di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Pemerintah sepakat bahwa penarikan investasi harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Kebijakan pembangunan akan diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif guna menarik minat investor luar.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, memberikan apresiasi mendalam atas sumbangsih pemikiran para cendekiawan. Beliau menegaskan bahwa membangun Karo tidak bisa dilakukan secara parsial.
”Kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga diaspora Karo adalah kunci. Kita butuh terobosan yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujar Bupati menutup kegiatan.
Melalui sinergi ini, Pemkab Karo optimistis dapat mewujudkan daerah yang tidak hanya tangguh secara infrastruktur dalam menghadapi bencana, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
(Agm)

























