Brutal! Diduga Mabuk Tuak, Ayah dan Anak Hajar Warga Pakai Besi Setelah Rusak Rumah Korban

REDAKSI MEDAN

Jumat, 24 April 2026 - 19:02

5093 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pematangsiantar

Aksi kekerasan brutal disertai pengrusakan rumah dan penganiayaan sadis terjadi di wilayah Sumatera Utara. Seorang warga bernama Simon Perez Sitinjak (47) menjadi korban amukan seorang pria bersama anaknya hingga mengalami luka akibat dipukul menggunakan besi.

Korban kini menolak segala upaya damai dan mendesak polisi segera menangkap pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Siantar Utara, Polres Pematangsiantar sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor LP/B/32/IV/2026/ SPKT/ Polsek Siantar Utara/Polres Pematangsiantar/Polda Sumatera Utara tertanggal 16 April 2026.

Korban keoad awak media, Jumat (24/04/2026) menyebutkan,
Peristiwa bermula beberapa hari sebelumnya ketika pelaku diduga datang ke rumah korban di kawasan Jalan Babolon Kanan, Kelurahan Senter Utara, dalam kondisi mabuk tuak. Menurut keterangan korban, pelaku membuat keributan tanpa alasan jelas dengan berteriak-teriak serta memancing emosi keluarga korban.
Meski diprovokasi, korban memilih menahan diri dan meminta keluarganya tidak terpancing. Namun situasi justru berubah menjadi brutal ketika pelaku mulai merusak bagian rumah korban.
Barang-barang di sekitar rumah dihancurkan hingga membuat keluarga korban ketakutan.
“Rumah saya dirusak habis. Kami tidak melawan. Saya langsung pergi ke Polsek untuk melapor,” ujar Simon.
Bukannya mereda, keesokan harinya pelaku kembali mendatangi korban, kali ini bersama anaknya sambil membawa sepotong besi. Di depan rumah korban, keduanya langsung melakukan penganiayaan.
Korban dipukul berulang kali menggunakan besi hingga mengenai bagian kepala sebelah kiri dan menyebabkan luka serius. Korban kemudian menjalani visum medis sebagai bukti laporan resmi kepada pihak kepolisian.
“Saya dipukuli pakai besi. Visum sudah keluar. Ini bukan ribut biasa, ini sudah penganiayaan,” tegasnya.
Kronologi dalam laporan polisi menyebutkan, kejadian kekerasan tersebut juga terjadi di kawasan Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu korban melihat pelaku berada di depan warung tuak sebelum akhirnya terjadi pengejaran dan pemukulan menggunakan besi yang kemudian dilerai warga sekitar.
Ironisnya, setelah laporan polisi berjalan, pelaku disebut mencoba menawarkan perdamaian dengan sejumlah uang bernilai ratusan ribu hingga sekitar satu juta rupiah. Tawaran tersebut langsung ditolak korban.
“Mana mau saya damai. Rumah saya dirusak, saya dihajar pakai besi. Lanjut proses hukum saja,” ucap Simon dengan nada tegas.
Korban juga mengaku merasa ada tekanan agar perkara diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menduga terdapat pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.
Hingga kini, korban menyebut pelaku belum diamankan meski laporan telah diterima polisi. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga sekitar yang khawatir konflik dapat meluas.
Masyarakat menilai tindakan pelaku bukan lagi persoalan pribadi, melainkan sudah masuk kategori tindak pidana serius berupa pengrusakan rumah, penganiayaan berat, serta ancaman terhadap keselamatan warga.
Korban berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas.
“Jangan tunggu ada korban berikutnya. Saya minta pelaku segera ditangkap,” tutupnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.(red)

Berita Terkait

Dandenpom XIV/4 Makassar Sambut Lettu Cpm Mansyur, Dorong Adaptasi dan Sinergi untuk Mendukung Tugas Satuan
Kaltara Sabet Indeks Kerukunan Tertinggi, Gubernur Zainal Minta FKUB Aktifkan “Radar” Deteksi Dini
Demi 2029, Kader PSI dari Ujung Sulsel Rela Tempuh Belasan Jam Demi Konsolidasi Akbar
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Buruh Harian Lepas di Padalarang Tempuh Jalur Hukum
KAKI Jatim Apresiasi Disdik Surabaya, SPMB 2026 Bersih Tanpa Pungli dan Gratifikasi
DPP SWI Terima Arahan Dewan Pers, Langkah Strategis Menuju Organisasi Wartawan yang Berkualitas
Menuju Sukses Ketahanan Pangan Kompol Ade Rahmat: Kebersamaan Menjadi Kunci Keberhasilan Program Ketahanan Pangan di Cicalengka
Diduga Tetap Proses Surat Hibah Meski Dipersoalkan Keluarga, Oknum Kasi Desa Surulangi: “Media Resmi Saja Saya Tidak Takut” 

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:30

Hakim Syahputra–Muhammad Alif Purnama Siap Bawa Semangat Baru bagi Pemuda Sedinginan

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:31

Kawal Program Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Pastikan Kesiapan Lahan Jagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:19

Janji Tinggal Janji Pembayaran Sewa Alat Escavator Pasca Bencana Semakin Tak Jelas

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:50

Kodam XIX Tuanku Tambusai Hadirkan Hiburan Rakyat hingga Nobar Final Piala Dunia, Festival Nusantara Ditutup Meriah

Senin, 20 Juli 2026 - 17:37

Kapolsek Panipahan Turun ke Lahan, Pastikan Tanaman Jagung Tumbuh Optimal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:08

RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan Normal di Tengah Kebijakan Pembatasan JKA

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:00

Terungkap! Kapolrestabes Medan Pernah Hubungi Ketua Umum HBB dan Ketua Umum PMS Berjanji Menyelesaikan Kasus Korban Jadi Tersangka Setelah Nangkap Maling ?

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:29

Bencana Lingkungan Mengintai Deli Serdang! GEMPAR SUMUT Tuntut Pertanggungjawaban Atas Matinya Puluhan Ton Ikan

Berita Terbaru