Sudah 2 Minggu, Laporan Kasus Tindak Pidana Penganiayaan Yang Dialami FXHS Masih Jalan Ditempat

KAPERWIL SUMUT

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:18

50209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi FXHS (23) Korban Tindak Pidana Penganiayaan saat berikan keterangan kepada wartawan.

Karo – Lensabhayangkara – Sudah lebih 2 (dua) minggu, laporan kasus tindak pidana penganiayaan yang dialami korban berinisial FXHS (23) warga Desa Naga lingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo tak kunjung diproses hukum.

Hal itu diketahui  berdasarkan pengakuan korban FXHS, kepada wartawan. Dirinya (korban) mengaku telah mengalami Penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor RG warga Simpang Enam, Kabanjahe. Pada hari senin 8 Desember 2025 sekitar pukul 17 : 10 Wib.

Sambil menujukkan selembar surat tanda penerimaan laporan dengan nomor : STTLP/B/569/XII/2025/SPKT/POLRES TANAH KARO/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 8 Desember 2025.

Korban juga mengatakan bahwa kejadian Penganiayaan yang dialaminya bertempat di Kedai Kopi Raja yang tak lain diusaha i oleh Terlapor RG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun kronologi kejadian menurut keterangan Korban, berawal saat dirinya (korban) mendatangi kedai kopi milik terlapor RG.

“Tanpa diketahui apa sebabnya, tiba tiba leher saya dipiting dari belakang oleh RG (terlapor)  dengan sekuat tenaga,” ujar korban saat didatangi wartawandi rumah kediamannya di Aek popo, Kecamatan Merek. Jumat,  (26/12/2025) sore.

Lanjutnya lagi, “saat leher saya di piting oleh pelaku, saya sempat gak bisa bernafas bang.. dan gak bisa berbuat banyak karna menahan sakit. Karna saya sudah tak bergerak ahirnya pitingan tangannya dilepaskan sendiri oleh terlapor RG. Saat kejadian itu, ada saksi yang melihat langsung,

Kemudian dengan kondisi lemas, saya diantar kerabat saya, ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis dan sudah melakukan visum, selanjutnya saya membuat laporan resmi ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu  (SPKT) Polres Tanah Karo pada hari itu  juga, kata korban.

Tambahnya lagi, “namun yang saya herankan, laporan saya ke Polres Tanah Karo itu sudah lebih 2 minggu, sampai sekarang belum ada pemberitahuan resmi dari pihak penyidik Polres Tanah Karo terkait perkembangan hasil penanganan kasus yang saya laporkan,

Sementara pasca kejadian Penganiayaan itu saya belum bisa ber aktivitas seperti biasa, mungkin karna ada cedera urat saraf di bagian leher saya, sehingga menoleh ke kiri atau kekanan juga masih sakit dan jujur saja saya masih alami trauma,” ungkap FXHS (korban) terbata sambil sesekali merintih menahan sakit di bagian leher.

Bahkan saya sebagai korban (pelapor) sampai sekarang belum di BAP atau dimintai keterangan oleh penyidik. Dan anehnya lagi, terlapor (RG) sampai saat ini masih ber aktivitas seperti biasa nya.

▪︎ Korban Penganiayaan Minta Penyidik Polres Tanah Karo Bekerja Profesional

“Segera Tangkap Pelaku RG !!”

Saya berharap kepada bapak Kapolres  Tanah Karo agar segera menindaklanjuti laporan saya ini, untuk keadilan dan demi tegak nya supremasi hukum.” Harap FXHS (korban).

Penulis: AGM

Berita Terkait

Bupati Karo dan Kajari Karo Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik
Sekadau Saat Pejabat Jadi Cukong, Siapa Lindungi Hulu Kapuas? Membongkar Bisnis Kotor PETI yang Terstruktur
Bupati Karo Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat
PEMKAB KARO MATANGKAN RENCANA PENYIAPAN LAHAN USAHA TANI (LUT) RELOKASI TAHAP III KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG
Pemkab Karo Tegaskan Komitmen Birokrasi Bersih dan Penguatan Whistleblowing System
Pemerintah Kabupaten Karo Gelar Rapat Evaluasi Hasil Monitoring Desa Percontohan PKK dan Rapat Bulanan PKK Tahun 2026
Bupati Karo Hadiri Welcome Dinner Jelajah Wisata Nusantara Ke-4 di Berastagi
Bongkar Fakta Temuan BPK, Kadis Kesehatan Karo Pastikan Pengelolaan BOK 19 Puskesmas Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru