UNHAS Bersama PAIR Dorong Kolaborasi Tangani Limbah Plastik di Sentra Rumput Laut Takalar

Redaksi Laikang jaya grup

Minggu, 2 November 2025 - 11:04

50215 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR – lensabayangkara.com | Kabupaten Takalar dikenal sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar di Sulawesi Selatan, khususnya jenis Eucheuma cottonii dan Spinosum. Namun di balik potensi ekonominya yang besar, kegiatan budidaya ini juga menimbulkan persoalan lingkungan, terutama dari limbah plastik yang digunakan dalam sistem budidaya long line. Botol bekas, jerigen, tali nilon, dan jaring plastik menjadi material utama yang jika tidak dikelola, berpotensi mencemari laut dan mengancam biota perairan.

 

Melihat kondisi tersebut, The Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Australia untuk mencari solusi berbasis riset dan kolaborasi multi pihak. Program ini mendapat dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan melibatkan kampus seperti UI, ITB, ITS, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Pattimura, serta University of Queensland.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah satu tim PAIR yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Shinta Werorilangi, M.Sc dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, fokus pada upaya penanggulangan limbah plastik dari aktivitas budidaya rumput laut. Wilayah Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Laikang dipilih sebagai lokasi utama karena hampir seluruh warganya bergantung pada usaha rumput laut.

 

Tim PAIR–Unhas telah melakukan sosialisasi, pendataan pelaku usaha, hingga Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, penyandang disabilitas, dan kelompok swadaya masyarakat. Diskusi ini juga dihadiri berbagai instansi daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah LSM lokal seperti Pasir Putih, Formasi, dan Pemuda Pesisir Laikang.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Shinta menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi masalah limbah plastik. Ia berharap program PAIR dapat terus berlanjut hingga 2027 dan melahirkan kelompok swadaya masyarakat yang mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pelaku budidaya, tetapi juga pengelola lingkungan yang bijak,” ujarnya.

 

Dari hasil dua kali FGD, para peserta sepakat bahwa penanganan limbah plastik harus dilakukan secara kolaboratif. Beberapa rekomendasi muncul, antara lain pembatasan penggunaan plastik dalam budidaya, riset bahan pengganti botol plastik, serta pendampingan kelompok pengelola sampah agar bisa menjadikan limbah sebagai sumber ekonomi alternatif.

 

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju ekonomi sirkular di tingkat lokal. Edukasi, pelatihan, dan penerapan teknologi pengolahan sampah bernilai ekonomis diyakini dapat membantu masyarakat Laikang mengurangi pencemaran laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan. “Kami optimistis kolaborasi ini bisa menjadi model nasional dalam pengelolaan limbah plastik berbasis masyarakat,” tutup Prof. Shinta.

Berita Terkait

Prajurit Korem 143/HO Antarkan Paskibraka Sultra Raih Juara 2 Umum LKBB-PB MPR RI
Wartawan dan Organisasi Pers Bahas Implikasi RUU Perampasan Aset dalam Seminar SWI
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Cafe di Jl. AP Pettarani Makassar Dirusak Orang Tak Dikenal, Pemilik Resmi Lapor Polisi
Tender Dermaga Kajang Rp30,9 Miliar Dipertanyakan, JAS Soroti Rekam Jejak dan Afiliasi Peserta
Bobol Toko Baja di Talaga dan Gasak Rp 285 Juta, 3 Komplotan Residivis Lintas Daerah Diringkus Polres Majalengka
Tujuh Orang Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Semangat Kemerdekaan Satukan Warga Babakan Talang ,  Karang Taruna RW 02 Desa Bojongkoneng Gelar Pesta Rakyat Penuh Kebersamaan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:37

Ujian SIM di Polres Binjai Berikan Edukasi Berkendara, Warga: Lebih Paham Cara Mengemudi yang Benar

Senin, 7 September 2026 - 22:02

Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!

Kamis, 3 September 2026 - 14:49

Sengketa Lahan Makin Runcing, Kuasa Hukum Alimin Tantang Polda Sumut Gelar Perkara Khusus

Kamis, 3 September 2026 - 11:11

Seleksi 6 Calon Penghulu Dipersoalkan, Tes Ulang di Mess Bupati Picu Kecurigaan Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:21

Tujuh Orang Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:06

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:21

*9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat  Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan** 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:50

Netralitas Aparatur Kampong Dipertanyakan, Pengawas Akui Ada Pelanggaran

Berita Terbaru