Pemerintah Gulirkan BLT Rp900 Ribu untuk 35 Juta Keluarga, Cek Penerima Kini Bisa Lewat Online

LENSA BHAYANGKARA

Sabtu, 1 November 2025 - 00:07

50211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pemerintah kembali menggulirkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900 ribu untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam menghadapi tekanan ekonomi yang masih berlanjut hingga akhir tahun. Program bantuan sosial ini menyasar sebanyak 35 juta keluarga penerima manfaat dan disalurkan untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Setiap keluarga akan menerima total Rp900 ribu, yang dihitung berdasarkan alokasi Rp300 ribu per bulan. Penyaluran dilakukan satu kali dan dimulai pada 20 Oktober 2025. Sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat menerima bantuan melalui bank-bank milik negara (Himbara), sementara 17,2 juta keluarga lainnya menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia.

“Pemerintah berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat rentan sebagai bagian dari stabilisasi ekonomi nasional. Penyaluran BLT ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar warga miskin dan rentan secara tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar salah satu pejabat di Kementerian Sosial, Jumat (31/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat kini dapat melakukan pengecekan penerima bantuan dan pendaftaran secara daring melalui laman cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi Cek Bansos di perangkat seluler. Fasilitas ini memungkinkan warga memantau status kepesertaan, jadwal pencairan, hingga mengusulkan diri ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tanpa harus mendatangi kantor desa atau kelurahan.

Sasaran BLT 2025 mengacu pada data keluarga miskin dan rentan yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4 berdasarkan hasil Sensus Ekonomi Nasional terbaru. Pemerintah juga memastikan bahwa penerima bantuan tidak tumpang tindih dengan program perlindungan sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Sembako.

Untuk menjaga akurasi data, pemerintah menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi berlapis yang melibatkan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Hal ini bertujuan agar implementasi bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Pemerintah juga mengajak penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan ini secara bijak.

“Gunakan dana bantuan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak seperti pangan, pendidikan anak, serta penguatan usaha kecil dalam rumah tangga,” imbau Kemsos.

Program ini menjadi bagian dari strategi responsif dalam kebijakan perlindungan sosial yang lebih adaptif dan berkeadilan, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Pemerintah berharap BLT ini dapat memberikan bantalan sosial jangka pendek yang efektif sekaligus menopang ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput.

(GABE)

Berita Terkait

Bersama LUKW Unitomo, SWI Cetak Wartawan Kompeten melalui UKW di Banjarmasin
Alat Berat Masuk Kawasan Konservasi, PETI Kerinci Bukan Aktivitas Tradisional Melainkan Kejahatan Terorganisir
Edi Suprapto: Kemitraan Media Harus Transparan, Objektif dan Memberi Ruang yang Sama bagi Seluruh Media
Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai
Wartawan dan Organisasi Pers Bahas Implikasi RUU Perampasan Aset dalam Seminar SWI
Semangat Kemerdekaan Satukan Warga Babakan Talang ,  Karang Taruna RW 02 Desa Bojongkoneng Gelar Pesta Rakyat Penuh Kebersamaan
Kolaborasi, Kompetensi, dan Konsolidasi: Langkah Strategis SWI Membangun Pers Berkualitas
Mabes Polri dan Pusdokkes Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojol

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru