Jantung Pengelohan AIR Diduga Sakit Parah, Tirtanadi Ditantang Buka Data ke Publik 

REDAKSI SULSEL

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:14

5083 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com MEDAN – Perumda Tirtanadi Sumatera Utara kembali diterpa sorotan keras. Di tengah kewajibannya menyediakan air bersih bagi masyarakat, sejumlah fasilitas vital pengolahan air justru diduga mengalami kerusakan, tidak terawat, hingga pengolahan bahan kimia yang dinilai jauh dari standar ideal pelayanan publik.

 

Ketua Umum Information Corruption Watch Republik Indonesia (ICW RI), Jokly Sihotang SE, menilai kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis biasa. Temuan kerusakan clarifier, tube settler, bak pemancar, mesin pengaduk bahan kimia, hingga jaringan perpipaan yang dipenuhi karat dinilai sebagai sinyal bahaya yang tidak boleh dianggap sepele.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Publik berhak tahu mengapa fasilitas penting yang menjadi jantung pengolahan air bersih diduga rusak dan tidak berfungsi optimal. Ke mana arah pengawasan dan bagaimana efektivitas anggaran perawatan selama ini, itu harus dijelaskan secara terbuka,” tegas Jokly.

 

Di IPA Deli Tua, puluhan kolom tube settler pada empat unit clarifier dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi itu berpotensi mengganggu proses pemisahan partikel kotoran sehingga kualitas pengolahan air patut dipertanyakan.

 

Sementara di IPA Sibolangit, puluhan springkle yang berfungsi dalam proses aerasi dilaporkan tidak terpasang. Mesin pengaduk soda ash juga disebut rusak sehingga proses pencampuran bahan kimia masih dilakukan secara manual. Ironisnya, sejumlah gedung pengolahan, bak pemancar, dan jaringan pipa dilaporkan dipenuhi karat, terbuka, hingga tersumbat.

 

Tak kalah memprihatinkan, Rumah Pompa Lumban Silintong disebut memiliki bak filter yang bocor, berkarat, dan mengalami penurunan fungsi. Bahkan terdapat dugaan serpihan logam berkarat masuk ke area penyaringan air.

 

Jika berbagai temuan tersebut benar, maka pertanyaan besarnya sederhana: bagaimana mungkin fasilitas strategis penyedia air bersih untuk masyarakat dibiarkan dalam kondisi seperti itu?

 

ICW RI mendesak dilakukan audit total terhadap sistem pengolahan, distribusi, sarana-prasarana, serta penggunaan anggaran pemeliharaan di lingkungan Perumda Tirtanadi. Sebab publik tidak membutuhkan alasan, melainkan membutuhkan kepastian bahwa air yang mereka gunakan setiap hari benar-benar dikelola dengan standar yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Direksi Perumda Tirtanadi belum memberikan klarifikasi resmi. Bungkamnya pihak perusahaan daerah di tengah derasnya sorotan justru semakin menambah tanda tanya besar yang kini berkembang di tengah masyarakat.

 

Jangan sampai pelayanan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak berubah menjadi potret buruk lemahnya pengawasan, minimnya perawatan, dan buruknya tata kelola yang selama ini luput dari perhatian.

 

Red/Tim

Berita Terkait

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!
DPC PPWI Ogan Ilir Desak Polres Usut Akun Facebook Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos
Penundaan Pilpeng Rohil Dipertanyakan, Demokrasi Jangan Dimatikan Oleh Surat
Gigih dan Penuh Semangat, Boy Strady Lipat Ratusan Kertas Nasi Bansos GRIB Jaya Kota Medan hingga Dapat Senyuman Rezeki

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:23

Alat Berat Masuk Kawasan Konservasi, PETI Kerinci Bukan Aktivitas Tradisional Melainkan Kejahatan Terorganisir

Kamis, 24 September 2026 - 04:43

Edi Suprapto: Kemitraan Media Harus Transparan, Objektif dan Memberi Ruang yang Sama bagi Seluruh Media

Kamis, 10 September 2026 - 13:14

Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai

Minggu, 6 September 2026 - 12:30

Wartawan dan Organisasi Pers Bahas Implikasi RUU Perampasan Aset dalam Seminar SWI

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:26

Semangat Kemerdekaan Satukan Warga Babakan Talang ,  Karang Taruna RW 02 Desa Bojongkoneng Gelar Pesta Rakyat Penuh Kebersamaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:39

Kolaborasi, Kompetensi, dan Konsolidasi: Langkah Strategis SWI Membangun Pers Berkualitas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:57

Mabes Polri dan Pusdokkes Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojol

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:58

**APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan** 

Berita Terbaru