Masa Tahanan Bertambah 60 Hari, Administrasi Perkara Diduga Bermasalah

REDAKSI MEDAN

Senin, 8 Desember 2025 - 15:13

50186 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Morawa — Dugaan praktik penyalahgunaan wewenang dalam proses penahanan kembali mencuat. Seorang warga Sumatera Utara, Alamsyah (41), resmi melaporkan dugaan pemalsuan administrasi dan rekayasa perpanjangan penahanan terhadap tiga orang korban ke SPKT Polda Sumatera Utara, Jumat (6/12/2025).

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: STTLP/B/1988/XII/2025/SPKT/ Polda Sumatera Utara.

Kronologi Berawal dari Dugaan Kejanggalan Surat Perpanjangan Penahanan

Berdasarkan dokumen laporan polisi, peristiwa bermula dari proses hukum yang menjerat tiga tersangka, masing-masing Wahyu Deni, Supiandi alias Andi Sirup, dan Agus Setiawan, SH. Ketiganya sebelumnya ditahan dalam perkara dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud Pasal 263 KUHP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pelapor, pada 1 Desember 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, pihak korban mendatangi Pengadilan Negeri Lubuk Pakam untuk memastikan perpanjangan masa penahanan yang disebut-sebut telah disetujui.

Namun, di sinilah dugaan kejanggalan muncul. Pelapor menyebut bahwa surat permohonan perpanjangan penahanan yang diajukan penyidik diduga tidak sesuai fakta administrasi hukum. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah perubahan pasal sangkaan secara sepihak, dari Pasal 170 Ayat (1) ke Pasal 170 Ayat (2) KUHP, yang berdampak langsung pada lamanya masa penahanan.

Diduga Surat Tidak Otentik, Pasal Diubah, Masa Tahanan Bertambah

Dalam laporan itu dijelaskan, perubahan pasal tersebut menyebabkan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam mengabulkan perpanjangan penahanan selama 60 hari, terhitung sejak 12 Oktober 2025 hingga 10 Desember 2025, sehingga ketiga korban tetap berada dalam status tahanan di Rutan Polresta Deli Serdang.

Pelapor menilai, keadaan tersebut tidak sesuai dengan fakta hukum awal, sebab berkas perkara disebut belum dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum, namun perpanjangan penahanan tetap diajukan dan dikabulkan.

“Menurut para korban, surat-surat tersebut diduga dibuat seolah-olah sah dan autentik, padahal isinya tidak mencerminkan kondisi hukum yang sebenarnya,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Korban Merasa Dirugikan, Laporan Resmi Ditempuh

Merasa dirugikan secara serius dan berpotensi melanggar hak-hak hukum warga negara, ketiga korban kemudian memberikan kuasa kepada Alamsyah untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan ke Polda Sumatera Utara.

Laporan ini secara tegas meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan pembuatan dan penggunaan surat administrasi hukum yang dinilai tidak sesuai prosedur.

Asas Praduga Tak Bersalah Tetap Dikedepankan

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh pihak yang disebut dalam laporan masih berstatus terlapor dan belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Proses hukum selanjutnya sepenuhnya berada di bawah kewenangan penyidik Polda Sumatera Utara.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas proses penahanan, khususnya pada tahap administrasi yang berdampak langsung terhadap kebebasan seseorang.

Publik kini menanti, apakah laporan ini akan menjadi uji nyali penegakan hukum bersih, atau justru kembali tenggelam di tengah birokrasi penanganan perkara.(red)

 

Berita Terkait

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!
DPC PPWI Ogan Ilir Desak Polres Usut Akun Facebook Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos
Penundaan Pilpeng Rohil Dipertanyakan, Demokrasi Jangan Dimatikan Oleh Surat
Gigih dan Penuh Semangat, Boy Strady Lipat Ratusan Kertas Nasi Bansos GRIB Jaya Kota Medan hingga Dapat Senyuman Rezeki

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:15

PEMKAB KARO GERAK CEPAT, PERBAIKI JALAN MENUJU LIANG MELAS DATAS DAN JALAN DESA SERDANG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17

Bupati Karo dan Kajari Karo Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Karo Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:48

PEMKAB KARO MATANGKAN RENCANA PENYIAPAN LAHAN USAHA TANI (LUT) RELOKASI TAHAP III KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

Pemkab Karo Tegaskan Komitmen Birokrasi Bersih dan Penguatan Whistleblowing System

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:53

Pemerintah Kabupaten Karo Gelar Rapat Evaluasi Hasil Monitoring Desa Percontohan PKK dan Rapat Bulanan PKK Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:56

Bupati Karo Hadiri Welcome Dinner Jelajah Wisata Nusantara Ke-4 di Berastagi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:31

Bongkar Fakta Temuan BPK, Kadis Kesehatan Karo Pastikan Pengelolaan BOK 19 Puskesmas Sesuai Prosedur

Berita Terbaru