Medan – Aktivitas hilir mudik truk pengangkut tanah timbun di kawasan Jalan Sei Tuan, Medan, menuai keluhan warga.
Sejumlah persoalan muncul akibat lalu lalang kendaraan bertonase besar tersebut.
Warga kepada wartawan,Sabtu (6/9) menyampaikan keluahannya, bahwa udara yang tercemar akibat debu tanah timbun beterbangan.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga menimbulkan suasana tidak nyaman bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, beban berat truk dikhawatirkan mempercepat kerusakan badan jalan. “Kalau terus dibiarkan, jalan bisa cepat rusak. Akhirnya yang rugi masyarakat juga. Karena itu, kami akan menghadang masuknya truk tersebut., kecuali si pemesan tanah timbun menukar armadanya dengan mobil pick up ukurun mobil mini bus atau becak bak terbuka,” ujar warga dengan nada kecewa.
Suara bising dari aktivitas bongkar muat tanah timbun di lokasi penimpunan juga semakin memperparah keresahan. Aktivitas yang berlangsung tersebut malam disebut mengganggu ketenangan warga.
Situasi ini membuat publik mempertanyakan arah dan manfaat pembangunan yang dilakukan.
Apalagi, dampak negatif lebih dulu dirasakan masyarakat sebelum terlihat adanya manfaat nyata.
Masyarakat mendesak agar instansi terkait segera turun tangan. Penertiban, pengawasan ketat, dan solusi yang berpihak pada kepentingan umum dinilai mendesak dilakukan agar keresahan warga tidak terus berlarut.(red)
Photo : Istimewa (ilustrasi)

























