TERKUAK! Perdamaian Kasus Viral Salapian Diduga Disusupi Permainan Duit dan Kepentingan Cukong Sawit

REDAKSI SULSEL

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:58

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com LANGKAT — Perdamaian kasus saling lapor yang sempat viral di Desa Salapian, Kabupaten Langkat, ternyata belum benar-benar selesai. Di balik proses damai yang difasilitasi Forkopimda Langkat dan disaksikan pejabat daerah, kini muncul dugaan permainan uang damai, campur tangan cukong sawit, hingga tudingan penggelapan dana ratusan juta rupiah yang membuat suasana kampung kembali memanas.

 

Kasus yang melibatkan JIB, anaknya LB (15), dan IPB sebelumnya resmi dicabut di Polres Langkat pada 18 April 2026. Namun perdamaian itu kini dinilai hanya sebatas formalitas karena hubungan kedua pihak disebut masih retak dan saling menghindar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di tengah proses Restorative Justice yang masih diawasi Bapas dan PN Stabat, beredar isu panas bahwa IPB diduga harus mengeluarkan uang lebih dari Rp200 juta demi menghentikan perkara. Dana tersebut kabarnya berasal dari penjualan lahan sawit melalui oknum kepala desa.

 

“Katanya sampai Rp250 juta keluar untuk penyelesaian kasus itu,” ungkap sumber kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

 

Ironisnya, keluarga JIB mengaku hanya menerima Rp130 juta yang disebut sebagai titipan penyidik. Selisih angka itulah yang kemudian memicu ledakan konflik baru dan memunculkan tudingan liar di tengah masyarakat.

 

Nama pengusaha sawit berinisial RB kini ikut jadi sorotan. RB yang disebut memiliki ratusan hektar kebun sawit diduga bukan sekadar membantu pendanaan perkara, tetapi ikut bermain dalam pusaran uang damai tersebut.

 

Sumber menyebut dana Rp130 juta bahkan diserahkan langsung pengacara Andro Oki kepada RB tanpa dihadiri JIB maupun LB. Dari situlah kisruh pecah.

RB diduga meyakini uang damai sebenarnya jauh lebih besar dari Rp130 juta berdasarkan informasi dari oknum kepala desa yang menjual lahan sawit IPB.

 

Tidak puas dengan nominal yang diterima, RB kemudian disebut mulai menggiring opini dan menuding pengacara telah “memakan” sisa uang damai ratusan juta rupiah.

 

“Heboh kampung ini gara-gara tuduhan itu. Seolah pengacara yang menggelapkan uang, padahal diduga ada pihak tertentu yang justru ingin mengambil keuntungan besar dari perkara ini,” ujar sumber lain.

 

Situasi tersebut membuat perdamaian yang awalnya digadang-gadang sebagai solusi justru berubah menjadi bom konflik baru di tengah masyarakat Salapian.

 

Merasa namanya diseret, pengacara Andro Oki langsung membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan uang yang diterimanya hanya Rp130 juta dan seluruh penyerahan dilakukan secara terbuka di rumah RB disaksikan keluarga serta wartawan.

 

“Kalau ada cerita uang Rp200 juta lebih, mana saya tahu? Tidak pernah ada uang sebanyak itu diserahkan ke saya,” tegas Oki.

 

Kini warga mulai mempertanyakan transparansi proses perdamaian itu. Sebab perkara yang awalnya disebut selesai secara kekeluargaan justru berubah menjadi ajang saling tuding, perang opini, dan dugaan rebutan uang damai di belakang layar.

 

“Yang damai cuma di depan pejabat. Di bawah, kampung ini malah makin gaduh gara-gara uang,” tutup warga.

Berita Terkait

HEBOH! Aksi Geruduk Kantor Desa Pecah di Tanjung Gusta, Warga Minta APH Proses Dugaan Serangan Fajar
Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar
Polsek Panipahan Turun Langsung Ke Lahan Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Tumbuhkan Minat Baca, Komunitas “INI BUDI” Resmi Diluncurkan Lewat Gerakan Gemar Membaca di Kelurahan Cimincrang
Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Lapas Labuhan Ruku Tegaskan Komitmen Transparansi Informasi
Diduga Ada Permainan Kotor di Rutan Kelas I Medan, Peredaran Narkoba Disebut Dikendalikan dari Dalam Blok
Penuh Kepedulian, Tuntaspos TV Medan Gelar Jumat Barokah dan Bagikan Nasi Bungkus untuk Sesama
Tim Cobra Polres Binjai Lumpuhkan Begal Sadis Pelajar SMA, Dua Pelaku Ditembak Saat Melawan

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:28

Tumbuhkan Minat Baca, Komunitas “INI BUDI” Resmi Diluncurkan Lewat Gerakan Gemar Membaca di Kelurahan Cimincrang

Senin, 18 Mei 2026 - 14:46

Pencabutan Pergub JKA Harus Menjadi Momentum Evaluasi Kebijakan, Bukan Ruang Pengembangan Isu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:01

Turun Gunung! Sang Maestro Dahlan Abubakar Siap Kembalikan Kejayaan PWI Sulsel

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:01

Demi Integritas Polri, KAKI Jatim Dukung Presiden Prabowo Naikkan Status Pangkat Seluruh Kapolda Berbintang 3 dan Wakapolda Bintang 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:26

Sinergi Kemenimipas, TNI-Polri dan YAIR: Lapas Banceuy serta Rutan Bandung Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:51

Penyidik Tunggu Hasil Visum dalam Penanganan Dugaan Kekerasan Anak di Makassar

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:46

Polsubsektor Kepulauan Sangkarrang Hadir hingga Tengah Laut, Bangun Sinergi Kamtibmas dengan Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:38

Polres Pelabuhan Makassar Tingkatkan Strong Point Pagi Hari, Pelajar Jadi Prioritas Keselamatan

Berita Terbaru