Sungai Menghitam, Bau Menyengat, dan Limbah Terus Mengalir, Warga Nilai Penegakan Hukum Lingkungan di Deli Serdang Hanya Formalitas

REDAKSI SULSEL

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:59

5099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com Deli Serdang – Sungai Belumai di Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, diduga tercemar limbah industri dari aktivitas PT Sari Kebun Alam. Air sungai tampak hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat, memicu keresahan warga sekitar.

 

Kondisi ini kembali menegaskan bahwa Kecamatan Tanjung Morawa masih menjadi zona rawan pencemaran lingkungan. Selain limbah cair, masyarakat juga mengeluhkan debu, polusi udara, dan kerusakan ekosistem akibat aktivitas industri yang diduga tidak terkendali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Warga menyebut pencemaran ini bukan kejadian baru. Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan limbah industri terus berulang tanpa penyelesaian nyata. Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini berubah menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

 

Diduga limbah dibuang langsung ke aliran sungai tanpa pengolahan maksimal. Jika terbukti, hal ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman sanksi pidana, denda miliaran rupiah, hingga pencabutan izin usaha.

 

Sorotan juga mengarah kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deli Serdang, Rio Laka Dewa. Berdasarkan informasi lapangan, sidak yang pernah dilakukan diduga hanya formalitas. Sejumlah pabrik disebut menghentikan sementara pembuangan limbah saat pemeriksaan berlangsung agar seolah-olah tidak terjadi pelanggaran.

 

Namun pada investigasi lanjutan tanggal 25 April 2026, aktivitas produksi tetap berjalan dan limbah hitam diduga masih mengalir ke sungai. Ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran sistematis, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya perlindungan terhadap pelaku pencemaran.

 

Di bawah kepemimpinan Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan, masih banyak perusahaan yang diduga leluasa melanggar aturan dan mencemari lingkungan tanpa tindakan nyata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka slogan penegakan hukum hanya menjadi omong kosong di hadapan kepentingan industri.

 

Masyarakat menilai pemerintah jangan hanya sibuk dengan pencitraan dan sidak seremonial, sementara sungai terus diracuni setiap hari. Jika benar ada pembiaran terhadap pelaku pencemaran, maka yang rusak bukan hanya lingkungan, tetapi juga integritas pemerintahan itu sendiri.

 

Bupati Deli Serdang didesak segera turun tangan dengan melakukan audit independen, membuka hasil uji laboratorium secara transparan, mengevaluasi pejabat terkait, serta menindak tegas perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan.

 

Warga menegaskan bahwa mereka sudah terlalu lama menjadi korban dari lemahnya pengawasan pemerintah. Masyarakat tidak butuh janji atau sidak seremonial, tetapi tindakan nyata terhadap perusahaan yang merusak lingkungan.

 

“Kalau sungai sudah hitam, bau menyengat, dan limbah masih mengalir setiap hari, lalu pemerintah masih diam, berarti ada yang salah dalam sistem pengawasan. Jangan sampai rakyat terus dikorbankan demi melindungi kepentingan perusahaan,” tegas warga.

 

Warga juga meminta Bupati Deli Serdang untuk tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Jika pemerintah tidak segera bertindak tegas, maka masyarakat akan menilai bahwa pencemaran lingkungan memang sengaja dibiarkan.

 

Jangan sampai industri dijadikan tameng untuk merusak sungai, sementara masyarakat dipaksa menanggung dampaknya.

 

 

Red/Tim

Berita Terkait

Togar Situmorang Desak RDP, Dedi Harianto: Masyarakat Kecil Juga Berhak Mendapatkan Keadilan
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!
DPC PPWI Ogan Ilir Desak Polres Usut Akun Facebook Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos
Penundaan Pilpeng Rohil Dipertanyakan, Demokrasi Jangan Dimatikan Oleh Surat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:53

Sinergi Cegah Banjir, Rutan Kabanjahe Bersama Kelurahan Kampung Dalam Gelar Kerja Bakti Pembersihan Drainase

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:51

Kunker ke Rutan Tanjung Pura, Kanwil Ditjenpas Sumut Dorong Satker Lain Contoh Keberhasilan Program Ketapang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:26

​Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Hadiri Sosialisasi Kelayan Binter, Perkuat Sinergi Reintegrasi Sosial di Langkat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:02

Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Evaluasi Litmas Integrasi dan Pencabutan SK

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:32

Bapas Kelas I Medan Bersama Kanwil Ditjenpas Sumut Sosialisasikan Kelayan Binter Di Kabupaten Langkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:29

Beri Dukungan Penuh bagi Klien Pemasyarakatan, Bapas Medan Kolaborasi dengan Yayasan Perisai Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45

Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:09

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru