Tambang Ilegal Galian C Hancurkan Jalan dan Rusak Lingkungan di Desa Amplas dan Bandar Klipah, Warga Resah ‘Aparat dan Pemerintah Tutup Mata

REDAKSI SULSEL

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:29

50437 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com Deliserdang – Pengurus dewan pimpinan daerah lembaga swadaya masyarakat (LSM) PengawaL Keadilan Rakyat kab.Deli Serdang meminta dengan tegas,bupati Deli Serdang Dr. Asriluddin Tambunan beserta wakil bupati Lom Lom Suwondo untuk segera menutup galian C ilegal yang ada di desa bandar klippah kec. Percut Seituan di jalan rambutan perbatasan desa amplas dengan desa bandar klipah, Kamis (15/1/26)

 

Aktivitas penambangan ilegal menyebabkan berbagai kerusakan lingkungan, seperti erosi, tanah longsor, pencemaran air (sumur warga menjadi keruh atau hitam), dan penurunan kualitas udara akibat debu. Hal ini juga mengganggu ekosistem dan keanekaragaman hayati, serta dapat menyebabkan krisis air bersih dan banjir saat hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Masih keterangan Nanda Afriyan Syah,SH. selaku ketua DPD LSM. Penggunaan truk pengangkut material galian C yang melebihi kapasitas dan sering melintas di jalan kelas III (jalan desa atau kabupaten) menyebabkan jalan cepat rusak dan berlubang. Kerusakan jalan ini meresahkan masyarakat dan mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas sehari-hari.

 

” Banyaknya lalu lalang kendaraan Dump truck melalui jalan kelas III dan melebihi tonase banyak jalan di desa amplas dan bandar klipah rusak parah, yang menyebabkan banyak nya pengguna jalan berjatuhan,”kata Nanda.

 

Nanda afriyan syah.,SH menegaskan hal ini pemerintah daerah kab. Deliserdang jika tidak ada penindakan dan penutupan usaha ilegal yang sudah merugikan negara dan infrastruktur jalan serta lingkungan, yang mana jalan belum waktu nya untuk diperbaiki,akibat adanya galian C ilegal tersebut jalan-jalan di lokasi rusak akibat bobot tonase yang diangkat Dump Truk tersebut tidak memenuhi beban kapasitas jalan kelas III.

 

Pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya dapat memberikan tindakan tegas sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), yang menjadi payung hukum utama, dengan adanya perubahan dari UU Cipta Kerja, serta aturan turunan seperti PP No. 22 Tahun 2021 dan berbagai Peraturan Menteri LHK (PermenLHK). Setiap daerah (provinsi/kabupaten/kota) kemudian membuat Perda sendiri untuk merinci implementasi, Perda harus dikuatkan dikarenakan apabila di suatu kabupaten kota pemerintah tidak melakukan penindakan peraturan tersebut lemah dan dianggap tidak maju dalam memberikan tindakan tegas dan menertibkan aktivitas tambang ilegal ini.

 

” Jika peraturan yang ada saja pemerintah tidak mampu menertibkan dan memberikan efek jera terhadap pengusaha galian C pemerintah kab. Deliserdang lemah dalam menjalankan kepercayaan masyarakat dan tidak mampu memberikan kemajuan serta mendorong kesejahteraan masyarakat terhadap aktivitas ekonomi yang jauh lebih baik, ” Tegasnya.

 

Warga juga mengungkapkan galian C tersebut mliki salah satu pengusaha Galian C ilegal Junaidi yang sudah beroperasi bertahun-tahun namun tidak ada penanganan dari aparat penegak hukum di wilayah hukum Polrestabes Medan, dampak galian tersebut menyebabkan debu – debu berterbangan yang membuat warga mengalami gangguan pernapasan.

 

Adapun pelaku penambangan tanpa izin dapat diancam pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Pasal 158 UU Minerba menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin resmi dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

 

Terpisah prihal tersebut Nanda juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan dan melaporkan kegiatan tambang ilegal yang ditemui di setiap kabupaten kota demi menjaga lingkungan dan ekosistem serta mobilitas,” tutupnya.

Berita Terkait

Sungai Bono Tapung Bukan Milik Perusahaan! Camat Tandun, DLH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Pelanggara
Togar Situmorang Desak RDP, Dedi Harianto: Masyarakat Kecil Juga Berhak Mendapatkan Keadilan
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!
DPC PPWI Ogan Ilir Desak Polres Usut Akun Facebook Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:22

Polres Pelabuhan Makassar Ungkap 8 Kasus Pencurian di Ujung Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:57

Puncak Perayaan HUT Ke-27 Malinau: Pesta Budaya Irau Ke-12 Sukses Meriah dan Memukau

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:13

DPW KJNI Sejumlah Provinsi Sampaikan Apresiasi, Arul Tekankan Persatuan dan Integritas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00

Rapat Paripurna HUT ke-14 Kaltara: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen, Pemprov Raih WTP 12 Kali Berturut-turut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:50

Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:44

KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:18

KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:43

Kasat Lantas AKP Abdul Malik Pimpin Pengaturan Arus, Keselamatan Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Jadi Prioritas

Berita Terbaru