Jerit Pilu Agus dari Balik Gubuk Reyot: Kaki Nyaris Putus, Kini Menanti Keajaiban di Bawah Atap yang Bocor

REDAKSI MEDAN

Selasa, 6 Januari 2026 - 10:56

50709 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR – Nasib malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Kalimat ini menggambarkan garis hidup Agus (20), pemuda asal Dusun Pulowaru, Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur. Di usia emasnya, ia harus meringkuk di atas tikar tipis, menahan perih luar biasa akibat kecelakaan kerja yang nyaris merenggut kakinya.

Tragedi Mesin Potong Rumput yang Mengubah Segalanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa memilukan itu terjadi pada 20 November 2025. Sebagai tulang punggung keluarga yang terbiasa bekerja keras, Agus menyanggupi pekerjaan sebagai buruh pemotong rumput di sebuah tambak. Namun, maut nyaris menjemputnya saat pisau mesin potong rumput yang ia gunakan tiba-tiba patah dan menghantam kaki kirinya dengan telak.

“Agus bekerja sendirian. Saat terkena pisau, ia jatuh dan menjerit minta tolong, tapi tak ada satu pun orang yang mendengar pertolongannya di tengah tambak yang sepi,” kenang keluarganya dengan mata berkaca-kaca. Dalam kondisi kaki bersimbah darah dan nyaris putus, Agus berjuang melawan maut dengan kesadaran yang tersisa untuk menelepon rekannya.

Bertahan dalam Kemiskinan Ekstrem.

Kini, penderitaan Agus berlipat ganda. Bukan hanya soal kaki yang hancur, namun juga kenyataan pahit bahwa ia tinggal di sebuah pondok kayu yang jauh dari kata layak. Gubuk reyot itu kini sudah miring dan kayu penyangganya lapuk dimakan usia.

Saat hujan deras mengguyur Pasir Sakti, gubuk itu tak lagi mampu menjadi pelindung. Atapnya bocor di mana-mana, membiarkan air hujan membasahi lantai papan yang lembap tempat Agus terbaring. Sangat miris, di saat ia membutuhkan tempat yang steril untuk pemulihan luka, ia justru harus berteman dengan dingin dan air hujan yang merembes masuk.

Tembok Tinggi Biaya Pengobatan
Agus dan keluarganya adalah potret nyata kemiskinan ekstrem. Ayahnya, Hariyanto, hanyalah seorang buruh pengayak pasir dengan penghasilan tidak menentu, berkisar antara Rp 60.000 hingga Rp 90.000 per hari—itu pun jika kondisi fisiknya kuat untuk mengayak dua ton pasir.

Dengan penghasilan minim tersebut, Hariyanto harus menghidupi lima orang tanggungan, termasuk Agus, dua saudaranya yang lain, seorang kakak yang menjanda, dan seorang cucu yang masih kecil.

“Kami butuh biaya untuk pembelian obat-obatan yang tidak sedikit, serta biaya rutin kontrol ke rumah sakit. Setiap tetes obat adalah harapan untuk Agus bisa pulih,” ujar pihak keluarga penuh harap. Luka dalam Agus membutuhkan perawatan intensif agar terhindar dari infeksi fatal, namun biaya obat-obatan non-BPJS dan transportasi menuju rumah sakit di Kota Metro menjadi tembok tinggi yang mustahil mereka lalui sendirian.

Menanti Uluran Tangan.

Kondisi Agus saat ini sangat memprihatinkan. Ia tidak lagi bisa berjalan dan harus digendong jika ingin berpindah tempat. Sebagai pemuda yang dulu giat bekerja sebagai buruh nelayan, kini ia hanya bisa menatap langit-langit gubuknya yang bolong, merajut mimpi yang seolah kian jauh.

Agus membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah maupun uluran tangan para dermawan. Bantuan bukan hanya soal biaya medis, namun juga harapan untuk memiliki rumah yang pantas—rumah di mana ia bisa beristirahat tanpa harus kehujanan saat luka di kakinya masih menganga.

Bagi Bapak/Ibu dan para dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu perjuangan Agus agar dapat sembuh dan hidup layak, bantuan dapat disalurkan melalui mekanisme yang telah disediakan oleh relawan pendamping lapangan.

Satu tangan yang terulur, adalah satu nyawa dan harapan bagi Agus untuk kembali berdiri.

Agus yang mengalami kecelakaan kerja (kaki nyaris putus akibat mesin rumput) kini butuh hunian yang lebih layak agar proses pemulihannya tidak terhambat oleh lingkungan yang kotor dan lembap.
MARI WUJUDKAN RUMAH LAYAK HUNI UNTUK AGUS 🏠🏗️
📍 Alamat Lengkap Penerima Manfaat:
Dusun Pulowaru Paret 8, RT 008 RW 004, Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
🏢 Saluran Donasi Amanah:
💳 Bank BRI: 107201000778304
👤 Atas Nama: AMRIZAL
📞 Konfirmasi/WA: 081373154369 (bukti donasi kirim ke sini).

Mari ulurkan tangan. Berapapun bantuan Anda, sangat berarti untuk membeli batu bata dan semen bagi masa depan Agus yang lebih layak.

Berita Terkait

Togar Situmorang Desak RDP, Dedi Harianto: Masyarakat Kecil Juga Berhak Mendapatkan Keadilan
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!
DPC PPWI Ogan Ilir Desak Polres Usut Akun Facebook Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos
Penundaan Pilpeng Rohil Dipertanyakan, Demokrasi Jangan Dimatikan Oleh Surat

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:21

BUPATI KARO PAPARKAN USULAN KAMPUNG KREATIF KABUPATEN KARO KEPADA GUBERNUR SUMATERA UTARA DAN TIM PENILAI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17

Bupati Karo dan Kajari Karo Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Karo Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:48

PEMKAB KARO MATANGKAN RENCANA PENYIAPAN LAHAN USAHA TANI (LUT) RELOKASI TAHAP III KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

Pemkab Karo Tegaskan Komitmen Birokrasi Bersih dan Penguatan Whistleblowing System

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:53

Pemerintah Kabupaten Karo Gelar Rapat Evaluasi Hasil Monitoring Desa Percontohan PKK dan Rapat Bulanan PKK Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:56

Bupati Karo Hadiri Welcome Dinner Jelajah Wisata Nusantara Ke-4 di Berastagi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:31

Bongkar Fakta Temuan BPK, Kadis Kesehatan Karo Pastikan Pengelolaan BOK 19 Puskesmas Sesuai Prosedur

Berita Terbaru