Tahun Baru, Longsor Baru: Ketika Kebijakan Tanggap Bencana Kehilangan Arah

REDAKSI BHAYANGKARA

Jumat, 2 Januari 2026 - 01:43

50165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 2 Januari 2026 — Tahun baru lazimnya dimaknai sebagai momentum harapan dan pemulihan. Namun bagi masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Gayo Lues, pergantian tahun justru hadir bersama kecemasan yang tak kunjung reda. Longsor dan banjir susulan kembali mengintai, seolah menegaskan bahwa bencana sebelumnya belum benar-benar ditangani hingga ke akar persoalan.

 

Lebih dari sebulan pasca banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025 yang meluluhlantakkan permukiman warga, lahan pertanian, serta memutus akses penghubung antarwilayah, kondisi lapangan masih jauh dari kata aman. Curah hujan yang tinggi, kontur wilayah yang rapuh, serta minimnya infrastruktur penyangga membuat ancaman bencana susulan kian nyata. Luka lama belum mengering, namun ancaman baru sudah berdiri di depan mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ironisnya, di tengah situasi darurat yang berlarut, kebijakan tanggap bencana justru tampak kehilangan arah. Penanganan yang seharusnya bertransformasi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan dan mitigasi, terjebak dalam pola lama yang seremonial, simbolik, dan miskin dampak jangka panjang. Kehadiran negara seolah berhenti pada pendataan dan kunjungan, tanpa keberlanjutan kebijakan yang benar-benar melindungi warga.

 

Padahal, bencana bukan sekadar peristiwa alam, melainkan juga cermin dari lemahnya perencanaan dan mitigasi. Ketika daerah rawan longsor tidak dipetakan secara serius, ketika anggaran mitigasi dipangkas atau dialihkan, dan ketika pembangunan infrastruktur penahan risiko tak menjadi prioritas, maka bencana hanyalah soal menunggu waktu.

 

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tidak membutuhkan retorika atau janji normatif. Mereka membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata: kebijakan berbasis data risiko, anggaran yang berpihak pada keselamatan warga, pembangunan infrastruktur mitigasi yang berkelanjutan, serta komitmen lintas sektor yang konsisten dari hulu ke hilir.

 

Jika pola penanganan bencana masih berkutat pada pendekatan reaktif dan jangka pendek, maka setiap musim hujan akan selalu menjadi musim kecemasan. Negara tidak boleh terus-menerus hadir setelah bencana terjadi, lalu menghilang saat ancaman belum sepenuhnya dihilangkan.

 

Tahun baru seharusnya menjadi titik balik. Namun tanpa keberanian mengevaluasi dan membenahi kebijakan tanggap bencana secara menyeluruh, pergantian tahun hanyalah pergantian angka—sementara risiko, ketakutan, dan penderitaan warga terus berulang.

Penulis:

Syahputra Ariga

Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Gayo Lues Se-Indonesia

Berita Terkait

Jhon Travolta Tegaskan Pinjaman Rp6 Miliar Berasal dari Hasil Jual Tanah Keluarga, Bayar Bunga Rp190 Juta per Bulan dan Telah Dilunasi
Kapolres Binjai Bersama Forkopimda Asah Kemampuan Menembak di Lapangan Arhanud II/WBY, Perkuat Kekompakan Antar-Instansi
Transparansi atau Sekadar Administrasi? KAMMI Deli Serdang Desak Pembuktian Ilmiah atas Proyek Jalan Rp1,336 Miliar
Bhabinkamtibmas Gusung Perkuat Sinergi Warga Lewat Posko Bersama Kamtibmas
PBG Terbit, Akses Jalan Bermasalah: Warga Desak Audit Total Bumi Hartana III
Perumahan Bumi Hartana III Jadi Sorotan, Belum Miliki PBG, Drainase Umum Dipersempit dan Fasilitas Umum Dipertanyakan
Propam Polda Sumut Kirim Pesan Keras: Enam Polisi Terbukti Langgar Kode Etik dan Harus Bertanggung Jawab
Hendrik Simanjuntak Resmi Serahkan SK Kepengurusan Ranting IPK Desa Lama Klumpang Kebon Periode 2026–2030

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:43

Jhon Travolta Tegaskan Pinjaman Rp6 Miliar Berasal dari Hasil Jual Tanah Keluarga, Bayar Bunga Rp190 Juta per Bulan dan Telah Dilunasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:09

Transparansi atau Sekadar Administrasi? KAMMI Deli Serdang Desak Pembuktian Ilmiah atas Proyek Jalan Rp1,336 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 23:06

Bhabinkamtibmas Gusung Perkuat Sinergi Warga Lewat Posko Bersama Kamtibmas

Senin, 8 Juni 2026 - 20:48

PBG Terbit, Akses Jalan Bermasalah: Warga Desak Audit Total Bumi Hartana III

Senin, 8 Juni 2026 - 11:51

Perumahan Bumi Hartana III Jadi Sorotan, Belum Miliki PBG, Drainase Umum Dipersempit dan Fasilitas Umum Dipertanyakan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:35

Propam Polda Sumut Kirim Pesan Keras: Enam Polisi Terbukti Langgar Kode Etik dan Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:45

Hendrik Simanjuntak Resmi Serahkan SK Kepengurusan Ranting IPK Desa Lama Klumpang Kebon Periode 2026–2030

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:29

MEGA SKANDAL PDAM TIRTANADI! Dugaan Kebocoran Rp450 Miliar per Tahun, Siapa Bermain di Balik Hilangnya Uang Rakyat?

Berita Terbaru