Menembus Moratorium, Kaltara Bawa Aspirasi Pembentukan 5 DOB ke Rapimnas Forkonas

REDAKSI SULSEL

Rabu, 30 September 2026 - 00:39

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, JAKARTA – Gelora perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) kembali bergema dari Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Di tengah ratusan peserta dari berbagai pelosok negeri, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membawa cerita perjuangan masyarakat perbatasan yang telah bertahun-tahun merindukan hadirnya akses pemerintahan yang lebih dekat.

 

Pemandangan ini mewarnai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sekaligus Konsolidasi Nasional Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan (Forkonas PP) DOB se-Indonesia pada Selasa (29/9/2026) pagi. Antusiasme peserta tampak meluap hingga menembus angka lebih dari 400 orang, melampaui kuota awal panitia yang membatasi 320 undangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Massa yang berhimpun membentang dari ujung barat Aceh hingga tanah Papua. Seluruhnya hadir membawa misi serupa: memperjuangkan hak daerahnya agar diberi kesempatan mekar demi memangkas rentang kendali birokrasi dan mengakselerasi pemerataan layanan publik.

 

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, tampak hadir langsung di tengah forum konsolidasi tersebut. Keikutsertaannya menjadi penanda keseriusan Pemerintah Provinsi Kaltara dalam mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga perbatasan di panggung kebijakan nasional.

 

Bagi wilayah Kaltara, urgensi pemekaran daerah tak lepas dari tantangan geografis yang ekstrem. Luasnya medan dan kondisi geografis membuat sejumlah kawasan—khususnya titik-titik perbatasan—terisolasi jauh dari pusat pemerintahan. Kondisi inilah yang mendasari pentingnya daerah otonom baru agar pelayanan dasar dapat diserap masyarakat secara langsung dan efisien.

 

Sejumlah wacana DOB dari Kaltara pun kembali ditegaskan dalam forum ini. Usulan tersebut mencakup calon Kabupaten Krayan, Kota Sebatik, Kabupaten Apau Kayan, Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya), serta Kota Tanjung Selor yang disiapkan menjadi pusat ibu kota Provinsi Kaltara.

 

Langkah ini terus diupayakan meski kebijakan moratorium pemekaran daerah belum dicabut sejak 2014. Kendati kran pemekaran dikunci rapat selama belasan tahun, dinamika kependudukan dan kebutuhan masyarakat perbatasan akan pelayanan publik yang inklusif terus meningkat tajam.

 

Karakteristik geografis yang khusus, terutama di kawasan gardu depan negara, dinilai menuntut perlakuan khusus dalam regulasi penataan wilayah. Melalui kehadiran pemerintahan yang lebih dekat, masyarakat perbatasan tidak hanya mendapatkan kemudahan administrasi, melainkan juga keberpihakan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik daerahnya.

 

Ketua Panitia dalam laporan resminya menegaskan bahwa kehadiran para kepala daerah pada Rapimnas ini menjadi bukti konkret betapa besarnya kerinduan warga di daerah yang telah tertahan selama berbilang tahun.

 

“Kehadiran para kepala daerah ini mengusung suara rakyat yang sudah sekian lama menanti kepastian. Oleh karena itu, perjuangan ini tidak boleh terhenti dan harus terus disuarakan secara kolektif,” tegasnya.

 

Pada momentum konsolidasi tersebut, para peserta forum juga mendesak pemerintah pusat untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) turunan mengenai Penataan Daerah serta Desain Besar Penataan Daerah (Desartada), sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

 

Keberadaan payung hukum turunan tersebut dipandang sangat krusial sebagai pijakan legal yang transparan dan terukur bagi pelaksanaan penataan serta pemekaran wilayah ke depan.

 

Tidak terbatas pada jalur diplomasi kebijakan, Forkonas PP DOB juga bersiap menempuh jalur hukum dengan mengajukan judicial review terkait moratorium pemekaran daerah ke Mahkamah Konstitusi dalam waktu dekat.

 

Bagi Kaltara, rapat nasional ini menjadi panggung strategis untuk menyuarakan kembali hak-hak warga perbatasan. Harapan besar ditumpukan agar ikhtiar yang diperjuangkan bertahun-tahun ini segera membuahkan kebijakan konkret yang sanggup mendekatkan jarak antara negara dan rakyatnya.

 

Dari Gedung Juang 45, kehendak dari berbagai penjuru daerah kembali dipadukan. Kaltara bersama belasan daerah lainnya menaruh asa agar pembentukan DOB kembali dibuka, demi terwujudnya pemerataan pembangunan dan pelayanan yang berkeadilan di seluruh pelosok Nusantara. (*)

Berita Terkait

KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 
KAKI Jatim Puji Langkah Kapolri Hadir di Tengah Aksi dan Dengarkan Aspirasi Buruh
Komjen Suyudi Resmi Dilantik Jadi Kapolri, DPP GARNIZUN Sampaikan Selamat dan Harapan Besar
Perjuangkan Pencabutan Moratorium DOB, Delegasi Sulsel Padati Konsolidasi Nasional di Gedung Joang 45
Temui Perwakilan DFAT Australia, Zainal Paliwang Harapkan MoU SKALA Kaltara Segera Berlanjut
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Sengkarut Pascabanjir Gayo Lues: Sewa Alat Berat Menunggak, Dana DTH Masih Amburadul
Pembayaran Sewa Alat Berat Pascabencana di Gayo Lues Tersendat Di BNPB

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:02

Cegah Gangguan Kamtib, Rutan Kelas I Medan Perkuat Kontrol Area Branggang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:51

Atasi Krisis Air di Banten, PTPN IV PalmCo Salurkan 101 Ribu Liter Air Bersih untuk Ribuan KK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:23

Ratusan Warga Ngantre di Dapur Umum GRIB Jaya Medan, Menikmati Makan Siang Gratis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:41

Lantunan 30 Juz Bil Ghoib Bergaung di Masjid Al-Jihad Medan, 12 Hafiz Sulaimaniyah Gelar Khotmil Kubro

Rabu, 30 September 2026 - 19:54

Enam Bulan Berlalu, Korban Kecelakaan BMW BK 333 Masih Terbaring: “Kami Menunggu Keadilan”

Rabu, 30 September 2026 - 10:34

Surat Advokat Jadi Sorotan, Ahli Pidana UISU Bahas Kasus Doddy Thahir

Rabu, 30 September 2026 - 09:16

Lapas Sibolga Bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah dan Fasilitas Umum Warga Terdampak Banjir

Rabu, 30 September 2026 - 08:57

Lapas Sibolga Bersama Dinkes Kota Sibolga Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

Berita Terbaru