Gerombolan Preman Bersenjata dan Bom Molotov Diduga Pimpinan DP Cs Secara Brutal Tembaki Anggota FKPPI, Rusak Rumah Warga dan Dua Kantor FKPPI

REDAKSI MEDAN

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:43

50351 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNG MORAWA–

Gerombobolan preman bersenjata diduga pimpinan DP Cs, secara brutal melancarkan aksi penembakan, pelemparan bom molotov dan pembakaran di lingkungan padat penduduk di kawasan Tanjung Morawa, Deli Serdang.

Akibat kebrutalan gerombolan preman bersenjata itu, seorang anggota Ormas FKPPI Abima Satria Cipta mengalami  luka tembak, satu rumah rusak ditembaki berikut dua kantor FKPPI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterangan yang diperoleh awak media, Selasa (07/07/2026), peristiwa itu terjadi, Minggu malam (5/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB berawal dari datangnya belasan preman bertopeng bersenjata tajam, benda menyerupai senjata api dan bom molotov ke Jalan Gerilya, Dusun IV, Kelurahan Pekan Tanjung Morawa.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Tanjung Morawa dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: LP/B/262/VII/2026/SPKT dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut sumber, mengacu pada kronologi kejadian, pelapor Abima Satria Cipta bersama beberapa saksi sedang berada di rumah Osama Junior bin Husen ketika situasi yang semula tenang mendadak berubah menjadi kegaduhan.

Gerombolan preman itu langsung mengepung rumah dan mencari keberadaan Osama Junior sambil meneriakkan “bunuh dia”.

Menyadari situasi yang dinilai sangat membahayakan, Osama bersama korban berusaha menyelamatkan diri.

Namun, upaya tersebut justru diikuti pengejaran oleh para pelaku yang diduga sambil melepaskan sejumlah tembakan terukur.

Dalam laporan yang disampaikan ke kepolisian, salah satu tembakan dilaporkan mengenai bagian pinggang pelapor hingga menyebabkan korban mengalami luka.

Aksi tersebut tidak berhenti di situ. Setelah diduga gagal “menghabisi” Osama orang yang dicarinya, para preman disebut kembali melepaskan tembakan membabi buta ke arah rumah Osama yang kaca jendela pecah dan mengalami kerusakan.

Seorang yang diduga terlibat teridentifikasi
berinisial Gr warga Desa Tanjung Baru,
berhasil diamankan dalam amuk massa.(red)

Tidak hanya itu, gerombolan itu juga bergerak menyasar ke kawasan pajak diduga berupaya membakar kantor sekaligus lokasi sarana olahraga Rayon KB FKPPI Tanjung Morawa.

Sumber manambahkan, para preman juga melemparkan sejumlah bom molotov dan menyiramkan bahan bakar yang dibawanya ke area tersebut dengan maksud menciptakan kebakaran yang lebih besar.

Api sempat menyala dan menimbulkan kepanikan. Namun, berkat kesigapan warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan menghanguskan bangunan.

Insiden itu memicu kemarahan warga. Massa yang berdatangan kemudian melakukan perlawanan terhadap para preman yang berusaha melarikan diri.

Dalam situasi tersebut, seorang preman yang diduga terlibat dan teridentifikasi berinisial Garong warga Desa Tanjung Baru, berhasil diamankan setelah berlangsungnya amuk massa, yang selanjutnya diserahkan kepada aparat kepolisian Polsek Tanjung Morawa yang tiba di lokasi kejadian.

Aksi brutal gerombolan preman tersebut membuat warga sekitar diliputi keresahan.

Aksi penembakan yang disertai dugaan percobaan pembunuhan Osama dan pembakaran dengan siraman bahan bakar dan bom molotov di kawasan permukiman dinilai telah menebar teror dan mengganggu rasa aman masyarakat.

Warga berharap aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku, motif penyerangan, serta menindak tegas otak pelaku yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kini masyarakat menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian agar bergerak cepat menangkap gerombolan preman yang diduga pimpinan DP cs itu.

Warga juga mendesak jajaran Polda Sumatera Utara, Polresta Deli Serdang, dan Polsek Tanjung Morawa untuk mengusut tuntas perkara ini, menangkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan alat bukti yang sah, serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat yang kini dihantui kekhawatiran akibat aksi kebrutalan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum mengumumkan identitas maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sementara Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Whisnu Hermawan Februanto yang dikonfirmasikan melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H. via pesan WA, Selasa (07/07/2026) pukul 13.34 Wib, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban.(tim)

Berita Terkait

Ryan Sinaga Biayai Sendiri Seragam Wartawan, AJMI Perkokoh Sinergi Pers dengan Kodam I/Bukit Barisan
Tekan Transaksi Tunai dan Pungli, Lapas Sibolga Terapkan Transaksi Non Tunai dengan BRIZZI
Lapas Narkotika Langkat Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Hortikultura Pepaya California
Diskusi Santai di Warkop Dedi Cemot, Chairun Syahputra dan Darius Simanjuntak Bahas Gejala Hepatitis B
Janji Tinggal Janji Pembayaran Sewa Alat Escavator Pasca Bencana Semakin Tak Jelas
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Pengancaman di Tanjung Morawa Dinilai Berjalan Lamban, Pelapor Harapkan Kepastian Hukum
PHI Medan Tolak Gugatan 101 Pensiunan dan Ahli Waris PTPN II
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:55

Sambut HUT RI ke-81, Sat Intelkam Polres Pelabuhan Makassar Ajak Warga Kibarkan Merah Putih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:30

Lapas Makassar Gandeng Baitus Salam Foundation, Nusantara Jaya Ummat, dan SSP Law Firm Salurkan Bantuan Sosial

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:11

Ketua KAKI Jatim Sarankan Febrie Ardiansyah Tunjukkan Sikap dan Hormati Proses Hukum, Bukan Ajukan Praperadilan 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:16

Diduga Ada Oknum Berkedok Aktivis dan Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan, Ketua LSM Forum Rakyat Bersatu Minta Aparat Bertindak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:57

Penipu E-Tiket PELNI dan Calo Tiket Kapal Diciduk, Ini Modusnya Menjerat Korban

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:37

Kutip Kuitansi di Notaris Hingga Mobil Diserahkan, Sainal Lonard Bongkar Alur Transaksi Lahan Tello Baru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:25

DUGAAN MAFIA PERS BERKEDOK PEMERAS DENGAN ANCAMAN BERITA HOAKS

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:10

Tim URC Resmob Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar Berhasil Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Berita Terbaru