Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis

REDAKSI MEDAN

Sabtu, 4 April 2026 - 04:35

50103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Dinda Widyastika, M. Pd dan Prof. Dr. Hasratuddin, M. P

Medan, 2026 — Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan antarwilayah, mutu pembelajaran, hingga kompetensi tenaga pendidik. Hal ini terungkap dalam sebuah kajian akademik yang menyoroti perlunya langkah strategis untuk menciptakan pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan.

Dalam kajian tersebut disebutkan bahwa kondisi pendidikan di Sumatera Utara menunjukkan fenomena paradoks. Di satu sisi, wilayah perkotaan seperti Medan mengalami perkembangan pesat, terutama dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Namun di sisi lain, daerah terpencil seperti Kepulauan Nias dan wilayah pegunungan masih mengalami keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data terbaru menunjukkan adanya kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antarwilayah yang cukup signifikan. Kota Medan berada pada kategori sangat tinggi, sementara beberapa daerah lain masih tertinggal akibat hambatan geografis dan minimnya infrastruktur. Tak hanya soal akses, mutu pembelajaran juga menjadi sorotan. Sistem pendidikan dinilai masih terlalu berorientasi pada kurikulum nasional yang kurang memperhatikan konteks lokal. Akibatnya, siswa cenderung hanya menghafal materi tanpa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Selain itu, kompetensi tenaga pendidik juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak guru dinilai belum optimal dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis karakter dan teknologi. Minimnya pelatihan berkelanjutan turut memperburuk kondisi ini. Faktor lain yang memperparah kualitas pendidikan adalah kesenjangan digital. Di saat sekolah di perkotaan mulai memanfaatkan teknologi canggih, sejumlah sekolah di daerah terpencil bahkan masih kesulitan mengakses listrik dan internet.

Menanggapi kondisi tersebut, kajian ini menawarkan sejumlah gagasan strategis untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Sumatera Utara. Salah satunya adalah penerapan kurikulum berbasis konteks lokal yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya daerah ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, diperlukan pembangunan sistem berbagi sumber daya digital antar sekolah, sehingga sekolah di daerah terpencil dapat memperoleh akses materi dan metode pembelajaran dari sekolah unggulan.

Upaya lain yang dinilai penting adalah redistribusi tenaga pendidik secara lebih merata, disertai dengan pemberian insentif bagi guru yang bertugas di daerah tertinggal. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memperkuat kebijakan yang berorientasi pada keadilan distribusi anggaran pendidikan. Tak kalah penting, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kompetitif, berkarakter, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Berita Terkait

Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan
Istri Boby Santana Sembiring Bantah Informasi Soal Transaksi Sewa HP di Rutan Kelas I Medan
Putusan MA Tegaskan Kewajiban Rp1,128 Miliar, Kuasa Hukum Minta Segera Dilaksanakan
Tujuh Orang Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Laksanakan Komsos ,Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Berikan Sosialisasi Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kampar
Jumat Berkah GRIB Jaya Medan di Masjid Al Baitul Amin, Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan untuk Jamaah
*9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat  Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan** 
Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:06

Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 08:33

Putusan MA Tegaskan Kewajiban Rp1,128 Miliar, Kuasa Hukum Minta Segera Dilaksanakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:21

Tujuh Orang Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:37

Laksanakan Komsos ,Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Berikan Sosialisasi Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kampar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:41

Jumat Berkah GRIB Jaya Medan di Masjid Al Baitul Amin, Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan untuk Jamaah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:21

*9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat  Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan** 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:39

Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:53

Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog

Berita Terbaru