Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Soroti Kehadiran Anggota DPR RI di Acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Bandung Barat

EDi SUPRAPTO

Senin, 3 November 2025 - 17:25

50263 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Soroti Kehadiran Anggota DPR RI di Acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Bandung Barat

Bandung Barat , LENSABHAYANGKARA.COM 
Kehadiran anggota DPR RI, Najib, dalam acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa se-Kabupaten Bandung Barat yang diselenggarakan di Pangandaran pada Sabtu (1/11), menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa, Didik, yang secara terbuka mempertanyakan relevansi kehadiran anggota legislatif tersebut dalam agenda yang semestinya berfokus pada peningkatan kompetensi aparatur desa.

Dalam pernyataan resminya, Didik menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas kepala desa seharusnya diarahkan pada penguatan kemampuan teknis dan manajerial para kepala desa. Ia menilai, kehadiran figur politik dari level nasional seperti anggota DPR RI dapat menimbulkan tafsir ganda di tengah publik.

“Kami mempertanyakan, apa sebenarnya korelasi dan hubungan antara kehadiran Bapak Najib sebagai anggota DPR RI dengan acara peningkatan kapasitas kepala desa ini? Apa urgensi beliau hadir di sini?” ujar Didik dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Lebih lanjut, Didik menyoroti pentingnya menjaga kemurnian agenda pemerintahan desa dari potensi intervensi politik. Menurutnya, kegiatan semacam ini seharusnya fokus pada materi yang betul-betul relevan dengan tugas kepala desa, seperti pengelolaan dana desa, perencanaan pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan desa, serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Acara peningkatan kapasitas kepala desa seharusnya menjadi ruang pembelajaran teknis, bukan ajang seremonial yang berpotensi mengalihkan fokus dari substansi utama. Kehadiran pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan langsung dapat mengganggu efektivitas kegiatan,” tegasnya.

Didik juga menyerukan agar pihak penyelenggara memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel terkait alasan mengundang anggota DPR RI tersebut. Ia mengingatkan agar kegiatan pemerintahan daerah, khususnya yang melibatkan aparatur desa, tidak dijadikan sarana untuk membangun citra politik pribadi.

“Kami berharap ada penjelasan terbuka dari penyelenggara. Jangan sampai acara ini justru dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu, yang pada akhirnya mengesampingkan tujuan utama dari peningkatan kapasitas kepala desa,” pungkasnya.

 

Sorotan ini mencerminkan kekhawatiran publik akan potensi politisasi dalam program pembinaan aparatur desa, terlebih menjelang tahun politik yang kian hangat. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga netralitas dan memastikan setiap kegiatan resmi benar-benar berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat, bukan pada kepentingan politik jangka pendek.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda
Proyek Tak Selesai, Duit Diduga Mengalir ke Kantong Pribadi! Skandal PPKS Medan Kian Panas, Siapa yang Bermain dan Siapa yang Melindungi?
Skandal Pendidikan? Dana BOS Miliaran Mengalir, Orang Tua Siswa Tetap Dibebani di SMAN 1 Batang Kuis
Aroma Korupsi Menyengat di Sekolah Negeri: BOS Miliaran Menguap, Pungutan Liar Jalan Terus!
Program Kambing Desa Purwodadi Dinilai Janggal, Dugaan Penyimpangan Anggaran Ratusan Juta Mencuat ke Publik
Kasus Sabu 1 Kg di Makassar Memanas: Video Klarifikasi Diduga Settingan, Dugaan “Uang Damai” Rp50 Juta Disorot
Zainal Arifin Paliwang Hadiri Turnamen Domino SMANSA 82: Merawat Persaudaraan di Atas Meja Laga
Malam Terakhir Gathering Adobe Rokan Group di Harau Diwarnai Dialog Terbuka, Staf dan Direksi Bertukar Gagasan Secara Interaktif

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:15

Skandal Pendidikan? Dana BOS Miliaran Mengalir, Orang Tua Siswa Tetap Dibebani di SMAN 1 Batang Kuis

Selasa, 21 April 2026 - 10:12

Aroma Korupsi Menyengat di Sekolah Negeri: BOS Miliaran Menguap, Pungutan Liar Jalan Terus!

Senin, 20 April 2026 - 20:46

Program Kambing Desa Purwodadi Dinilai Janggal, Dugaan Penyimpangan Anggaran Ratusan Juta Mencuat ke Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29

Malam Terakhir Gathering Adobe Rokan Group di Harau Diwarnai Dialog Terbuka, Staf dan Direksi Bertukar Gagasan Secara Interaktif

Jumat, 17 April 2026 - 19:28

Warga dan Perangkat Desa Buntu Bedimbar Perbaiki Pagar Kantor Desa, BPD Tepis Isu Anggaran yang Dinilai Tidak Berimbang

Kamis, 16 April 2026 - 11:37

Hak Pensiun Duda ASN Mandek 3 Tahun, Mediasi Buntu, Kadis Kesehatan Medan Disorot Soal Disiplin Kerja

Selasa, 14 April 2026 - 21:17

Gawat! Judi Tembak Ikan Menggurita di Namorambe, Diduga Dibekingi Oknum, Aparat Penegak Hukum Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi

Selasa, 14 April 2026 - 13:04

Bau Busuk Dana BOS 2025 Rp3,45 Miliar di SMKN 1 Lubuk Pakam Tercium Keras, Pungutan Rp100 Ribu/Siswa Disorot Tajam

Berita Terbaru