Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Soroti Kehadiran Anggota DPR RI di Acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Bandung Barat

EDi SUPRAPTO

Senin, 3 November 2025 - 17:25

50379 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Soroti Kehadiran Anggota DPR RI di Acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Bandung Barat

Bandung Barat , LENSABHAYANGKARA.COM  —
Kehadiran anggota DPR RI, Najib, dalam acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa se-Kabupaten Bandung Barat yang diselenggarakan di Pangandaran pada Sabtu (1/11), menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa, Didik, yang secara terbuka mempertanyakan relevansi kehadiran anggota legislatif tersebut dalam agenda yang semestinya berfokus pada peningkatan kompetensi aparatur desa.

Dalam pernyataan resminya, Didik menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas kepala desa seharusnya diarahkan pada penguatan kemampuan teknis dan manajerial para kepala desa. Ia menilai, kehadiran figur politik dari level nasional seperti anggota DPR RI dapat menimbulkan tafsir ganda di tengah publik.

“Kami mempertanyakan, apa sebenarnya korelasi dan hubungan antara kehadiran Bapak Najib sebagai anggota DPR RI dengan acara peningkatan kapasitas kepala desa ini? Apa urgensi beliau hadir di sini?” ujar Didik dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Lebih lanjut, Didik menyoroti pentingnya menjaga kemurnian agenda pemerintahan desa dari potensi intervensi politik. Menurutnya, kegiatan semacam ini seharusnya fokus pada materi yang betul-betul relevan dengan tugas kepala desa, seperti pengelolaan dana desa, perencanaan pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan desa, serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Acara peningkatan kapasitas kepala desa seharusnya menjadi ruang pembelajaran teknis, bukan ajang seremonial yang berpotensi mengalihkan fokus dari substansi utama. Kehadiran pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan langsung dapat mengganggu efektivitas kegiatan,” tegasnya.

Didik juga menyerukan agar pihak penyelenggara memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel terkait alasan mengundang anggota DPR RI tersebut. Ia mengingatkan agar kegiatan pemerintahan daerah, khususnya yang melibatkan aparatur desa, tidak dijadikan sarana untuk membangun citra politik pribadi.

“Kami berharap ada penjelasan terbuka dari penyelenggara. Jangan sampai acara ini justru dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu, yang pada akhirnya mengesampingkan tujuan utama dari peningkatan kapasitas kepala desa,” pungkasnya.

 

Sorotan ini mencerminkan kekhawatiran publik akan potensi politisasi dalam program pembinaan aparatur desa, terlebih menjelang tahun politik yang kian hangat. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga netralitas dan memastikan setiap kegiatan resmi benar-benar berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat, bukan pada kepentingan politik jangka pendek.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Bersama LUKW Unitomo, SWI Cetak Wartawan Kompeten melalui UKW di Banjarmasin
Polres Pelabuhan Makassar Ungkap 8 Kasus Pencurian di Ujung Tanah
Puncak Perayaan HUT Ke-27 Malinau: Pesta Budaya Irau Ke-12 Sukses Meriah dan Memukau
DPW KJNI Sejumlah Provinsi Sampaikan Apresiasi, Arul Tekankan Persatuan dan Integritas
Rapat Paripurna HUT ke-14 Kaltara: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen, Pemprov Raih WTP 12 Kali Berturut-turut
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru