Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Soroti Kehadiran Anggota DPR RI di Acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Bandung Barat

EDi SUPRAPTO

Senin, 3 November 2025 - 17:25

50357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Soroti Kehadiran Anggota DPR RI di Acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Bandung Barat

Bandung Barat , LENSABHAYANGKARA.COM 
Kehadiran anggota DPR RI, Najib, dalam acara Peningkatan Kapasitas Kepala Desa se-Kabupaten Bandung Barat yang diselenggarakan di Pangandaran pada Sabtu (1/11), menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa, Didik, yang secara terbuka mempertanyakan relevansi kehadiran anggota legislatif tersebut dalam agenda yang semestinya berfokus pada peningkatan kompetensi aparatur desa.

Dalam pernyataan resminya, Didik menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas kepala desa seharusnya diarahkan pada penguatan kemampuan teknis dan manajerial para kepala desa. Ia menilai, kehadiran figur politik dari level nasional seperti anggota DPR RI dapat menimbulkan tafsir ganda di tengah publik.

“Kami mempertanyakan, apa sebenarnya korelasi dan hubungan antara kehadiran Bapak Najib sebagai anggota DPR RI dengan acara peningkatan kapasitas kepala desa ini? Apa urgensi beliau hadir di sini?” ujar Didik dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Lebih lanjut, Didik menyoroti pentingnya menjaga kemurnian agenda pemerintahan desa dari potensi intervensi politik. Menurutnya, kegiatan semacam ini seharusnya fokus pada materi yang betul-betul relevan dengan tugas kepala desa, seperti pengelolaan dana desa, perencanaan pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan desa, serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Acara peningkatan kapasitas kepala desa seharusnya menjadi ruang pembelajaran teknis, bukan ajang seremonial yang berpotensi mengalihkan fokus dari substansi utama. Kehadiran pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan langsung dapat mengganggu efektivitas kegiatan,” tegasnya.

Didik juga menyerukan agar pihak penyelenggara memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel terkait alasan mengundang anggota DPR RI tersebut. Ia mengingatkan agar kegiatan pemerintahan daerah, khususnya yang melibatkan aparatur desa, tidak dijadikan sarana untuk membangun citra politik pribadi.

“Kami berharap ada penjelasan terbuka dari penyelenggara. Jangan sampai acara ini justru dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu, yang pada akhirnya mengesampingkan tujuan utama dari peningkatan kapasitas kepala desa,” pungkasnya.

 

Sorotan ini mencerminkan kekhawatiran publik akan potensi politisasi dalam program pembinaan aparatur desa, terlebih menjelang tahun politik yang kian hangat. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga netralitas dan memastikan setiap kegiatan resmi benar-benar berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat, bukan pada kepentingan politik jangka pendek.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Ujian SIM di Polres Binjai Berikan Edukasi Berkendara, Warga: Lebih Paham Cara Mengemudi yang Benar
Warga Bantah Barak Gang Saru Digunakan untuk Narkoba, Pertanyakan Temuan di Lokasi
Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!
Prajurit Korem 143/HO Antarkan Paskibraka Sultra Raih Juara 2 Umum LKBB-PB MPR RI
Wartawan dan Organisasi Pers Bahas Implikasi RUU Perampasan Aset dalam Seminar SWI
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Cafe di Jl. AP Pettarani Makassar Dirusak Orang Tak Dikenal, Pemilik Resmi Lapor Polisi
Tender Dermaga Kajang Rp30,9 Miliar Dipertanyakan, JAS Soroti Rekam Jejak dan Afiliasi Peserta

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:37

Ujian SIM di Polres Binjai Berikan Edukasi Berkendara, Warga: Lebih Paham Cara Mengemudi yang Benar

Senin, 7 September 2026 - 22:02

Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!

Kamis, 3 September 2026 - 14:49

Sengketa Lahan Makin Runcing, Kuasa Hukum Alimin Tantang Polda Sumut Gelar Perkara Khusus

Kamis, 3 September 2026 - 11:11

Seleksi 6 Calon Penghulu Dipersoalkan, Tes Ulang di Mess Bupati Picu Kecurigaan Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:21

Tujuh Orang Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:06

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:21

*9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat  Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan** 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:50

Netralitas Aparatur Kampong Dipertanyakan, Pengawas Akui Ada Pelanggaran

Berita Terbaru