Aktivis: Stop Provokasi Narasi TNI Ciptakan Darurat Militer

LENSA BHAYANGKARA

Rabu, 10 September 2025 - 08:47

50130 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 September 2025 |  Sehubungan dengan beredarnya sejumlah konten hoaks dan pemberitaan tidak berdasar yang menuduh keterlibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai provokator dalam berbagai aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini, dengan ini kami Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah ( PW GPA ) Prov DKI Jakarta

Seperti narasi tiduhan provokasi penciptaan darurat militer yang disampaikan beberapa pihak untuk didalami oleh komunitas intelijen guna mencegah terciptanya persepsi yang salah di pikiran masyarakat, salah satunya yang berasal dari pegiat media sosial Ferry Irwandi.

Kami mengecam keras pernyataan Ferry soal TNI, pernyataan Ferry menggiring opini dan memanipulasi fakta karena secara sengaja membentuk persepsi publik yang salah tentang TNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pernyataan Ferry sangat tendensius mengarah kepada berpotensi merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merusak citra TNI sebagai institusi,”

Kami meminta aparat penegak hukum (APH) segera mengambil tindakan tegas atas pernyataan Ferry guna menjaga wibawa TNI, keamanan nasional, dan persatuan nasional.

Kami menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar, dan menyesatkan publik dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

TNI adalah institusi negara yang bersifat netral, profesional, dan senantiasa menjunjung tinggi prinsip demokrasi serta supremasi hukum. Dalam setiap dinamika sosial yang melibatkan masyarakat, TNI senantiasa bertindak berdasarkan perintah dan tugas konstitusional, yaitu menjaga keutuhan NKRI, kedaulatan negara, serta membantu pemerintah dalam menegakkan stabilitas nasional.

Kami mengecam upaya penyebaran disinformasi yang bertujuan mencemarkan nama baik institusi TNI, memecah belah kepercayaan publik, serta memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Narasi provokatif seperti ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menimbulkan konflik horizontal dan mengancam persatuan bangsa.

Malah kami melihat TNI terlihat membantu kepolisian meredam emosi demonstran, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu
Aksi demonstrasi gabungan ojol, rakyat dan mahasiswa di berbagai titik di Indonesia

Kehadiran para personel TNI dengan cara humanis dan pendekatan persuasif mampu meredam emosi dan suasana kondusif. Puluhan prajurit TNI hadir dengan cara-cara simpatik, berupaya mendinginkan suasana dengan mengajak massa untuk berdialog serta duduk bersama.

Di lapangan, terlihat personel TNI aktif mengimbau demonstran untuk tidak melakukan tindakan provokatif maupun pelemparan terhadap aparat. Dan kemudian massa diajak berdiskusi secara damai agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik. Para demonstran di minta untuk menahan diri dan menjaga ketertiban, sehingga massa merasa nyaman dan percaya dengan kehadiran para prajurit TNI tersebut,

Selain melakukan pendekatan persuasif, prajurit TNI juga turut bergotong-royong membersihkan sisa-sisa sampah aksi bersama masyarakat sekitar, sekaligus membagikan logistik berupa air minum kepada massa dan warga di lokasi. Tak hanya itu, TNI bersama aparat terkait juga mengevakuasi serta mengangkut mobil yang dibakar massa, guna mencegah potensi bahaya dan mengembalikan kelancaran arus lalu lintas.

Melalui siaran persnya Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah ( PW GPA ) DKI Jakarta Dedi Siregar mengatakan bahwa langkah TNI menunjukkan komitmen untuk selalu hadir bersama rakyat untuk menjaga kerukunan, kesatuan dan persatuan untuk menjaga stabilitas nasional.

Pendekatan yang dilakukan oleh TNI dalam rangka menjaga stabilitas keamanan patut di apresiasi karena mereka dapat di terima dengan baik oleh massa demo, mereka mampu membuat simpati rakyat dengan mendinginkan suasana.

Untuk itu saya mengajak semua komponen masyarakat memberi dukungan pada TNI untuk terus kokoh menjaga politik kebangsaan dan kenegaraan demi keutuhan dan kejayaan NKRI. TNI ini saya kira sangat penting buat TNI melakukan sosialisasi sekaligus menegaskan bahwa mereka terpanggil untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam proses politik di dalam negeri. Selain itu juga Dedi Siregar menegaskan, secara institusional TNI harus senantiasa menjaga profesionalitasnya agar kecintaan dan kepercayaan rakyat tak berkurang pada tentara kebanggaan mereka.

Dengan keberhasilan prajurit TNI yang mampu menjaga kondisi keamanan saat demo kemaren saya yakin TNI akan menjadi kekuatan pertahanan negara yang makin disegani dan dapat dipercaya oleh seluruh rakyat Indonesia. Mereka bukan hanya berada di garis terdepan menjaga kedamaian dan kedaulatan, tapi juga terdepan di hati rakyat,”

Oleh dari itu kami meminta stop tuduhan hoalk dan narasi yang menyesatkan menuduh TNI dengan opini negatif dengan maksud tertentu

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih cermat dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi, serta mendukung upaya bersama dalam menjaga ketertiban dan kedamaian nasional.

Kepada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan hoaks, kami memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang ITE dan KUHP. kebenaran informasi di ruang publik. Mari kita jaga bersama keutuhan bangsa dengan menjunjung tinggi etika, fakta, dan rasa hormat terhadap institusi negara.

Salam Hormat,
Pimpinan Wilayah
Gerakan Pemuda Al Washliyah
Prov. DKI Jakarta

Dedi Siregar
Ketua PW GPA DKI Jakarta

Berita Terkait

Ketua KAKI Jatim: Sudah Waktunya Anwar Sadad DPR RI Diadili, Demi Integritas dan Kualitas Lembaga Antirusuah 
Demi Integritas Polri, KAKI Jatim Dukung Presiden Prabowo Naikkan Status Pangkat Seluruh Kapolda Berbintang 3 dan Wakapolda Bintang 2
Program Makan Bergizi Gratis Sudah Tepat Dilanjutkan, Narasi “Hentikan MBG” Dinilai Menghambat Kemajuan Anak Bangsa
Upaya Percepatan Bantuan Pascabencana dan Validasi Data, Kadis Sosial Aceh Tenggara Temui Pihak Kemensos di Jakarta
Melalui Deklarasi Resmi, Samsuri, S.Pd.I, M.A Tegaskan Kesiapan sebagai Calon Presiden RI 2029
Lindungi Generasi Muda, PW GP Al Washliyah DKI Dukung BNN Larang Vape
Ketua KAKI Jatim Dukung Arief Martha Rahadiyan Menjadi Menteri Pariwisata di Kabinet Merah Putih
Jejak Hitam Faisal Amsir Usai Kuras Uang Negara, Kini Tersangka Mangsa Korban Lewat Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:30

PT Rosin Chemicals Indonesia Diduga “Kibuli” Puslabfor Mabes Polri, Perlibas Gayo Minta Penegakan Hukum Lingkungan Secara Tegas

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:52

Rakyat Melawan Dugaan Kecurangan! Puluhan Warga Kepung Kantor Desa, Tolak Politik Uang Dalam Pilkades

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:21

Diduga Buang Limbah Sembarangan, Pengolahan Getah Pinus Disorot

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:09

Peringatan Keras! Advokat Andro Oki SH Ingatkan Penyebar Tuduhan Tanpa Bukti: Fitnah Bisa Berujung Proses Hukum dan Ancaman Pidana

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:29

Framing Dibongkar! Pihak Korban Tegaskan Tidak Ada “Perampasan Aparat”, Semua Sedang Diproses Hukum di Polres Labuhanbatu

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:49

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:58

TERKUAK! Perdamaian Kasus Viral Salapian Diduga Disusupi Permainan Duit dan Kepentingan Cukong Sawit

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:39

HEBOH! Aksi Geruduk Kantor Desa Pecah di Tanjung Gusta, Warga Minta APH Proses Dugaan Serangan Fajar

Berita Terbaru