Korban Dijadikan Tersangka, Pelaku DPO Diduga Dibiarkan: Wajah Buruk Polsek Medan Barat dan Kejaksaan Terbuka Lebar

REDAKSI SULSEL

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:21

50467 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com Medan – Putusan bebas Junara Alberto Hutahean menjadi tamparan keras bagi Polsek Medan Barat, Kapolsek Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H, dan JPU Aprilda Yanti Hutasuhut. Majelis Hakim PN Medan menegaskan Junara tidak terbukti melakukan penganiayaan, melainkan korban pengeroyokan. Namun korban justru dijadikan tersangka, dituntut penjara, dan dipermalukan di depan hukum,Kamis (7/5/2026)

 

Junara menjadi korban kriminalisasi yang diduga dilakukan melalui proses hukum yang keliru oleh pihak kepolisian dan diperkuat dalam proses penuntutan oleh JPU. Korban yang seharusnya mendapat perlindungan justru diposisikan sebagai pelaku, seolah fakta lapangan dan bukti persidangan tidak lagi memiliki arti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Peristiwa itu terjadi pada 3 November 2024 di Jalan Karya Gang Perdamaian, Medan Barat. Awalnya Junara hanya meminta Andika Charlie memindahkan sepeda motor yang menghalangi mobil pikap miliknya, namun berujung pengeroyokan oleh Andika Charlie, Richard Jecksen Lumbantobing, Chintya, dan Rudy Anto.

 

Alih-alih dilindungi, Junara malah diproses pidana. JPU Aprilda Yanti Hutasuhut bahkan menuntutnya delapan bulan penjara berdasarkan Pasal 466 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

 

Dalam surat dakwaan, JPU Aprilda Yanti Hutasuhut menyebut Junara bersama Dhana Badi Sikhi melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang di muka umum. Dakwaan itu membangun stigma bahwa korban adalah pelaku.

 

Kapolsek Medan Barat sebelumnya berdalih tindakan anggotanya sudah sesuai prosedur.

 

“Tindakan anggota sudah sesuai SOP,” katanya.

 

Namun fakta sidang membantahnya. Rekaman CCTV menunjukkan Junara adalah korban pengeroyokan, bukan pelaku. Dua pelaku, Richard dan Rudy, bahkan telah divonis 1,5 tahun penjara dan putusannya inkrah.

“Atas dasar putusan yang telah inkrah tersebut, majelis hakim meyakini Junara merupakan korban,” tegas hakim.

 

Menurut Parlindungan Nababan SH didampingi Kompol (Purn) Hasian Panggabean, SH, MH, AKBP (Purn) Maidin Simamora, SH, MH, Dr Ruben S Y U Panggabean SH, MH, Jones Zamili SH (kesemuanya dari SBSU Law Firm) Artinya jelas, ada kesalahan fatal dalam penetapan tersangka. Pernyataan “sesuai SOP” justru memperkuat dugaan perlindungan terhadap kesalahan bawahan, ditambah sangat diragukan profesional penyidik polsek medan barat, kapolsek dan jajarannya sangat terlihat melakukan kriminalisasi klien kami yaitu junara.

 

Tidak hanya itu, salah satu tersangka berstatus DPO justru disebut masih bisa melengkapi administrasi di Polsek Medan Barat tanpa ditahan. Yang seharusnya diburu justru diberi ruang, sementara korban malah dikriminalisasi.

 

Sorotan juga mengarah ke JPU Aprilda Yanti Hutasuhut yang dinilai lalai dan diduga ikut memperkuat sabotase perkara. Dakwaan dan tuntutan yang dibangun mengabaikan fakta persidangan dan bertentangan dengan slogan Kejaksaan RI, “Satya Adhi Wicaksana,” yang menuntut kesetiaan, ketelitian, dan kebijaksanaan, serta sumpah jabatan untuk bekerja jujur, cermat, dan bertanggung jawab.

 

Akibatnya, Junara mengalami kerugian besar secara psikologis, materiil, dan immateriil. Nama baiknya rusak, reputasinya hancur, tekanan mental berat, dan stigma sosial sebagai tersangka melekat di tengah masyarakat.

 

Kasus ini bukan sekadar salah prosedur, tetapi potret buruk penegakan hukum saat korban dijadikan terdakwa, DPO diduga dibiarkan, dan aparat memilih membela kesalahan daripada menegakkan keadilan.

 

Kapolsek tidak cukup berlindung di balik kata “SOP”, JPU tidak cukup bersembunyi di balik berkas dakwaan. Yang dibutuhkan sekarang bukan klarifikasi, tetapi pertanggungjawaban.

 

Menurut Simon Budi Satria Utama Panggabean SH mengatakan dengan adanya putusan bebas terhadap junara menguatkan bahwa betul penyidik dan kapolsek tidak becus menjalankan SOP kerja sebab menurut aturan penyidik harus objektif melakukan tugasnya seperti penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa bukti dan keterangan.

 

Redaksi

Berita Terkait

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!
DPC PPWI Ogan Ilir Desak Polres Usut Akun Facebook Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos
Penundaan Pilpeng Rohil Dipertanyakan, Demokrasi Jangan Dimatikan Oleh Surat
Gigih dan Penuh Semangat, Boy Strady Lipat Ratusan Kertas Nasi Bansos GRIB Jaya Kota Medan hingga Dapat Senyuman Rezeki

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Karo Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:02

Pemkab Karo Tegaskan Komitmen Birokrasi Bersih dan Penguatan Whistleblowing System

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:53

Pemerintah Kabupaten Karo Gelar Rapat Evaluasi Hasil Monitoring Desa Percontohan PKK dan Rapat Bulanan PKK Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:56

Bupati Karo Hadiri Welcome Dinner Jelajah Wisata Nusantara Ke-4 di Berastagi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:31

Bongkar Fakta Temuan BPK, Kadis Kesehatan Karo Pastikan Pengelolaan BOK 19 Puskesmas Sesuai Prosedur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:11

Pemkab Karo Pastikan Pengaspalan 5 Kilometer Dengan Pagu Rp 18 Milyar Rampung Tahun Ini 

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00

Bertahap, Pemkab Karo Mulai Perbaiki Infrastruktur Jalan Udara–Simpang Empat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:52

Bupati Karo Resmi Buka Karo Open Karate Championship 2026 Piala Bupati Karo

Berita Terbaru