Solar Untuk Nelayan dan Rakyat Kecil Diduga Dirampas Mafia: Skandal Pengurasan Solar Subsidi di Medan Mulai Terbuka

REDAKSI SULSEL

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:28

50121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com Medan – Praktik penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di Kota Medan diduga masih berlangsung secara sistematis dan terorganisir. Modus yang digunakan para pelaku disebut semakin berani dan canggih, mulai dari manipulasi sistem pengisian hingga penggunaan kendaraan yang telah dimodifikasi khusus untuk menguras solar bersubsidi dari berbagai SPBU.

 

Hingga Maret 2026, aparat penegak hukum bersama pengawas sektor energi disebut terus melakukan penindakan terhadap jaringan yang dikenal sebagai “mafia solar bersubsidi”. Namun fakta di lapangan menunjukkan praktik ini diduga masih berjalan dengan pola yang rapi dan melibatkan banyak pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan, salah satu nama yang disebut-sebut dalam praktik ini adalah Udin yang diduga terkait dengan PT WDP. Ia diduga mengendalikan operasi penyedotan solar subsidi dengan memanfaatkan sejumlah sopir bayaran yang digaji khusus untuk menjalankan kendaraan operasional,Selasa (10/3/2026)

 

Kendaraan yang digunakan dalam aktivitas tersebut disebut-sebut berupa Toyota Innova Reborn yang telah dimodifikasi dengan tangki tambahan berkapasitas besar. Mobil tersebut diduga kerap berganti plat nomor dan bahkan disebut-sebut menggunakan kendaraan yang diduga tidak memiliki kelengkapan administrasi yang jelas, sehingga menyulitkan proses pelacakan oleh aparat.

 

Mobil ini dilaporkan hampir setiap hari keluar masuk SPBU di wilayah Kota Medan, mulai dari pagi, siang hingga malam hari, untuk melakukan pengisian solar subsidi secara berulang-ulang. Dengan tangki modifikasi tersebut, kendaraan diduga mampu menampung solar dalam jumlah jauh lebih besar dibanding kapasitas normal kendaraan.

 

Parahnya lagi, praktik ini diduga tidak mungkin berjalan tanpa adanya keterlibatan oknum di SPBU. Informasi yang beredar menyebutkan adanya praktik yang dikenal dengan istilah “uang cor”, yakni uang pelicin yang diberikan kepada operator SPBU agar kendaraan tersebut dapat mengisi solar subsidi berulang kali tanpa dipersoalkan.

 

Nilai “uang cor” yang diduga diberikan kepada operator SPBU berkisar antara Rp75.000 hingga Rp100.000 untuk setiap mobil. Imbalan ini diduga menjadi pemicu sejumlah oknum operator SPBU nekat melanggar aturan demi keuntungan pribadi.

 

Akibat praktik ilegal tersebut, solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil seperti nelayan, petani, dan pelaku UMKM, justru diduga disedot oleh jaringan mafia migas untuk kepentingan bisnis ilegal yang menghasilkan keuntungan besar.

 

Praktik ini jelas merupakan kejahatan serius yang merugikan keuangan negara. Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, setiap orang yang melakukan penyalahgunaan pengangkutan, penimbunan, maupun niaga BBM subsidi tanpa izin dapat dijerat dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

 

Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan mafia solar bersubsidi yang diduga beroperasi di Kota Medan. Penindakan tidak hanya diharapkan menyasar para sopir lapangan, tetapi juga aktor utama di balik jaringan tersebut serta oknum-oknum yang diduga ikut melindungi dan memuluskan praktik ilegal ini.

 

Jika praktik ini terus dibiarkan, maka subsidi BBM yang seharusnya menjadi hak rakyat justru akan terus dikuras oleh jaringan mafia migas, sementara masyarakat kecil semakin kesulitan mendapatkan solar subsidi yang memang diperuntuk. (Red/TIM)

Berita Terkait

Sungai Bono Tapung Bukan Milik Perusahaan! Camat Tandun, DLH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Pelanggara
Togar Situmorang Desak RDP, Dedi Harianto: Masyarakat Kecil Juga Berhak Mendapatkan Keadilan
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Tepis Dugaan Narkoba dalam Video Viral, Polres Tanah Karo Ungkap Hasil Tes Urine Personel
Jaringan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Di Langkat Terkuak, Stabat Hingga Secanggang Diminta Diusut!
DPC PPWI Ogan Ilir Desak Polres Usut Akun Facebook Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:22

Polres Pelabuhan Makassar Ungkap 8 Kasus Pencurian di Ujung Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:57

Puncak Perayaan HUT Ke-27 Malinau: Pesta Budaya Irau Ke-12 Sukses Meriah dan Memukau

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:13

DPW KJNI Sejumlah Provinsi Sampaikan Apresiasi, Arul Tekankan Persatuan dan Integritas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00

Rapat Paripurna HUT ke-14 Kaltara: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen, Pemprov Raih WTP 12 Kali Berturut-turut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:50

Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:44

KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:18

KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:43

Kasat Lantas AKP Abdul Malik Pimpin Pengaturan Arus, Keselamatan Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Jadi Prioritas

Berita Terbaru