Publik Apresiasi BGN Wujudkan Program Makan Bergizi Geratis Di Pesantren

LENSA BHAYANGKARA

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:58

50171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Rabu,10 Desember 2025- Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas komitmennya dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi generasi muda Indonesia.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN menggandeng berbagai lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren, untuk memastikan para santri mendapatkan asupan bergizi secara merata dan berkelanjutan. Salah satu contoh nyata implementasi program ini adalah di Kabupaten Kendal, tepatnya di Pondok Pesantren Al Fadllu 2.

Program MBG bertujuan memberikan akses makanan sehat, aman, dan bernutrisi kepada para santri setiap hari. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam pencegahan stunting, peningkatan kesehatan remaja, serta mendukung konsentrasi belajar dan kegiatan keagamaan di pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disambut oleh berbagai pihak seperti Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana dan jajaran atas komitmennya menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis bagi para santri di berbagai wilayah Indonesia. Program ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mendukung kesehatan, daya tahan tubuh, dan kualitas pembelajaran di lingkungan pesantren.

Salah satu implementasi program yang menjadi perhatian adalah pelaksanaannya di Kabupaten Kendal, tepatnya di Pondok Pesantren Al Fadllu 2. Melalui program ini, para santri menerima asupan makanan sehat, bergizi, dan seimbang setiap hari sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi remaja serta pencegahan stunting di lingkungan pendidikan keagamaan.

Ketua Umum DPP LPPI Dedi Siregar menyampaikan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan di pesantren. “BGN telah menunjukkan keberpihakan nyata kepada para santri. Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga mendukung peningkatan konsentrasi belajar dan aktivitas keagamaan di pesantren.

Kami mengapresiasi pelaksanaan yang sudah berjalan dengan baik di Pondok Pesantren Al Fadllu 2 Kendal,” ujarnya.

Kami menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Pesantren yang selama ini menjadi pusat pendidikan karakter dan keagamaan perlu mendapat perhatian lebih dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi santri.

Program yang dijalankan BGN ini juga mencakup edukasi gizi, peningkatan standar dapur pesantren, serta monitoring kualitas bahan makanan, sehingga manfaatnya tidak hanya jangka pendek tetapi berkelanjutan.

 

Program BGN, MBG Hadir Di Pesantren dan ciptakan gerakan pertumbuhan ekonomi
pesantren, seperti di Kabupaten Kendal Pondok Pesantren Al Fadllu 2, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang produktif dan bermanfaat. program ini memberikan dampak ekonomi langsung, antara lain, Peningkatan permintaan hasil pertanian lokal, seperti beras, sayur, buah, dan protein hewani. Pemberdayaan UMKM dalam pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, dan distribusi logistik. Penciptaan lapangan kerja baru di bidang pengelolaan dapur sehat, katering pesantren, dan transportasi bahan pangan. Stabilisasi ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang berfokus pada perumusan kebijakan, koordinasi, serta implementasi program-program peningkatan gizi masyarakat Indonesia. BGN bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan dunia usaha untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting.

Berita Terkait

Bersama LUKW Unitomo, SWI Cetak Wartawan Kompeten melalui UKW di Banjarmasin
Alat Berat Masuk Kawasan Konservasi, PETI Kerinci Bukan Aktivitas Tradisional Melainkan Kejahatan Terorganisir
Edi Suprapto: Kemitraan Media Harus Transparan, Objektif dan Memberi Ruang yang Sama bagi Seluruh Media
Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai
Wartawan dan Organisasi Pers Bahas Implikasi RUU Perampasan Aset dalam Seminar SWI
Semangat Kemerdekaan Satukan Warga Babakan Talang ,  Karang Taruna RW 02 Desa Bojongkoneng Gelar Pesta Rakyat Penuh Kebersamaan
Kolaborasi, Kompetensi, dan Konsolidasi: Langkah Strategis SWI Membangun Pers Berkualitas
Mabes Polri dan Pusdokkes Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojol

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:26

​Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Hadiri Sosialisasi Kelayan Binter, Perkuat Sinergi Reintegrasi Sosial di Langkat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:02

Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Evaluasi Litmas Integrasi dan Pencabutan SK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:29

Beri Dukungan Penuh bagi Klien Pemasyarakatan, Bapas Medan Kolaborasi dengan Yayasan Perisai Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45

Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:09

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:54

Resahkan Warga Medan! Leasing Diduga Paksa Pelunasan Total dan Sembunyikan Motor Nasabah Tanpa Surat Tugas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:07

Tak Beri Ampun, Tim Reskrim Lebak Berantas Kejahatan yang Meresahkan Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:50

1,1 Ton Sabu di Pidie Terungkap, GARNIZUN: Lindungi Generasi Bangsa, Berantas Narkotika Tanpa Pandang Bulu!

Berita Terbaru