๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐๐ โ Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat, terutama kalangan pekerja pers, terkait maraknya aksi penipuan yang mencatut nama dan foto dirinya. Ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang semakin marak, termasuk penawaran mobil lelang.
Peringatan ini disampaikan Nasir pada ๐ ๐ช๐ข๐๐ฉ, 10 ๐๐ ๐ฉ๐ค๐๐๐ง 2025, setelah sejumlah pengguna ponsel dilaporkan menerima pesan dari akun WhatsApp (WA) dengan foto dan nama Nasir Nurdin. Akun tersebut bahkan menggunakan sapaan khas โAbuโ yang biasa digunakan oleh Ketua PWI Aceh, untuk meyakinkan korbannya.
Setidaknya dua orang dilaporkan dihubungi oleh nomor ๐ฌ๐ด๐ฑ๐ด๐ฏ๐ฌ๐ณ๐ณ๐ด๐ฐ๐ต๐ฌ๐ฏ. Pada pukul 09.37 WIB, nomor tersebut menghubungi istri Saiful Isky di Banda Aceh, mengaku sebagai โAbuโ, dan menawarkan mobil Pajero. Merasa curiga, Saiful langsung menghubungi Nasir Nurdin untuk memastikan informasi tersebut.
Tidak lama berselang, pada pukul 10.34 WIB, nomor yang sama juga menghubungi Abah Abhenk, warga Banda Aceh. Pelaku mencoba meyakinkan korban dengan menyapa dan menanyakan keberadaan Ketua PWI Aceh di Jakarta. Dugaan penipuan ini semakin kuat karena tiga hari sebelumnya, nomor berbeda, yakni ๐ฌ๐ด๐ฑ๐ณ๐ฒ๐ฎ๐ญ๐ต๐ฌ๐ฏ๐ต๐ต, juga dilaporkan menghubungi sejumlah wartawan dengan modus yang sama: menawarkan mobil Pajero Sport hasil lelang.
Beruntung, beberapa wartawan yang menjadi target mampu mengidentifikasi penipuan tersebut. Mereka menyadari bahwa tawaran itu tidak masuk akal, sehingga tidak terperdaya. Namun, tidak semua calon korban berhasil lolos. Razali Achmad, sahabat Nasir Nurdin yang berdomisili di Pidie, menjadi korban penipuan. Ia dilaporkan mentransfer uang sebesar Rp 35 juta ke rekening Bank BNI atas nama Hari Murianto dengan nomor rekening 1975717873. Dana tersebut dikirim untuk membayar pajak dan balik nama mobil yang ditawarkan oleh pelaku.
Nasir Nurdin mengapresiasi kewaspadaan sejumlah warga yang tidak terjebak dalam modus penipuan ini. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran mencurigakan, meskipun dilakukan oleh pihak yang seolah-olah dikenal. Ketua PWI Aceh menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan kegiatan seperti yang disebutkan oleh pelaku. Ia juga meminta pihak berwenang untuk menindak tegas pelaku penipuan yang telah merugikan masyarakat.
**Laporan: TIM LENSA BHAYANGKARA (GABE)**.

























