Beasiswa Wawonii Cerdas Tertunda Lagi, Mahasiswa Pertanyakan Komitmen Pemda Dukung Pendidikan

LENSA BHAYANGKARA

Minggu, 6 Juli 2025 - 08:23

50194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konawe Kepulauan  |  Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Konawe Kepulauan terkait belum cairnya dana Beasiswa Wawonii Cerdas untuk tahun anggaran 2025. Program beasiswa yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, kini kembali disorot akibat keterlambatan realisasi pencairannya.

Muh. Risal, salah satu mahasiswa penerima beasiswa yang kini menempuh studi di perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, menyampaikan langsung keresahannya kepada media. Menurutnya, beasiswa tahap pertama seharusnya sudah dicairkan pada awal Mei 2025, namun hingga memasuki bulan Juli, belum juga ada kepastian ataupun kejelasan dari pihak pemerintah daerah.

“Seharusnya tahap pertama cair di awal bulan lima, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami sebagai penerima sangat kecewa, karena beasiswa ini menjadi penopang utama biaya studi kami,” ujar Risal pada Sabtu, 6 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beasiswa Wawonii Cerdas sendiri merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan yang ditujukan untuk membantu mahasiswa daerah dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, program yang idealnya menjadi solusi atas tantangan ekonomi yang dihadapi para pelajar, justru sering menimbulkan polemik karena persoalan administrasi dan keterlambatan teknis yang berulang.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah narasi besar pemerintah daerah yang kerap menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurut Risal, inkonsistensi dalam pengelolaan program justru menunjukkan lemahnya komitmen birokrasi dalam mendukung sektor pendidikan secara konkret.

“Saat pemerintah gencar bicara soal peningkatan kualitas SDM daerah, semestinya program seperti ini jadi prioritas. Jangan hanya dijadikan simbol tanpa realisasi nyata,” tambahnya.

Keterlambatan pencairan ini juga berimplikasi langsung terhadap kondisi ekonomi mahasiswa penerima. Banyak di antara mereka yang harus mengandalkan beasiswa tersebut untuk membayar biaya kuliah, menyewa tempat tinggal, serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di perantauan. Ketidakpastian waktu pencairan membuat mahasiswa berada dalam posisi serba sulit, terlebih menjelang masa pembayaran uang kuliah semester baru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan maupun pihak terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan mengenai alasan keterlambatan pencairan beasiswa. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media pun belum mendapat respons.

Sementara itu, sejumlah aktivis mahasiswa dan pemerhati kebijakan publik di daerah tersebut mulai menyerukan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program beasiswa. Mereka menilai, jika program ini tidak dikelola secara transparan dan akuntabel, maka berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah.

Mahasiswa berharap, pemerintah tidak tinggal diam melihat keresahan ini. Mereka menuntut kejelasan, transparansi, dan kepastian realisasi beasiswa—bukan hanya janji-janji yang berulang setiap tahun. (*)

Berita Terkait

Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah
KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 
KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur
Kasat Lantas AKP Abdul Malik Pimpin Pengaturan Arus, Keselamatan Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Jadi Prioritas
HUT Propam ke-24, Sie Propam Polres Pelabuhan Makassar Berbagi Sembako untuk Masyarakat Nelayan
Apresiasi Program CSR GIIC Deltamas, Rahmawati Zainal Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Daerah
Perkuat Benteng Moral Perbatasan, Gubernur Kaltara Resmikan Paras Fest dan HUT ke-27 Nunukan
Inovasi Kehumasan Berbuah Penghargaan, Polres Pelabuhan Makassar Raih Produk Kreatif Terbaik

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:07

Tak Beri Ampun, Tim Reskrim Lebak Berantas Kejahatan yang Meresahkan Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:50

1,1 Ton Sabu di Pidie Terungkap, GARNIZUN: Lindungi Generasi Bangsa, Berantas Narkotika Tanpa Pandang Bulu!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:47

Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:17

Tegak Lurus Asta Cita, Rutan Tanjung Pura Kembangkan Perikanan hingga Peternakan Produktif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:30

Marhaenis Academy Laporkan Dugaan Penyimpangan Tata Kelola PUD Pasar Medan ke Polda Sumut: Perjuangan Mengawal Akuntabilitas Tidak Akan Berhenti

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:23

Tinjau Langsung Pembinaan dan Layanan, Anggota Komisi XIII DPR RI Apresiasi Program Kemandirian Lapas Sibolga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:46

Harakah Bakomubin Gelar TOT dan Coaching Instruktur Nasional PMKBN, Siapkan Kader Bela Negara dari Berbagai Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:16

Buntut Tembok Berdiri di Gang Anggrek: Kuasa Hukum Warga Tuntut Pengembalian Tapal Batas Asli Sesuai SHM!

Berita Terbaru