Kasus Sabu 1 Kg di Makassar Memanas: Video Klarifikasi Diduga Settingan, Dugaan “Uang Damai” Rp50 Juta Disorot

REDAKSI SULSEL

Senin, 20 April 2026 - 00:30

50133 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABHAYANGKARA.COM, MAKASSAR — Penanganan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram di wilayah Tallo, Kota Makassar, kini memasuki fase yang mengundang sorotan tajam publik. Bukan hanya soal penangkapan empat terduga pelaku oleh Unit I Satnarkoba Polrestabes Makassar, tetapi juga mencuatnya dugaan praktik tak lazim di balik proses penanganan perkara tersebut.

Isu paling mengemuka adalah beredarnya sebuah video klarifikasi berdurasi 33 detik yang dinilai janggal. Dalam video itu,

seorang perempuan bernama Yuyun tampak menyampaikan bantahan bahwa salah satu terduga pelaku, Ilham, dibebaskan karena membayar uang sebesar Rp40 hingga Rp50 juta. Namun, ekspresi dan gestur yang terekam justru memantik kecurigaan, tatapan mata yang sesekali melirik dan penyampaian yang terkesan tidak natural memperkuat dugaan bahwa pernyataan tersebut bukan lahir dari kehendak bebas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada tim media, Yuyun mengungkap fakta yang jauh lebih mengkhawatirkan. Ia menyebut video klarifikasi tersebut bukan inisiatifnya, melainkan dibuat atas arahan penyidik di ruang pemeriksaan. Bahkan, ia mengaku sempat berada dalam tekanan sebelum video itu direkam.
“Video itu dibuat karena permintaan penyidik. Sebelumnya saya diingatkan soal undang-undang pencemaran nama baik,” ungkap Yuyun saat ditemui pada Kamis malam (16/04/2026).

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa narasi klarifikasi tersebut disusun langsung oleh penyidik, lalu dirinya diminta membacakan di depan kamera. Fakta ini membuka ruang dugaan adanya upaya pengondisian informasi atau bahkan rekayasa pernyataan demi meredam isu yang telah terlanjur beredar di tengah masyarakat.
“Penyidik yang tulis, saya hanya disuruh baca sambil direkam,” tambahnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah klarifikasi tersebut merupakan bentuk transparansi, atau justru upaya menutup celah yang berpotensi mengarah pada praktik penyimpangan?
Tim media telah berupaya mengonfirmasi penyidik yang disebut dalam pernyataan Yuyun. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban atau klarifikasi resmi yang diberikan. Sikap diam ini justru mempertebal kecurigaan publik terhadap integritas proses penegakan hukum dalam kasus tersebut.

Di tengah maraknya pemberantasan narkotika yang kerap digaungkan aparat, munculnya dugaan “tebusan” dan tekanan terhadap saksi menjadi ironi yang mencederai rasa keadilan. Jika benar ada praktik transaksional dalam penanganan kasus narkoba skala besar, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas institusi, tetapi juga masa depan pemberantasan narkotika itu sendiri.

Kasus ini kini tak lagi sekadar perkara hukum, melainkan telah menjelma menjadi ujian serius bagi transparansi dan akuntabilitas aparat penegak hukum di Makassar. Publik menunggu, apakah akan ada klarifikasi yang jujur dan terbuka, atau justru cerita ini akan tenggelam tanpa jejak di balik tembok institusi?

Catatan Redaksi:
Peredaran narkotika adalah ancaman nyata yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial dan masa depan generasi bangsa. Penanganannya tidak boleh ternodai oleh praktik-praktik yang mencederai hukum. Media ini berkomitmen membuka ruang hak jawab bagi semua pihak guna menjaga keberimbangan dan integritas informasi.

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Makassar Ungkap 8 Kasus Pencurian di Ujung Tanah
Puncak Perayaan HUT Ke-27 Malinau: Pesta Budaya Irau Ke-12 Sukses Meriah dan Memukau
DPW KJNI Sejumlah Provinsi Sampaikan Apresiasi, Arul Tekankan Persatuan dan Integritas
Rapat Paripurna HUT ke-14 Kaltara: Ekonomi Tumbuh 5,09 Persen, Pemprov Raih WTP 12 Kali Berturut-turut
Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah
KAKI Jatim Sarankan Presiden Prabowo Pertimbangkan Dewan Pertimbangan yang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Negara 
KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur
Kasat Lantas AKP Abdul Malik Pimpin Pengaturan Arus, Keselamatan Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Jadi Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:29

Beri Dukungan Penuh bagi Klien Pemasyarakatan, Bapas Medan Kolaborasi dengan Yayasan Perisai Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:09

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:54

Resahkan Warga Medan! Leasing Diduga Paksa Pelunasan Total dan Sembunyikan Motor Nasabah Tanpa Surat Tugas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:07

Tak Beri Ampun, Tim Reskrim Lebak Berantas Kejahatan yang Meresahkan Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:50

1,1 Ton Sabu di Pidie Terungkap, GARNIZUN: Lindungi Generasi Bangsa, Berantas Narkotika Tanpa Pandang Bulu!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:47

Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:44

Lapas Sibolga dan PIPAS Gelar Bakti Sosial di SDN Hutanabolon 1, Libatkan Warga Binaan Pulihkan Fasilitas Sekolah Pascabanjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:17

Tegak Lurus Asta Cita, Rutan Tanjung Pura Kembangkan Perikanan hingga Peternakan Produktif

Berita Terbaru