Dirut PalmCo: Kolaborasi Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi

REDAKSI MEDAN

Senin, 1 September 2025 - 06:38

50183 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menyatakan kolaborasi menjadi kunci dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional. Kolaborasi tersebut, kata dia, dapat diwujudkan dengan mendorong intesifikasi produktivitas sawit petani yang saat ini masih memiliki ruang besar untuk optimalisasi.

Hal itu disampaikan Jatmiko di hadapan ratusan peserta seminar internasional, The 2nd International Conference on Agirculture, Food and Enviromental Science (ICAFES) tahun 2025 yang terdiri dari 60 dekan Fakultas Pertanian seluruh Indonesia, dosen, peneliti, dan mahasiswa pertanian saat menjadi keynote speakers di Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu hari ini (30/8/2025).

Kegiatan itu turut para ahli pangan dan lingkungan dari berbagai belahan dunia seperti Johan Kieft ahli lingkungan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dr Idesert Jelsma peneliti Belanda, Prof Ir Usman Pato yang merupakan peneliti bidang ketahanan pangan lulusan Gifu University Jepang, serta sejumlah peneliti akademisi lainnya dari Malaysia dan Filipina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Jamtiko mengatakan bahwa ruang terbesar untuk penguatan ketahanan pangan dan energi dari komoditas sawit, yang selama ini menjadi penyumbang ekonomi Indonesia, bahkan pada saat beberapa krisis yang terjadi, adalah penguatan produtkivitas sawit petani.

“Ruang terbesar untuk improvement adalah dari sisi petani. Kita semua dapat berkolaborasi bersama, untuk meningkatkan produktivitas petani sawit Indonesia melalui intesifikasi,” kata Jatmiko.

Ia menjelaskan, penguatan produktivitas petani merupakan satu dari dua kunci utama yang diusung PTPN IV PalmCo untuk mendukung program nasional mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional.

Saat ini, rerata produktivitas petani sawit Indonesia masih di kisaran 2–3 ton crude palm oil (CPO) per hektare per tahun, jauh dari korporasi perkebunan yang dikelola secara profesional yang mampu mencapai 6 ton.

Untuk meminimalis disparitas itu, ia mengatakan PTPN IV PalmCo telah menempuh beragam inisiatif penting untuk mendongkrak produktivitas petani, mulai dari Program BUMN Untuk Sawit Rakyat, penyediaan bibit unggul bersertifikat yang kini tercatat lebih dari dua juta batang bibit sawit unggul telah diserap petani, penerapan skema off-taker yang menjangkau lebih dari 10.200 hektare, serta penguatan sistem kelembagaan organisasi koperasi.

Hingga 2024, PalmCo telah mendukung pencairan dana BPDPKS untuk areal peremajaan sawit mitra KUD seluas 15.321 hektare. Keberhasilan model kemitraan ini terlihat dari produktivitas tanaman menghasilkan (TM) plasma yang mencapai rata-rata 12,57 ton/Ha, bahkan ada yang mencapai 18,05 ton/Ha, melampaui standar nasional 12 ton/Ha.

“Peremajaan sawit rakyat (PSR) adalah kunci. Tanpa itu, kita akan kehilangan daya saing sekaligus melemahkan kontribusi sawit bagi ketahanan pangan dan energi. Dan melalui forum ini, kami berharap ke depan kita akan saling berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama memperkuat inisatif ini,” jelas Jatmiko yang disampaikannya menggunakan bahasa Inggris.

Jika kolaborasi untuk intesifikasi tersebut dapat terlaksana dengan baik, maka bukan hanya ketahanan pangan dari sektor sawit yang dapat di wujudkan, melainkan target pemerintah dalam implementasi B50 pada 2027 bisa terpenuhi. Untuk diketahui, target alokasi biodiesel B50 itu diperkirakan membutuhkan pasokan sekitar 20,11 juta kiloliter.

Lebih jauh, dalam paparannya, Jatmiko turut menyinggung bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan kenyataan yang berpotensi berdampak terhadap produktivitas pertanian global, termasuk komoditas kelapa sawit Indonesia. Tantangan ini jika tidak disikapi dengan bijak, maka sejarah Indonesia yang pernah menjadi eksportir gula di tahun 1930-an silam, dan kini malah menjadi salah satu importir gula terbesar dunia, juga dikhawatirkan akan terjadi dengan komoditas CPO.

Berdasarkan data yang ia paparkan, selama dekade 2015-2024 yang tercatat sebagai periode terpanas dalam sejarah, dengan konsentrasi CO₂ mencapai level tertinggi. Dampaknya, setiap kenaikan suhu 1°C menurunkan hasil panen antara 3,1 hingga 7,4 persen sehingga memicu yang disebut sebagai ‘climateflation’-kenaikan harga pangan akibat anomali iklim.

“Sehingga ini memerlukan solusi berkelanjutan yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh stakeholders, termasuk bapak ibu akademisi,” tuturnya lagi.

Sebagai produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar dunia yang menyumbang sekitar 60% pasokan global, ia menyebut Indonesia memiliki peran krusial. Namun, industri ini menghadapi tantangan multidimensi. Selain ruang perbedaan produktivitas antara petani dan korporasi yang tinggi, tekanan regulasi sustainability, khususnya dari Uni Eropa, juga semakin kompleks.

“Jadi selain kunci meningkatkan produktivitas petani, dan penguatan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) juga harus berjalan berkesinambungan,” tegas Jatmiko.

Komitmen ESG PalmCo diwujudkan dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). PalmCo telah mengoperasikan 7 unit Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan 4 unit co-firing biogas dengan total kapasitas 9,3 MW. Bahkan, perusahaan sedang dalam proses seleksi mitra untuk pengembangan 20 unit Compressed Biomethane Gas (CBG) dan 1 fasilitas Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Sehingga, di akhir penjelasannya, ia kembali menegaskan bahwa investasi strategis, kebijakan yang efektif, inovasi, dan kolaborasi yang erat antara petani dan industri, merupakan fondasi essential untuk membangun ketahanan dan mengamankan sistem pangan dan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

“Sekali lagi kami sampaikan, kolaborasi adalah kunci menuju solusi berkelanjutan. Kesempatan ini kami harap menjadi awal yang baik untuk bersama mewujudkannya,” demikian dia.(AVID)

Berita Terkait

Gigih dan Penuh Semangat, Boy Strady Lipat Ratusan Kertas Nasi Bansos GRIB Jaya Kota Medan hingga Dapat Senyuman Rezeki
Menembus Sunyi dan Terik Kota Medan, Aksi Tanpa Lelah Dudi Efni Pasaribu Menjelajah Pagi, Siang, hingga Malam Demi Berbagi
Puluhan Miliar APBD Deli Serdang Dipersoalkan, Mahasiswa Desak Kejatisu Bongkar Dugaan Kejanggalan Proyek
Warga Geram Praktek Judi Tembak Ikan, Polres Binjai dan Polsek Tandem Didesak Turun
Sejumlah Lokasi Diduga Terhubung Jaringan Narkoba, Warga Desak Polres Langkat Bergerak
Kuasa Hukum Korban Curanmor Datangi Satreskrim Polresta Pekanbaru Kawal Kasus
BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?
Dakwaan Korupsi Gugur, Eks Bendahara BOS SMK Ganda Husada Divonis Lepas!

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:02

Cegah Gangguan Kamtib, Rutan Kelas I Medan Perkuat Kontrol Area Branggang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:51

Atasi Krisis Air di Banten, PTPN IV PalmCo Salurkan 101 Ribu Liter Air Bersih untuk Ribuan KK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:23

Ratusan Warga Ngantre di Dapur Umum GRIB Jaya Medan, Menikmati Makan Siang Gratis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:41

Lantunan 30 Juz Bil Ghoib Bergaung di Masjid Al-Jihad Medan, 12 Hafiz Sulaimaniyah Gelar Khotmil Kubro

Rabu, 30 September 2026 - 19:54

Enam Bulan Berlalu, Korban Kecelakaan BMW BK 333 Masih Terbaring: “Kami Menunggu Keadilan”

Rabu, 30 September 2026 - 10:34

Surat Advokat Jadi Sorotan, Ahli Pidana UISU Bahas Kasus Doddy Thahir

Rabu, 30 September 2026 - 09:16

Lapas Sibolga Bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah dan Fasilitas Umum Warga Terdampak Banjir

Rabu, 30 September 2026 - 08:57

Lapas Sibolga Bersama Dinkes Kota Sibolga Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

Berita Terbaru