Babak Baru Dimulai! Dugaan KKN Cipta Karya dan Tata Ruang Deli Serdang Masuk ke Jampidsus

REDAKSI SULSEL

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:22

50139 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com Jakarta – Babak baru penanganan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang mulai memasuki fase yang menyita perhatian publik. Pengaduan masyarakat (Dumas) yang diajukan GEMPAR Sumut dipastikan tidak berhenti di meja pelayanan Kejaksaan Agung, melainkan telah resmi diteruskan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), bidang yang berwenang menangani perkara tindak pidana khusus.

 

Informasi tersebut menjadi perhatian karena selama lebih dari enam bulan sejak laporan disampaikan pada 29 Januari 2026, belum terdapat informasi resmi mengenai perkembangan penanganannya. Di tengah penantian itu, konfirmasi dari layanan informasi Kejaksaan Agung mengungkap bahwa berkas Dumas telah diteruskan melalui Nota Dinas Nomor R-100/K.3/Kph.4/02/2026 kepada Jampidsus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan Tanda Terima Pos Pelayanan Hukum dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat (PPH & PPM), laporan yang diajukan Fajar Rivana Sinaga mewakili GEMPAR Sumut diterima secara resmi pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 11.48 WIB dengan Nomor 12/GEMPAR-SU/I/2026, terkait dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

 

Karena belum memperoleh informasi perkembangan, pelapor kemudian kembali menghubungi layanan informasi Kejaksaan Agung untuk meminta penjelasan mengenai status laporan tersebut.

 

> “Izin, kami ingin mempertanyakan sudah sejauh mana laporan Dumas yang kami ajukan pada 29 Januari 2026 silam. Kami mohon agar kami bisa mendapatkan informasi perkembangan proses dari Dumas yang kami sampaikan,” tulis pelapor.

 

 

 

Petugas layanan informasi Kejaksaan Agung yang memperkenalkan diri sebagai Muti kemudian menjelaskan bahwa pelapor dapat melakukan konfirmasi melalui Pos PPH & PPM Kejaksaan Agung. Dalam penjelasan yang sama, petugas mengonfirmasi bahwa laporan tersebut telah diteruskan kepada Jampidsus melalui Nota Dinas dimaksud.

 

Dengan demikian, laporan tersebut telah melewati tahap penerimaan administrasi dan diteruskan kepada bidang yang memiliki kewenangan menangani dugaan tindak pidana khusus. Namun hingga kini, belum terdapat informasi resmi apakah laporan tersebut telah memasuki tahap telaah, penyelidikan, atau tahapan hukum lainnya.

 

Situasi ini memunculkan pertanyaan yang wajar di tengah masyarakat mengenai sejauh mana setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi yang telah diterima dan diteruskan diproses sesuai mekanisme hukum. Pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengintervensi proses penegakan hukum, melainkan sebagai bentuk dorongan terhadap transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

 

Sebagai institusi penegak hukum, Kejaksaan Agung memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat melalui penanganan laporan yang profesional sekaligus penyampaian informasi perkembangan perkara sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa mengganggu proses hukum.

 

Publik memahami bahwa setiap laporan membutuhkan proses verifikasi, telaah, dan pendalaman. Namun, ketika berbulan-bulan berlalu tanpa adanya informasi perkembangan, ruang spekulasi di tengah masyarakat pun semakin terbuka. Kepastian informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap mekanisme pengaduan yang telah disediakan negara.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia maupun Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus mengenai status maupun perkembangan penanganan Dumas tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan terus meminta konfirmasi agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Curanmor Datangi Satreskrim Polresta Pekanbaru Kawal Kasus
BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?
Dakwaan Korupsi Gugur, Eks Bendahara BOS SMK Ganda Husada Divonis Lepas!
Kelangkaan BBM dan GAS LPG Semakin Meluas, Adi Silele : “Rakyat Menjerit”
Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Tim Resmob Polres Simalungun Gelar Patroli Skala Besar di Malam Libur
Ujian SIM di Polres Binjai Berikan Edukasi Berkendara, Warga: Lebih Paham Cara Mengemudi yang Benar
Warga Bantah Barak Gang Saru Digunakan untuk Narkoba, Pertanyakan Temuan di Lokasi
Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:08

Kuasa Hukum Korban Curanmor Datangi Satreskrim Polresta Pekanbaru Kawal Kasus

Kamis, 17 September 2026 - 16:06

Dakwaan Korupsi Gugur, Eks Bendahara BOS SMK Ganda Husada Divonis Lepas!

Minggu, 13 September 2026 - 01:05

Kelangkaan BBM dan GAS LPG Semakin Meluas, Adi Silele : “Rakyat Menjerit”

Sabtu, 12 September 2026 - 23:28

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Tim Resmob Polres Simalungun Gelar Patroli Skala Besar di Malam Libur

Jumat, 11 September 2026 - 11:37

Ujian SIM di Polres Binjai Berikan Edukasi Berkendara, Warga: Lebih Paham Cara Mengemudi yang Benar

Senin, 7 September 2026 - 23:18

Warga Bantah Barak Gang Saru Digunakan untuk Narkoba, Pertanyakan Temuan di Lokasi

Senin, 7 September 2026 - 22:02

Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!

Kamis, 3 September 2026 - 14:49

Sengketa Lahan Makin Runcing, Kuasa Hukum Alimin Tantang Polda Sumut Gelar Perkara Khusus

Berita Terbaru