Teror Galian C Liar di Sidurip, APH Deli Serdang Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi

REDAKSI SULSEL

Selasa, 7 April 2026 - 19:38

50102 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabhayangkara.com Deli Serdang – Amarah warga Sidurip, Kecamatan Beringin, akhirnya meledak. Kelompok emak-emak secara terang-terangan menuding adanya aktivitas galian C ilegal di wilayah Aras Kabu yang diduga bebas beroperasi tanpa izin, namun dampaknya justru menghantam warga Sidurip akibat truk-truk pengangkut material yang setiap hari melintas tanpa kendali, merusak jalan, menebar debu, dan mengancam keselamatan.

 

Warga menilai ini bukan lagi sekadar pelanggaran, tapi bentuk pembiaran yang nyata. Aktivitas ilegal berlangsung terang-terangan, truk keluar masuk tanpa hambatan, seolah hukum tidak berlaku. “Kalau ini ilegal, kenapa dibiarkan? Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegas salah satu warga dengan nada keras, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kondisi ini membuat warga geram. Jalan rusak, lingkungan terganggu, tapi pelaku tetap leluasa. Warga menduga ada pembiaran serius karena aktivitas tersebut berlangsung terus-menerus tanpa tindakan.

 

Lebih parah lagi, aktivitas galian C ilegal ini tidak hanya merusak jalan desa, tetapi juga menghantam sumber kehidupan warga secara langsung. Adanya kegiatan galian C tersebut akan berdampak pada krisis air bersih apabila terus dibiarkan, akibat penurunan kualitas dan debit air tanah maupun sumur warga yang dipicu rusaknya akuifer, serta ancaman pencemaran air permukaan dari limbah penambangan yang tidak terkendali.

 

Tak hanya itu, pencemaran udara juga semakin parah. Operasional alat berat dan kendaraan pengangkut material disebut menghasilkan emisi gas buang serta debu dalam jumlah besar, terutama saat musim kemarau, yang setiap hari dihirup warga tanpa perlindungan, memperburuk kualitas hidup dan kesehatan masyarakat sekitar.

 

Kerusakan infrastruktur pun semakin nyata. Jalan desa berubah menjadi becek, rusak, berlubang, dan berlumpur akibat beban truk pengangkut material yang melampaui kapasitas, sementara perbaikan tak kunjung dilakukan, membuat warga harus menanggung risiko setiap kali melintas.

 

Selain itu, gangguan ekosistem juga tidak bisa dihindari. Rusaknya aliran sungai serta hilangnya habitat vegetasi dan fauna lokal menjadi bukti bahwa aktivitas ini tidak hanya merusak permukaan, tetapi juga menghancurkan keseimbangan lingkungan secara menyeluruh.

 

“Jika terus dibiarkan, jangan sampai kami turun ke lokasi dan melakukan aksi demo,” tegas warga dengan nada ultimatum, memperingatkan bahwa kesabaran mereka ada batasnya dan kemarahan ini bisa berubah menjadi aksi nyata jika aparat terus bungkam.

 

Saat dikonfirmasi terkait maraknya aktivitas tersebut, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, AKP Marvell Stefanus Arentes Ansanay, melalui pesan WhatsApp terkesan alergi terhadap konfirmasi awak media dan tidak memberikan tanggapan apa pun. Hal serupa juga ditunjukkan Kapolsek Beringin, Iptu Muhammad Hafiz Ansari S.Farm., Apt., MH., yang memilih bungkam saat dimintai keterangan, memunculkan kesan kuat adanya sikap tertutup dari aparat terhadap persoalan yang meresahkan masyarakat ini.

 

Di sisi lain, warga mempertanyakan kehadiran dan kinerja aparat penegak hukum yang dinilai lamban bahkan terkesan tutup mata terhadap praktik ilegal yang sudah sangat jelas terlihat di lapangan, sehingga memunculkan kecurigaan publik adanya pembiaran yang tidak bisa lagi ditoleransi.

 

Warga kini mendesak aparat kepolisian untuk tidak lagi diam. Tutup lokasi galian C ilegal di Aras Kabu dan tangkap pelakunya. Jika tidak, maka aparat dianggap gagal dan tidak berpihak pada masyarakat.

 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kerusakan yang akan semakin meluas, tetapi juga kemarahan warga yang berpotensi meledak dan menjadi aksi yang lebih besar, sebagai bentuk atas ketidakadilan yang mereka rasakan setiap hari.

 

Red/Tim

Berita Terkait

Dakwaan Korupsi Gugur, Eks Bendahara BOS SMK Ganda Husada Divonis Lepas!
Kelangkaan BBM dan GAS LPG Semakin Meluas, Adi Silele : “Rakyat Menjerit”
Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Tim Resmob Polres Simalungun Gelar Patroli Skala Besar di Malam Libur
Ujian SIM di Polres Binjai Berikan Edukasi Berkendara, Warga: Lebih Paham Cara Mengemudi yang Benar
Warga Bantah Barak Gang Saru Digunakan untuk Narkoba, Pertanyakan Temuan di Lokasi
Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!
Sengketa Lahan Makin Runcing, Kuasa Hukum Alimin Tantang Polda Sumut Gelar Perkara Khusus
Seleksi 6 Calon Penghulu Dipersoalkan, Tes Ulang di Mess Bupati Picu Kecurigaan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39

Enam Remaja Diamankan Bawa Sajam dan Molotov, Diduga Hendak Tawuran di Surbakti

Senin, 21 September 2026 - 22:33

Polres Batu Bara Gelar Police Go To School Serentak di 19 Sekolah

Minggu, 20 September 2026 - 18:39

Wali Kota Medan Apresiasi HUT ke-48 GM FKPPI, Lepas Ribuan Peserta Funwalk di Lapangan Merdeka

Minggu, 20 September 2026 - 16:03

Peringati HUT ke-81 TNI,Kodim 0203/Lkt Gelar Baksos Kesehatan Gratis,Ratusan Warga Hadir

Sabtu, 19 September 2026 - 18:10

Lapas Sibolga Turun Bersama Masyarakat, Bersihkan Sungai dan Benahi Jalan Rusak

Sabtu, 19 September 2026 - 07:59

Rutan I Medan Gandeng Ratusan Pasukan Gegana Brimob, TNI, Polri, BNN Gelar Razia Gabungan Skala Besar dan Tes Urine Massal Warga Binaan

Jumat, 18 September 2026 - 13:28

Perkuat Keamanan, Lapas Sibolga Gandeng APH Laksanakan Razia Gabungan Kamar Hunian

Jumat, 18 September 2026 - 12:17

Dukung Program Kementerian Imipas, Kalapas Pancur Batu Sambut Kunjungan PC GM FKPPI Medan

Berita Terbaru