Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Menilai Mbak Tutut Bisa Menyelesaikan Kebuntuan di Partai Golkar

LENSA BHAYANGKARA

Senin, 18 Agustus 2025 - 21:11

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Figur Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto dinilai memiliki modal besar untuk memimpin Partai Golkar di tengah mencuatnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menanggapi dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menurut Jerry, pengalaman Mbak Tutut sebagai putri Presiden ke-2 RI Soeharto membuatnya memahami betul fondasi dan cita-cita Golkar. “Saya pikir Mbak Tutut pemimpin visioner dan ice breaker pemecah kebuntuan di Golkar. Jiwa Soehartoisme melekat di dirinya menjadikan dia punya modal besar memimpin Golkar,” kata Jerry di Jakarta, Senin (18/8/2025).

Jerry mengingatkan, pada masa pemerintahan Orde Baru, Soeharto berhasil mengendalikan Golkar sejak era 1970-an hingga 1998. Hal itu, menurutnya, menjadi bekal berharga bagi Mbak Tutut untuk kembali mengarahkan partai pada visi awal yang pernah dibangun ayahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, Jerry menilai kepemimpinan Bahlil Lahadalia saat ini justru berpotensi menurunkan elektoral partai. “Bahlil dikenal sebagai orang Jokowi dan banyak membuat gaduh ketika berada di kabinet Prabowo Subianto. Dia pemimpin karbitan yang banyak bicara tanpa berpikir,” ucap Jerry.

Sebaliknya, lanjut dia, Mbak Tutut dinilai memiliki ketenangan dalam mengambil keputusan dan sikap yang kuat. Faktor itu dianggap sebagai keunggulan yang dibutuhkan Golkar untuk menghadapi dinamika politik ke depan.

Dukungan para sesepuh partai juga diyakini akan mengalir kepada Mbak Tutut. Jerry menyebut sejumlah tokoh senior seperti Akbar Tandjung, Agung Laksono, Theo Sambuaga, hingga Jusuf Kalla berpotensi memberi restu. “Saya lihat Golkar butuh pemimpin yang punya strong leadership yang kuat dalam mengendalikan partai,” ujarnya.

Menurut Jerry, Golkar yang pernah dibesarkan oleh Presiden Soeharto membutuhkan figur yang tepat sebagai nakhoda. Mbak Tutut dinilai memiliki pandangan politik yang sejalan dengan visi ayahnya. “Golkar butuh figur yang bisa menjaga marwah partai sekaligus membawa arah baru yang lebih stabil,” katanya (RED)

Berita Terkait

Bersama LUKW Unitomo, SWI Cetak Wartawan Kompeten melalui UKW di Banjarmasin
Alat Berat Masuk Kawasan Konservasi, PETI Kerinci Bukan Aktivitas Tradisional Melainkan Kejahatan Terorganisir
Edi Suprapto: Kemitraan Media Harus Transparan, Objektif dan Memberi Ruang yang Sama bagi Seluruh Media
Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai
Wartawan dan Organisasi Pers Bahas Implikasi RUU Perampasan Aset dalam Seminar SWI
Semangat Kemerdekaan Satukan Warga Babakan Talang ,  Karang Taruna RW 02 Desa Bojongkoneng Gelar Pesta Rakyat Penuh Kebersamaan
Kolaborasi, Kompetensi, dan Konsolidasi: Langkah Strategis SWI Membangun Pers Berkualitas
Mabes Polri dan Pusdokkes Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojol

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:47

Ketika Tenda Warga Dibakar di Geumpang, Dugaan Tambang Berbasis Modal Asing Justru Memunculkan Misteri Baru

Selasa, 22 September 2026 - 00:18

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53

133 Alat Berat Disorot, Setoran Rp32 Juta per Unit per Bulan Diduga Jadi Aliran Uang di Balik Tambang Emas Ilegal Geumpang

Selasa, 15 September 2026 - 02:09

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Makin Masif, Alat Berat Terus Menggerus Kawasan, LLA Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Polda Aceh

Berita Terbaru